Tutup Iklan

PERAMPOKAN SEMARANG : 2 Siswa SMK Pembunuh Sopir Taksi Online Dihukum Sesuai Tuntutan

PERAMPOKAN SEMARANG : 2 Siswa SMK Pembunuh Sopir Taksi Online Dihukum Sesuai Tuntutan

SOLOPOS.COM - Ilustrasi vonis hakim.(JIBI/Solopos/Dok.)

Perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online membuat dua siswa SMK di Semarang dihukum maksimal.

Solopos.com, SEMARANG — Sidang dua siswa SMK di Semarang yang didakwa merampok lalu membunuh Deny Setiawan, pengemudi taksi online, Selasa (27/2/2018), sampai pada penjatuhan vonis. Sidang digelar terbuka untuk umum di di Pengadilan Negeri Semarang.

Sidang dengan dua terdakwa Ibr, 15, dan Dir, 15, dipimpin oleh hakim tunggal Sigit Harianto. Puluhan personel anggota Polrestabes Semarang bersenjata lengkap berjaga di depan ruang sidang utama, tempat digelarnya sidang perkara itu.

Para pengunjung sidang, termasuk kerabat korban memenuhi ruang sidang. Sidang digelar secara terpisah, dengan terdakwa Idr menjalani persidangan terlebih dahulu. Hakim menjatuhi kedua pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap taksi online di Semarang itu sesuai tuntutan jaksa.

Dalam vonis yang dibacakan hakim tunggal Sigit Harianto Ibr dijatuhi hukuman 10 tahun, sedangkan Dir dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara. Hakim Harianto menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti telah merencanakan pembunuhan yang disertai dengan pencurian itu. "Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan sengaja," kata Sigit dalam sidang yang berlangsung terbuka untuk umum itu.

Tindak pidana tersebut bermula dari ajakan Ibr untuk mencari pengganti uang sekolah Rp510 ribu yang sudah selama tiga bulan belum dibayarkan. Terdakwa Ibr mengajak Dir untuk merencanakan tindak pidana tersebut yang sudah direncanakan sebelumnya.

Keduanya sengaja memilih taksi daring sebagai korbannya karena mudah dieksekusi. Adapun perencanaan yang dilakukan terdakwa, antara lain Ibr menyiapkan pisau sepanjang 40 cm sebelum beraksi.

Menurut hakim, kedunya juga sudah menyiapkan posisi duduknya di dalam mobil. Terdakwa Dir sengaja duduk di sebelah kiri korban, sedangkan Ibr duduk di kursi tengah mobil, di belakang korban.

Terdakwa Dir berperan mengajak korban mengobrol, sedangkan Ibr pelaku yang menghunuskan pisau ke leher korban. "Terdakwa juga sengaja membayar ongkos taksi Rp22.000, kurang dari yang seharusnya," katanya.

Terdakwa berpura-pura mengajak korban untuk mencari rumah bibinya dengan alasan untuk meminta tambahan uang untuk membayar ongkos taksi Rp44.000. Korban Deny Setiawan dibunuh di Jl. Cendana Selatan IV, Tembalang, Kota Semarang.

Dua telepon seluler dan mobil milik korban dibawa kabur oleh pelaku. "Pelaku berencana menjual mobil jika situasi dirasa sudah aman," katannya.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun penuntut umum sama-sama menyatakan pikir-pikir. Sesudah sidang, kedua terdakwa langsung dibawa ke mobil tahanan untuk dibawa kembali ke lembaga pemasyarakatan. Selanjutnya, kedua terdakwa yang masih di bawah umum tersebut akan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Sebelum Meninggal Kecelakaan, Calon Pengantin Asal Purwantoro Wonogiri Sudah Diingatkan Ortunya

Gadis asal Purwantoro, Wonogiri, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat berangkat kerja sepekan sebelum hari pernikahan.

Waduh! Capaian Vaksinasi Dosis Pertama di Jateng Baru 28,95%

Sedangkan untuk dosis kedua baru sekitar 22,07% dari total target 24,3 juta orang.

Terbangkan Balon Udara Petasan, 17 Remaja di Madiun Diamankan Polisi

Belasan remaja ini berhasil ditangkap polisi setelah dilakukan penelusuran terhadap video yang viral di media sosial.

1.762 Kendaraan Masuk Karanganyar Selama Operasi Ketupat Candi, 286 Diminta Putar Balik

Sebanyak 1.762 kendaraan menggunakan pelat nomor luar Jawa Tengah masuk ke Kabupaten Karanganyar selama operasi Ketupat Candi Kamis hingga Senin (6-17/5/2021).

Balon Udara Dengan Petasan Meledak Di Klaten, Penyidik Kemenhub Turun Tangan

Kementerian Perhubungan mengirimkan penyidik sipil dari Ditjen Perhubungan Udara untuk menangani kasus balon udara meledak di Klaten.

Waduh, Sehari 9 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Di Sragen

Sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sragen meninggal dunia dalam sehari berdasarkan data pada Selasa (18/5/2021).

Melepas Rindu, Kristina Selalu Makan Menu Ini Saat di Pemalang

Pedangdut Ibu Kota, Kristina, kerap menyambangi kampung halamannya di Pemalang terutama saat Lebaran. Di kampung halaman inilah Kristian menikmati aneka kuliner khas pantai utara Jawa.

Pekerjakan Bocah, Pemilik Warung Apung di WKO Boyolali Terancam 10 Tahun Penjara

Pemilik warung apung di WKO Kecamatan Kemusu, Boyolali, Kardiyo, ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam tragedi perahu terbalik.

Larangan Mudik Rampung, Terminal Purboyo Madiun Mulai Ramai

Terminal Tipe A Purboyo Kota Madiun mulai didatangi penumpang yang akan bepergian.

­ Perahu Terbalik di WKO Boyolali Mestinya Buat Angkut Pupuk & Pakan Ikan

Perahu yang terbalik di Waduk Kedungombo (WKO) kawasan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mestinya dipakai angkut pupuk dan pakan ikan.

Ada 738 Formasi CPNS dan PPPK di Pemkot Solo, Berikut Daftarnya

Pemkot Solo mendapatkan jatah 738 formasi calon pegawai negeri sipil atau CPNS atau yang sekarang disebut calon aparatur sipil negara (CASN) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) pada rekrutmen tahun ini.

Aturan Karantina Pemudik di Solo Technopark Diperpanjang Sampai 24 Mei

Aturan karantina di Solo Technopark bagi pemudik atau pelaku perjalanan yang tak membawa SIKM dan surat bebas Covid-19 diperpanjang.