Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kanan), bermain ketoprak berjudul Laskar Bumi Nglaroh di halaman Setda Wonogiri, Sabtu (24/8/2019) malam. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan bersama sejumlah pejabat menghibur warga Wonogiri lewat pertunjukan kethoprak berjudul Laskar Bumi Nglaroh di halaman Setda Wonogiri, Sabtu (24/8/2019) malam.

Pada pertunjukan tersebut, Ganjar Pranowo memerankan Raden Mas (R.M.) Said. Dia muncul dengan memegang keris yang diacungkan begitu tirai panggung dibuka.

Di depannya para prajurit berperang. Setelah lebih kurang satu menit, tirai ditutup lagi. Ribuan penonton yang memadati area halaman Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri dan Pendapa Rumah Dinas Bupati memberi tepuk tangan dan sorakan meriah untuk adegan pertama ketoprak eksekutif itu.

Ketoprak itu bagian dari rangkaian acara Pasar Rakyat HUT ke-69 Jateng yang dipusatkan di Wonogiri, 23-25 Agustus. Pertunjukan ketoprak, Sabtu malam tersebut spesial.

Selain Gubernur, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri turut ambil bagian. Mereka yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono berperan sebagai Mangkubumi, Bupati Wonogiri Joko Sutopo berperan sebagai Jenderal Nickolas atau petinggi kompeni/penjajah Belanda.

Ketua sementara DPRD Wonogirri Setyo Sukarno dan Dandim 0728/Wonogiri, Letkol (Inf) M. Heri Amrulloh sebagai pejabat tentara Belanda. Lakon itu menceritakan perjuangan R.M. Said melawan penjajah Belanda.

R.M. Said dikisahkan tak pernah gentar melawan siapa pun dan selalu menang dalam setiap peperangan. Sampai akhirnya ada Perjanjian Giyanti.

Gubernur yang memerankan R.M. Said sebagai tokoh sentral mewarnai berbagai adegan. Dalam setiap adegan dia menyisipkan banyolan-banyolan yang membuat para penonton terbahak.

Dia berhasil mengisi kekosongan saat mikrofon mati dengan candaan-candaan segar. Dalam adegan serius, dia pun mampu berdialog berbahasa Jawa krama dengan lancar.

Penampilannya bersama bintang tamu pelawak Marwoto dan Yati Pesek membuat suasana malam itu penuh tawa. Kedua pelawak kawakan pada ketoprak kali itu berperan sebagai abdi dalem R.M. Said.

Sebelum R.M. Said muncul, Marwoto dan Yati Pesek membuat para penonton terbahak dengan guyonan-guyonan mereka yang kekinian. Menurut Marwoto makanan yang namanya menggunakan bahasa Inggris pasti mahal.

Dia mencontohkan warung makan yang terkenal di Klaten, yakni chicken soup father defisit. Mendengar kalimat itu penonton terdiam karena belum memahami maksudnya.

Ketika Marwoto menyampaikan artinya, yakni Sop Ayam Pak Min, para penonton terpingkal dibuatnya. Marwoto mengatakan jika Sop Ayam Pak Min diberi nama menggunakan bahasa Inggris, harganya bisa melambung sehingga pemilik warung untung banyak.

“Di Wonogiri ini juga terkenal dengan clock you,” ucap Marwoto.

“Apa itu?” tanya Yati.

“Halah, jamu, jamu. Clock itu jam, you kamu, mu, jadi jamu,” kata Marwoto.

Sampai tiba saatnya Jenderal Nickolas yang diperankan Bupati, kompeni lainnya yang diperankan Setyo Sukarno dan Dandim muncul. Bupati berdialog bahasa Indonesia logat Belanda dengan lancar. Penampilannya mendapat sambutan meriah penonton.

Puji, 54, penonton warga Purwanto, Wonogiri, mengaku tak menyangka para pejabat bisa bermain ketoprak. Hebatnya lagi, mereka memainkan peranan dengan baik. Penampilan mereka disempurnakan dengan dialog yang lancar.

“Mereka seperti pemain ketoprak profesional,” ulas dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten