PERAMPOKAN SEMARANG : Pembunuh Sopir Taksi Go-Car Terencana
Ilustrasi pembunuhan driver Go-Car di Tembalang, Kota Semarang. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)

Perampokan yang disertai pembunuh terhadap sopir taksi Go-Car di Semarang telah direncanakan kedua pelakunya.

Solopos.com, SEMARANG — Dua pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kota Semarang, Jawa Tengah yang diyakini polisi sebagai pelaku pembunuhan dan perampokan sopir taksi berbasis aplikasi smartphone, Go-Car, Deny Setiawan, 25, dianggap telah merencanakan matang aksi mereka.

Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji dalam gelar perkara di Kota Semarang, Jateng, Selasa (23/1/2018), mengatakan pelaku pembunuhan sopir taksi online itu sudah merencanakan pembunuhan yang dilatarbelakangi perampokan tersebut. "Sudah direncanakan sebelumnya oleh kedua pelaku," tuduh Kapolrestabes.

Menurut dia, pelaku sempat mengajak tiga teman lainnya, namun ketiganya menolak ikut serta dalam aksi tersebut. Pelaku lalu memesan taksi online dari Kawasan Lemah Gempal, Semarang Selatan, menuju Sambiroto, Tembalang.

Ia menuturkan dari pengakuan pelaku, korban dihabisi nyawanya di Sambiroto, tepatnya di depan Perumahan Citra Grand. Telepon seluler korban, lanjut dia, dikubur di sekitar Kanal Banjir Barat dengan ditandai batang bambu.

Sementara itu, mobil korban, kata dia, diparkir di tepi Jl. H.O.S. Cokro Aminoto untuk didiamkan sementara sebelum akhirnya nantinya dijual. "Pelaku sengaja menyembunyikan barang-barang hasil curian sebelum akhirnya diambil," katanya.

Dari kedua pelajar SMKN di Semarang pelaku pembunuhan dan perampokan itu, polisi menurut Kapolrestabes Abiyoso Seno Aji, juga mengamankan baju dan sepatu dari rumah pelaku yang didapati bercak darah korban. Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut dia, aksi nekat tersebut dilakukan karena mereka membutuhkan uang untuk membayar uang sekolah.

Sebelumnya, seorang pengemudi taksi online di Kota Semarang, Jawa Tengah, Deny Setiawan ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban perampokan. Penemuan mayat di Jl. Cendana Selatan IV, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (19/1/2018) malam, itu sempat menghebohkan karena tak ditemukan identitas apapun.

Identitas korban terungkap usai diautopsi di Rumas Sakit Bhayangkara Semarang. Sedangkan mobil Nissan Grand Livina warna hitam milik warga Margorejo Timur RT 009/RW 005 Kelurahan Kemijen, Semarang Timur dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan sehari sesudahnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom