Enam tersangka kasus perampokan toko emas di Sragen, Jateng, serta sejumlah kota di Jatim dan Jabar beserta perhiasan emas barang bukti kejahatan mereka di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (29/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Perampokan toko emas di Sragen dibekuk pelakunya di Kota Semarang. Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Polda Jawa Tengah meringkus komplotan perampok spesialis toko emas yang beraksi lintas provinsi dan biasa menggunakan senjata api rakitan saat beraksi. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono di Semarang, Rabu (29/11/2017), memimpin langsung gelar perlara pengungkapan komplotan yang diusut setelah melakukan perampokan Toko Mas Entung di Sragen, 26 Oktober 2017 lalu itu. Pada aksinya di Sragen, papar Kapolda Condro Kirono, komplotan perampok tersebut menggasak 1,2 kg perhiasan. Penangkapan komplotan pelaku kriminalitas di Sragen ini, lanjut dia, bermula dari penangkapan tiga dari tujuh anggota komplotan tersebut di depan Java Mal, Kota Semarang, Jateng. Komplotan itu ditangkap sehari setelah beraksi di sebuah toko emas di Indramayu, Jawa Barat. Dari penangkapan ketiga orang itu, aparat Polda Jateng kemudian mengetahui masih ada dua pelaku perapokan yang dalam perjalanan menuju Semarang. "Dua pelaku lainnya ditangkap di depan Polsek Tugu," katanya. Dari penyergapan itu polisi kembali memperoleh informasi ada dua pelaku lain yang juga sedang menuju Semarang dari arah Jawa Barat dengan menumpang sebuah truk ekspedisi. Dua pelaku terakhir itu disergap Tim Jatanras Polda Jawa Tengah dan Polres Kendal di depan Mapolres Kendal. Seorang tersangka gerombolan perampok berinisial NH, 44, terpaksa ditembak hingga akhirnya tewas karena melawan saat diminta untuk menunjukkan tempat penyimpanan barang hasil curian mereka. NH merupakan pimpinan komplotan sekaligus pelaku yang bertugas membawa barang hasil curian. Condro menuturkan, selain di Sragen, komplotan pelaku perampokan di Sragen itu sudah beraksi di sejumlah daerah, seperti Indramayu, Tulungagung, Nganjuk, dan Blitar. Bersama dengan para pelaku, polisi mengamankan tiga pucuk senjata api rakitan beserta puluhan butir peluru serta empat sepeda motor yang biasa digunakan saat beraksi. Polisi juga mengamankan ratusan bentuk perhiasan emas berbagai jenis yang diduga merupakan barang hasil curian. Condro menambahkan penyidik maaih mengembangkan pengungkapan kasus tersebut berkaitan dengan sejumlah penadah barang curian. KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten