PERAMPOKAN SOLO: Pelaku Jaringan Perampok Lintas Daerah
Polisi memeriksa lokasi perampokan di Toko Emas Aladin, Jl Brigjen Katamso, Jebres, Solo, Rabu (20/3/2013). Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang menggasak perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah setelah memecah etalase kaca. (Maulana Surya/JIBI/SOLOPOS)
Polisi memeriksa lokasi perampokan di Toko Emas Aladin, Jl Brigjen Katamso, Jebres, Solo, Rabu (20/3/2013). Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang menggasak perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah setelah memecah etalase kaca. (Maulana Surya/JIBI/SOLOPOS)

SOLO--Aparat Polresta Solo masih terus menyelidiki kasus perampokan yang sempat menggegerkan masyarakat sekitar tempat kejadian perkara (TKP) yakni di Toko Emas Aladin di Jl Brigjen Katamso, Mojosongo, Jebres, Rabu (20/8/2013).

Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in, melalui Kasatreskrim, Kompol Edy Suranta Sitepu, saat ditemui wartawan di mapolresta setempat, Kamis (21/3/2013), mengungkapkan, pihaknya telah membentuk tim khusus guna mengungkap kasus itu.

Menurut Edy, penyidik telah mendapatkan beberapa sidik jari saat mengolah TKP. Namun, sidik jari tersebut belum dapat dipastikan apakah milik para pelaku atau orang lain.

Selain sidik jari, penyidik juga mendapatkan rekaman aksi para perampok yang berhasil terekam di kamera closed circuit television (CCTV) yang terpasang di dua titik ruang toko.

“Dari rekaman itu diketahui empat pelaku masuk ke dalam toko. Tiga orang mengambil perhiasan dan satu orang lagi mengawasi kondisi luar toko sambil mengangkat pistol. Mereka menggunakan helm dan penutup mulut/slayer. Jadi muka mereka tidak dapat terlihat. Dari pengamatan sepertinya mereka sudah terlatih,” papar Edy.

Lebih lanjut diuraikannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk mengusut kemungkinan para pelaku adalah bagian dari jaringan perampok lintas daerah.

Selain itu, kata Edy, koordinasi sangat penting dilakukan guna menelusuri adanya keterkaitan kejadian di Toko Emas Aladin di Mojosongo dengan kejadian di Toko Emas Aladin di Pasar Jongke.

“Mengenai ada tidaknya keterkaitan kejadian di Mojosongo dengan yang di Tambora, Jakarta Barat, kami juga masih menyelidiki,” papar Edy.

Ia menegaskan, jumlah perhiasan yang dirampas para pelaku bukan seberat 2 kg. Berdasar penghitungan yang dilakukan pemilik toko, jumlah perhiasan yang raib seberat 700 gram atau sekitar Rp122,5 juta. Setiap gram perhiasan mempunyai harga Rp175.000.

“Jadi mohon berita yang telanjur tersebar itu diluruskan. Bukan 2 kg, tetapi 700 gram,” terang Edy.

Pantauan Solopos.com di Toko Emas Aladin di Mojosongo, toko terlihat tutup. Garis polisi yang sebelumnya terpasang sudah tidak ada. Tampak beberapa kali mobil patroli dari Polsek Jebres lewat di depan toko.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho