Anggota Inafis Polres Karanganyar dan Polsek Gondangrejo melakukan olah TKP perampokan di rumah Sadiman, 55, di Plosorejo, Jeruksawit, Karanganyar, Jumat (25/8/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Sebelum dirampok pada Jumat (25/8/2017), rumah penjaga sekolah Jeruksawit, Karanganyar, kerap disatroni maling. Solopos.com, KARANGANYAR -- Rumah warga Dukuh Plosorejo, RT 002/RW 003, Desa Jeruksawit, Gondangrejo, Sadimin, 60, disatroni perampok bersenjata senapan angin pada Jumat (25/8/2017) ternyata sudah beberapa kali kemalingan. Pada kasus terakhir itu, maling tepergok pemilik rumah sehingga mengakibatkan pemilik rumah terluka akibat tembakan senapan angin. Sadimin, pemilik rumah tersebut, memergoki pelaku dan berkelahi di dalam rumah. Pelaku diduga melepaskan sejumlah tembakan ke arah penjaga sekolah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tersebut. Akibat kejadian itu, Sadimin mengalami luka di bagian pelipis dan tangan. Pantauan Solopos.com di lokasi kejadian, sejumlah warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalan raya Plupuh-Mojosongo dekat jembatan jalan tol Solo-Mantingan II itu menyempatkan berhenti atau melambat. Mereka penasaran dan mencari informasi tentang kejadian itu. Istri dan kerabat Sadimin berada di teras rumah berpagar besi. Polisi tidak memperbolehkan siapa pun masuk rumah untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP) agar tak terkontaminasi dan menghilangkan bukti. Sejumlah barang di teras, seperti kursi masih terbalik. Pintu depan rumah terbuka sedikit dan lampu di teras menyala. Informasi yang dihimpun Solopos.com, kejadian bermula saat Sadimin pulang ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaan di SDN 01 Jeruksawit. Jarak sekolah ke rumah sekitar 500 meter. Sadimin pulang karena ada barang yang tertinggal. Saat sampai di depan rumah, dia melihat sepeda motor matic terparkir di depan rumah di luar pagar. Dia curiga dan memutuskan masuk pekarangan perlahan-lahan. Dia melihat pintu rumah terbuka padahal sudah dia kunci sebelum berangkat ke sekolah. Rumah Sadimin kosong saat kejadian. Istrinya berjualan di kantin sekolah sedangkan anaknya mengajar di sekolah yang sama. "Bapak [Sadimin] pulang karena katanya ada yang ketinggalan. Dia lihat pintu terbuka. Dia masuk. Sampai dalam lihat ada orang. Barang-barang acak-acakan. Gelut teng njero kalih teng halaman [berkelahi di dalam dan di halaman rumah]," kata kerabat Sadimin, Gunawan, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Jumat. Menurut Gunawan, rumah pamannya itu sudah sering disatroni pencuri. Sebelumnya pencuri mengambil sejumlah perhiasan. "Sudah beberapa kali. Yang ini tepergok. Pak Sadimin luka-luka. Tadi dibawa anaknya ke RS dr. Oen Solo. Kondisinya sadar. Katanya pelaku pergi ke utara, naik motor matic," tutur Gunawan. Setelah kejadian, Sadimin sempat kembali ke sekolah dalam kondisi terluka. Dia menemui anaknya, Desi Wulandari, 20, dan memberi tahu rumahnya dirampok. Sadimin dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim Inafis dan Satuan Reskrim Polres Karanganyar didampingi Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto, melakukan olah TKP. Mereka menemukan gotri yang diduga dimuntahkan dari senapa angin pelaku. Gotri warna emas itu ditemukan di dekat pagar rumah. Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan pelaku diduga masuk dari pintu samping rumah dekat kandang. Dia merusak pintu dari kayu. Pelaku langsung menuju kamar dan mengacak-acak barang-barang di dalam kamar. Saat itulah, Sadimin pulang dan memergoki pelaku. Kapolsek membenarkan pelaku dan korban sempat berkelahi. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit. "Kami dapat laporan dari warga pukul 09.10 WIB. Tim Inafis sudah datang cek dan olah TKP. Pelaku dan korban sempat berkelahi. Pelaku menembakkan senapan angin saat berupaya melarikan diri. Korban mengalami luka di tangan dan pelipis," tutur Kapolsek saat ditemui wartawan di lokasi kejadian. Pelaku diduga satu orang. Menurut informasi yang beredar, pelaku tidak mengenakan penutup wajah saat beraksi. "Kami belum meminta keterangan dari korban. Kalau memang enggak pakai penutup wajah, semoga korban masih ingat ciri-cirinya. Barang apa saja yang diambil dan berapa kerugian, nanti setelah Inafis selesai mengecek," ujar dia. Kapolsek menyinggung perihal lampu di teras rumah Sadimin yang menyala. Menurut dia, kondisi itu diduga menarik perhatian pelaku. "Lampu teras menyala. Itu seperti rumah yang kosong. Itu bisa mengundang orang jahat masuk rumah. Pelaku bisa jadi menduga rumah sedang kosong. Warga harus waspada terkait hal kecil yang bisa mengundang ulah orang jahat."  

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten