PERAMPOKAN KLATEN : Salah Satu Perampok SMKN 1 Trucuk Klaten Ternyata Perangkat Desa

 Ilustrasi perampok (JIBI/Solopos/Dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perampok (JIBI/Solopos/Dok.)

Perampokan Klaten, tepatnya di SMKN 1 Trucuk belum lama ini, mulai menemukan titik terang. Tiga dari lima pelaku diringkus polisi.

Solopos.com, KLATEN — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten menangkap tiga dari lima perampok di SMKN 1 Trucuk, Klaten, Minggu (11/1/2015) dini hari. Dari tiga orang pelaku itu, salah satunya seorang perangkat desa di wilayah Kecamatan Polanharjo yang diduga menjadi otak kejahatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com dari Satreskrim Polres Klaten, tiga pelaku tersebut Sumarmo, 39, warga Glagahwangi, Polanharjo, Klaten; Iwan Gunawan, 47, warga Bantargadung, Sukabumi; dan Aris Irawan, 32, warga Siswodipuran, Boyolali. Sedangkan dua pelaku lainnya yang masih dalam pencarian polisi adalah Sf dan Cr.

Penangkapan berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat jika lima pelaku hendak melakukan aksinya pada 13 Januari lalu sekitar pukul 22.30 WIB. Anggota Satreskrim Polres Klaten dibagi menjadi dua tim yang bertugas untuk mengikuti gerak para pelaku dan berjaga di tempat mereka berkumpul di rumah Sumarmo.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (14/1/2015), para pelaku diikuti hingga wilayah Kulonprogo menuju Purworejo. Saat mengikuti pelaku, tiba-tiba polisi kehilangan jejak dan sekitar pukul 03.30 WIB mobil para pelaku ditemukan sedang parkir di SPBU Bayan, Purworejo. Sumarmo yang mengemudikan mobil itu ditangkap dan diminta menunjukkan dimana para pelaku lainnya.

Sumarmo pun menunjukkan jika rekannya sedang mencuri di STIKES Purworejo. Polisi pun langsung ke lokasi dan memergoki para pelaku mencuri sejumlah peralatan elektronik. Empat pelaku yang mengetahui kedatangan polisi berupaya melarikan diri. Dua orang berhasil kabur dan dua orang lainnya ditembak polisi di bagian kaki dan pantat.

“Tiga pelaku lalu kami bawa ke Mapolres Klaten untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Akhirnya, para pelaku mengakui perbuatannya jika pernah mencuri dengan kekerasan di SMKN 1 Trucuk. Setelah menemukan pelaku, kami juga menggerebek lokasi kumpul mereka. Tetapi kami hanya mendapati barang bukti berupa dua unit laptop dan dua unit televisi,” kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Fachrul Sugiarto, saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Senin (19/1/2015).

Ia pun mengembangkan kasus itu dan para pelaku pernah melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Boyolali dengan modus yang sama. Para pelaku mengancam petugas keamanan di lokasi yang menjadi target kemudian mengancam korban dengan senjata tajam. Mereka juga mengikat tubuh korban dengan sarung dan menutup mulutnya dengan lakban.

“Informasi ini kami peroleh dari masyarakat karena Sumarmo yang merupakan perangkat desa di wilayah Kecamatan Polanharjo itu sering mengundang orang yang tidak dikenal di rumahnya. Alasan mereka melakukan aksi itu karena masalah ekonomi. Tapi, kami juga mendapat informasi jika sebelumnya mereka pernah melakukan aksi kejahatan yang sama. Kasus ini masih kami kengembangkan lagi,” ujarnya.

Menurutnya, para pelaku akan dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Sementara itu, Kapolres Klaten, AKBP Langgeng Purnomo, mengatakan penangkapan para pelaku diharapkan bisa menekan aksi kriminalitas di Klaten.

“Ini merupakan salah satu tindak lanjut dari informasi masyarakat yang kami terima melalui wadul Kapolres. Kami harap ini terus berlanjut sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam mencegah aksi kejahatan,” katanya, Senin.


Berita Terkait

Berita Terkini

BBM Satu Harga, Begini Foto-Foto Penyaluran BBM ke Pelosok di Sulsel

Pengiriman bisa mencapai satu minggu lebih disaat hujan deras untuk menjangkau SPBU

Berapa UMK Solo 2022? Berikut UMK di Soloraya 10 Tahun Terakhir

Diprediksi persentase kenaikan upah minimum pada 2022 berpotensi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

3 Bulan Usaha Bisnis, Mahasiswa Malah Terjerat Pinjol Ilegal Rp19 Juta

Untuk menutupi utang dari pinjol ilegal itu ia meminjam di tempat pinjol lainnya hingga mencapai 14 aplikasi dengan total pinjaman mencapai Rp19 juta.

Hore! BLT Subsidi Gaji Cair Lagi, Cek di Sini Siapa Tahu Namamu Masuk

BSU atau BLT subsidi gaji upah kembali cair untuk 1,7 juta penerima. Untuk mengeceknya kamu bisa melihatnya di sini!

Misha Radovic Kok Belum Dampingi Persis Solo, Ini Jawaban Kaesang

Persis Solo resmi menggunakan jasa pelatih asal Serbia, Misha Radovic sebagai Direktur Teknik Persis Solo setelah diumumkan pada pekan lalu.

Hii, Ada Makam Misterius di Trotoar Jalan Solo Baru Sukoharjo

Makam misterius di trotoar jalan utama Solo Baru dekat bundaran Patung Bung Karno, Tanjung Anom, Sukoharjo, terlihat masih terawat.

Krisis Air Bersih di Pesisir Kendal Makin Parah

Selain akses jalan yang masih bebatuan dan tanah, warga Dusun Mulyosari masih harus menghadapi krisis air bersih.

Selamat! Desa Ini Didapuk Jadi Desa Wisata Terbaik di Jateng

Desa Cikakak di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) didapuk sebagai desa wisata terbaik se-Jateng.

Pemkab Sragen Anggarkan Operasional Pintu Palang KA Bedowo di 2022

Dishub Sragen memastikan akan memasang pintu palang semi-elektronik di perlintasan KA Bedowo pada 2022.

Ikang Fawzi Turut Berduka atas Kepergian Oddie Agam

Sebagai sahabat, Ikang Fawzi tahu betul bagaimana semangat Oddie Agam dalam bermusik.

Polisi Tembak Polisi: "Kamu Sudah Sering Saya Ingatkan!" Doooor...

Sebelum akhirnya menembak HT menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara, pelaku dikatakan Hari, sempat menyampaikan sebuah kalimat yang berisi peringatan.

Melihat Produksi Motor Listrik Gesits Buatan Dalam Negeri

Motor listrik tersebut baru saja diekspor ke Senegal

Janggan Purbojati, Dalang Bocah Kulonprogo Maju Lomba Golek Nasional

Bocah 12 tahun asal Kulonprogo, Janggan Purbojati, akan mewakili DIY dalam perlombaan dalang anak dan remaja Wayang Golek tingkat nasional.

KSPI Karanganyar Tolak Bahas UMK 2022, Ini Alasannya

KSPI Karanganyar menilai PP No. 36/2021 tidak berpihak kepada pekerja.

SGS 2021 Tinggal 4 Hari Lagi, Buruan Tukar Poin Sebelum Ditutup!

Para pembeli pada ajang Solo Great Sale atau SGS diimbau segera menukar struk mereka dengan poin agar bisa mengikuti undian berhadiah rumah, mobil, dan lainnya.