PERAMPOKAN KLATEN : Rampok Berpedang Beraksi di Jalan Desa, 3 Orang Disabet

 Ilustrasi aksi kejahatan dengan senjata tajam atau sajam (JIBI/Dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi aksi kejahatan dengan senjata tajam atau sajam (JIBI/Dok)

Perampokan Klaten terjadi di jalan penghubung desa.

Solopos.com, KLATEN –Kawanan perampok bersenjata tajam (bersajam) berupa pedang beraksi di jalan penghubung Desa Pandanan-Desa Lumbung Kerep Kecamatan Wonosari, Kamis (31/3/2016) malam.

Tak hanya merampok uang senilai Rp35 juta, kawanan perampok bersenjata tajam (bersajam) itu juga nekat melukai tiga korbannya secara membabi buta.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, tiga korban perampokan sudah terbiasa mengantar ayam sayur dari Kleco, Solo, ke Lumbung Kerep setiap pukul 19.30 WIB. Hal itu berlangsung berturut-turut kurang lebih lima tahun.

Ketiga korban perampokan yang bertugas mengantar pesanan ayam sayur itu, yakni Edy Sumarno, warga Wonogiri; Eko Harjanto alias Kodok, warga Klodran, Colomadu, Karanganyar; Kusman Rohadi alias Brewok, warga Klodran, Colomadu, Karanganyar.

Seusai mengantar ayam sayur di Lumbung Kerep, Edy cs hendak pulang dengan mobil pikapnya. Mereka melintas di jalan penghubung Desa Lumbung Kerep-Pandanan sepanjang kurang lebih dua kilometer untuk sampai ke Jl. Pakis-Wonosari.

Edy bertugas sebagai sopir, Kodok yang duduk di jok tengah membawa tas selempang berisi uang, dan Brewok yang bertugas sebagai bongkar muat ayam sayur duduk di jok paling kiri.

Debog Pisang

Di tengah perjalanan tersebut, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan adanya dua buah gedebog pisang di tengah jalan. Padahal saat berangkat ke Lumbung Kerep, gedebog tersebut tidak ada di tengah jalan. Tak menaruh curiga, Edy langsung menghentikan laju mobilnya.

Dalam sekejap, mobil mereka dikepung kawanan perampok bersajam, dua perampok laki-laki dari arah depan mobil dan dua perampok laki-laki lainnya dari arah belakang mobil. Para perampok itu mengenakan helm berwarna gelap dan dua unit sepeda bebek saat beraksi.

Satu perampok langsung mengayunkan pedangnya dari kaca jendela mobil yang terbuka di bagian kanan. Satu perampok lainnya juga mengayunkan pedangnya secara membabi buta di kaca jendela bagian kiri.

Diduga, aksi ini untuk menakut-nakuti Edy cs agar segera menyerahkan tas selempang yang berisi duit. Sementara, dua perampok lainnya yang juga bersajam berjaga-jaga mengawasi kondisi di sekitar lokasi kejadian dengan sepeda motornya. Dua perampok yang berperan sebagai joki ini diyakini juga membawa sajam, yakni celurit.

Begitu memperoleh buruannya, yakni tas selempang berisi uang yang dikenakan Kodok, kawanan perampok melarikan diri ke arah Jl. Pakis-Wonosari. Akibat ayunan sajam para perampok itu, Edy mengalami luka gores di tangan kanan, Kodok mengalami luka di tangan kiri, Brewok terluka di perut dan tangan kiri.

“Kejadian perampokan itu setelah Pak Edy cs mengirim ayam ke tempat saya. Saya hanya tahu namanya Pak Edy, Pak Kodok, dan Pak Brewok. Pusat usahanya mereka berada di kawasan Kleco, Solo. Lukanya tak terlalu parah. Mereka langsung bisa pulang ke Solo. Tapi, uang mereka dibawa para perampok,” kata salah satu pemesan ayam sayur Edy cs yang juga warga Lumbung Kerep, Hartanto, saat ditemui Solopos.com, di kediamannya, Jumat (1/4/2016).

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Sehari Hanya Bisa Jangkau 400-500, Vaksinasi Warga KTP Solo Melambat

Masih ada 24.000-an warga ber-KTP Solo yang belum divaksin karena capaian vaksinasi melambat yakni dalam sehari hanya menjangkau 400-500 warga.

COP26 Sangat Strategis untuk Bersama-Sama Menyelamatkan Dunia

Pertemuan ini khusus membicarakan perubahan iklim dan strategi serta rencana negara-negara di dunia untuk menanggulangi.

Bacaan Doa Supaya Dimudahkan Segala Urusan, Bisa Dibaca Setiap Hari

Untuk mendapatkan kemudahan dalam segala urusan selain dengan berusaha juga berdoa seperti bacaan berikut.

Round Up: 10 Kasus Pembunuhan Tersadis di Klaten, 2 Ibu Jadi Ketua RT

Dari belasan kasus pembunuhan yang terjadi di Klaten sejak 2010, terdapat 10 kasus pembunuhan paling sadis.

Solopos Hari Ini: Meminta Keadilan untuk Gilang, Klaster PTM Capai 99

Harian Solopos Edisi Selasa (26/10/2021) mengangkat headline terkait meninggalnya salah satu mahasiswa UNS setelah mengikuti diklat di kampusnya.

Kompak Naik! Cek Harga Emas Pegadaian, Selasa 26 Oktober 2021

Harga emas 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Selasa (26/10/2021) kompak naik dari hari sebelumnya, baik untuk cetakan Antam maupun UBS.

Atta Halilintar Absen Nontong Langsung, PSG Pati Malah Menang Telak

PSG Pati berhasil mengandaskan Hizbul Wathan Football Club (HWFC) dengan skor 4-1 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Manahan.

Gempa Bantul Pagi Ini, Hanya Terasa 5 Detik

Gempa magnitudo 3,2 di tenggara Kabupaten Bantul hanya dirasakan selama lima detik.

Gempa Bumi M 3,2 di Tenggara Bantul, Pusat Gempa di Darat

Gempa bumi magnitudo 3,2 terjadi di sebelah tenggara Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (26/10/2021).

Pamungkas Gelar Konser Musik di Solo, Ini Tanggal dan Harga Tiketnya

Penyanyi Pamungkas yang terkenal dengan lagu To The Bone bakal menggelar konser musik di Solo. Catat tanggal dan harga tiketnya!

Mantap! 1.000 Warga Desa Madu Boyolali Sudah Divaksin Covid-19

Sebanyak 375 warga Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Boyolali mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua jenis Sinovac, Senin (25/10/2021).

Fabio Quartararo, Juara Dunia Baru Moto GP

Pembalap Yamaha Fabio Quartararo mengunci gelar juara dunia Moto GP 2021, Minggu (24/10/2021). Hal itu setelah dia finis keempat dalam balapan di Sirkuit Misano.

Kisah Kampung Matoa Boyolali Bermula dari Mantu

Melihat banyaknya pohon matoa di perkarangan rumah warga Karangduwet, besan dari Klaten menyebut kampung asal pengantin putri sebagai Kampung Matoa.

Doa Sebelum Bekerja Menurut Islam, Lengkap dengan Latin dan Artinya

Berikut ini terdapat doa sebelum bekerja menurut Islam yang dilengkapi dengan latin dan artinya supaya diberkahi Allah SWT.

Ultah Terakhir Putri Mako Sebagai Anggota Kekaisaran Jepang

Putri Mako merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada hari Sabtu (23/10), menandai ulang tahun terakhir yang dia miliki sebagai anggota keluarga kekaisaran Jepang.

Work from Coffee Shop Diminati, Benarkah Kopi Buat Otak Lebih Kreatif?

Ada sejumlah alasan work from coffee shop diminati, salah satunya adalah karena menjamurnya tempat-tempat ngopi estetik.