Anggota Inafis Polres Karanganyar dan Polsek Gondangrejo melakukan olah TKP perampokan di rumah Sadiman, 55, di Plosorejo, Jeruksawit, Karanganyar, Jumat (25/8/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Perampokan yang menyatroni rumah dan menembak penjaga sekolah di Jeruksawit, Karanganyar, membawa lari Rp10 juta. Solopos.com, KARANGANYAR -- Jajaran Polres Karanganyar belum menemukan titik terang selama menyelidiki kasus perampokan rumah dan penembakan penjaga sekolah di Jeruk Sawit, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (25/8/2017) pagi. Selain telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi dalam kejadian tersebut. Aksi perampokan terjadi di Plosorejo RT 002/RW 003, Jeruksawit, Gondangrejo, Jumat pukul 08.45 WIB. Selain melukai pemilik rumah, perampok membawa lari uang Rp10 juta. (Baca juga: Perampok Satroni Rumah di Jeruksawit, Satu Orang Tertembak) Korban perampokan, Sadimin, 60, memergoki perampok yang mengacak-acak rumahnya. Sadimin lalu terlibat baku hantam dengan perampok tersebut dan ditembak menggunakan senapan angin. Tembakan senapan angin itu mengenai pelipis dan tangan Sadimin sehingga harus dilarikan ke rumah sakit (RS). Sehari-harinya, Sadimin bekerja sebagai penjaga SDN 1 Jeruksawit. Status Sadimin di SDN 1 Jeruksawit, yakni pegawai negeri sipil (PNS). Perampok yang mengendarai sepeda motor jenis matic itu membawa kabur uang Sadimin senilai Rp10 juta. Sebelum itu, rumah Sadimin juga pernah dimasuki maling dan ia kehilangan perhiasan. “Kami belum dapat memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Saat ini, masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Gede Yoga Sanjaya, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, kepada Solopos.com, Sabtu (26/8/2017). Saat ditanya sudah berapa saksi yang dimintai keterangan polisi, AKP Gede Yoga Sanjaya tak menyebutkan secara detail. Pada kesempatan itu, AKP Gede Yoga Sanjaya hanya menjelaskan kondisi korban perampokan, Sadimin masih sehat. “Saksi yang kami mintai keterangan, di antaranya anak korban [Desi Wulandari],” katanya singkat. Saat Solopos.com, menghubungi Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto, telepon seluler (ponsel)-nya tidak aktif. Saat Solopos.com mengirim pesan singkat ke kapolsek, yang bersangkutan tak menjawab hingga Sabtu sore. Di waktu sebelumnya, AKP Sugeng Dwiyanto, mengatakan pelaku perampokan diduga masuk ke rumah Sadimin melalui pintu samping rumah. “Saat melarikan diri, pelaku menembakkan airgun [senapan angin],” katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten