Perayaan Imlek 2021 di Solo Tanpa Lampion dan Barongsai, Tapi Hal Ini Tetap Dilakukan
Warga memadati kawasan Jembatan Pasar Gede, Solo, yang dihiasi lampion Imlek, Rabu (15/1/2020) malam. Pemandangan seperti ini tidak akan bisa ditemui pada perayaan Imlek 2021. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Perayaan Imlek 2572 atau 2021 di Solo bakal berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya lantaran tak akan ada lampion dan pertunjukan barongsai.

Biasanya, momentum perayaan Imlek selalu menjadikan Solo tampil beda, terutama di sekitar Pasar Gede Solo. Masyarakat Tionghoa dan warga setempat biasanya memasang lampion di atas jalanan depan Pasar Gede hingga Balai Kota Solo.

Selain itu, ada pertunjukan barongsai yang biasanya dikemas bersama kirab. Namun, suasana kemeriahan itu dipastikan tidak akan ada pada tahun ini.

Baca juga: Daftar 100 Universitas Terbaik Indonesia Versi Webometrics, Kampusmu Nomor Berapa?

Panitia Bersama Imlek 2572 Kota Solo memutuskan tidak mengadakan perayaan Tahun Baru Imlek. Meski demikian, pengusaha didorong untuk terus berbagi di tengah kesulitan menghadapi pandemi Covid-19.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2572/2021, Sumartono Hadinoto, menjelaskan telah berkonsultasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengenai perayaan Tahun Baru Imlek di Solo yang ditiadakan. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbanagan keamanan dan kesehatan masyarakat.

“Imlek kan tujuannya membranding Kota Solo dengan Kebhinekaan. Risiko pemasangan lampion seperti tahun sebelumnya menimbulkan kerumunan massa. Kami sepakat tahun ini tidak ada perayaan Tahun Baru Imlek. Seharusnya lampion sekarang ini sudah menyala,” kata dia, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Prajurit TNI Kodam Diponegoro Donorkan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

Tetap Bagi-Bagi Angpao

Menurut Martono, masyarakat Tionghoa di Solo tidak memasang satupun pernak-pernik Tahun Baru Imlek dan tidak ada pertunjukan barongsai.

Meski demikian, warga tetap dapat melakukan silaturahmi, yakni secara virtual. Selain itu, masyarakat Tionghoa Solo yang sudah biasa berkirim angpao, tetap bisa melakukannya dengan cara transfer.

“Sebagai pengusaha tidak dipungkiri situasi pandemi semua menurun. Tapi kami pemikirannya semua bisa bertahan. Ekonomi berjalan kan tetap aman. Kami berharap para pengusaha di tengah kesulitan tetap memikirkan sesama untuk bisa berbagi,” papar dia.

Baca juga: Layanan Ge-Nose Test Tersedia di Stasiun Mulai 5 Februari 2021

Dia menambahkan meski tanpa perayaan besar-besaran, Panitia Bersama Imlek 2572/2021 selalu mengadakan rangkaian acara dengan tujuan berbagi.

Salah satunya aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Solo. Warga yang melakukan donor darah atau donor plasma konvalesen bisa mendapatkan tambahan dua kue sebagai apresiasi selama lima hari mulai Rabu (10/2/2021).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom