Tutup Iklan
Gambar Jokowi dan Ma'ruf Amin menghiasi tembok Kampung Gremet, Manahan, Solo, Jumat (18/10/2019). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, JAKARTA -- Perang tagar terjadi di media sosial Twitter pada Sabtu (19/10/2019) malam menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Minggu (20/10/2019).

Sejumlah trending topik bermunculan terkait terkait pelantikan yang berlangsung 20 Oktober 2019. Beberapa di antaranya yaitu tanda pagar (tagar) #BesokMatikanTVSeharian dan #PestaRakyatNKRI.

Munculnya tagar pertama diduga berasal dari warganet yang menjadi oposisi pemerintah. Mereka mengajak sesama netizen untuk mematikan televisi pada Minggu (20/10/2019) yang merupakan tanggal pelantikan Presiden.

"Untuk netizen oposisi ingat #BesokMatikanTVSeharian Agar gk jadi saksi pelantikan presiden hasil dari kecurangan pilpres," tweet akun @ihmal****udin, Minggu (19/10/2019).

"Pengumuman buat warga twittland. Pelantikan Minggu. Ingat yaaa. Pokoknya #BesokMatikanTVSeharian #BesokMatikanTVSeharian," kicau @pejua*****it.

Buzzer Diprediksi Main Isu Pelantikan Jokowi, Pesanan Klien Hingga Eksistensi

Adapun, pengguna tagar #PestaRakyatNKRI mengeluarkan kicauan terkait dukungan mereka pada pemerintahan mendatang. Berbagai video dan foto tentang Jokowi dan Ma'ruf Amin turut diunggah.

"#PestaRakyatNKRI Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat, kemenangan seluruh para relawan nusantara. Bukan kemenangan kelompok tertentu. Oleh karena itu, mari kita bersatu mengawal pemerintahan Jokowi di periode kedua ini agar mampu bekerja maksimal untuk bangsa," kicau pengguna akun @bang*****.

"UNTUK INDONESIA MAJU. Mari kita sukseskan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 - 2024. Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin. Minggu, 20-10-2019 #PestaRakyatNKRI," kicau pengguna akun @wahab*****.

Jelang Pelantikan Jokowi, Kedubes Amerika Keluarkan Peringatan

Perang kicauan di Twitter tak mempengaruhi agenda pelantikan yang berlangsung di Gedung DPR, besok. Jokowi akan menjadi Presiden incumbent ditemani oleh Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden.

Sementara itu, sedikitnya 31.000 aparat keamanan juga dikerahkan untuk memastikan pelantikan berlangsung aman dan kondusif. Sejumlah delegasi negara sahabat juga mulai berdatangan ke Indonesia. Buzzer Bungkam Pengkritik

Sumber: Bisnis/JIBI


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten