Anggota Polsek Tasikmadu dan pegawai PD BPR Bank Daerah Karanganyar Kantor Kas Tasikmadu berdiri di depan kantor kas di Nglano, Tasikmadu, seusai perampokan pada Rabu (16/12/2015) sekitar pukul 08.30 WIB. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Perampokan Karanganyar, kantor kas Bank Daerah Karanganyar di Tasikmadu disatroni perampok. Solopos.com, KARANGANYAR--Perampok bersenjata tajam menyatroni kantor kas PD BPR Bank Daerah Karanganyar di Nglano, Tasikmadu, Rabu (16/12/2015) sekitar pukul 08.30 WIB. Perampok sempat menyekap salah satu teller kantor kas di kamar mandi saat melancarkan aksi. Perampok beraksi beberapa saat setelah kantor kas buka. Perampok menggasak uang tunai Rp95 juta dan melarikan diri. Uang disimpan di dalam tas dan diletakkan pada bagian bawah meja teller. Uang dibawa dua pegawai kantor kas dari kantor pusat PD BPR Bank Daerah Karanganyar. Rencana, uang itu untuk melayani nasabah. Nahas, uang berpindah tangan sesaat setelah kantor kas buka. Informasi yang dihimpun Solopos.com, tiga orang pegawai PD BPR Bank Daerah Karanganyar bertugas di kantor kas Tasikmadu. Mereka, dua teller kantor kas, Sutarmi, 51, dan Doso Anugroho, 42, dan satpam kantor kas, Aditya Auges Mahardhika Putra, 24. Sutarmi dan Doso membawa uang dari kantor pusat ke kantor kas mengendarai sepeda motor dengan berboncengan. Aditya bertugas membuka dan membersihkan kantor kas. Setelah itu, Sutarmi memberikan pelayanan di kantor kas sedangkan Doso dan Aditya pelayanan ke Pasar Nglano. Sutarmi melayani nasabah beberapa saat setelah buka. Nasabah itu menyetor uang. Setelah itu, seorang lelaki masuk ke kantor kas. Dia mengenakan helm kaca pelangi. Lelaki itu mendekati Sutarmi yang duduk di belakang meja. Dia memaksa masuk ke ruang teller. Dia mencekik leher Sutarmi menggunakan satu tangan. Tangan lainnya menodongkan senjata tajam serupa belati. Sutarmi lantas didorong dan dimasukkan ke kamar mandi. Pelaku menggondol tas berisi uang dan melarikan diri. Salah satu warga yang menjalankan usaha di dekat kantor kas, tetapi enggan menyebutkan nama itu menuturkan mendengar Sutarmi berteriak minta tolong. “Tulung, tulung, tulung. Dia kayak orang bingung. Teriak lagi di pinggir jalan. Trus bilang apa enggak jelas, blup, blup, blup [berusaha menirukan Sutarmi]. Dia lalu nunjuk-nujuk ke barat,” kata lelaki lanjut usia itu. Pelaku diduga lebih dari satu orang. Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, turun tangan. Orang nomor satu di Polres Karanganyar itu datang ke lokasi kejadian didampingi Kapolsek Tasikmadu, AKP Sodikun. Mereka bertemu tiga pegawai PD BPR Bank Daerah Karanganyar yang bertugas di kantor kas Tasikmadu. “Teller mengira lelaki [perampok] itu nasabah. Ya mau dilayani. Sekitar pukul 08.30 WIB suasana masih sepi. Lelaki itu memaksa masuk ke ruang teller. Teller ditodong belati lalu didorong ke kamar mandi. Pelaku lari membawa uang,” ujar Mahedi saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Rabu. Mahedi menjelaskan pelaku perampokan satu orang. Hal itu berdasarkan keterangan Sutarmi. Polisi masih memeriksa keterangan lima orang saksi. Mereka karyawan PD BPR Bank Daerah Kantor Kas Tasikmadu. Kapolres menduga pelaku sudah mengawasi dan mengintai situasi, kondisi, dan kebiasaan calon korban. “Pelaku hanya mengambil uang di dalam tas. Uang di meja teller enggak dibawa. Olah TKP dan pengumpulan keterangan. Modusnya pelaku sudah mengawasi calon korban cukup lama termasuk kebiasaan rutin,” tutur dia. Di sisi lain, Kapolres menyayangkan keamanan di kantor kas PD BPR Bank Daerah Karanganyar di Nglano, Tasikmadu. Pihak bank tidak memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV). Padahal, CCTV membantu proses penyelidikan apabila terjadi sesuatu hal. “Saya berharap pemilik kantor maupun perbankan memasang kamera CCTV. Itu dapat membantu mengungkap kasus atau bahkan mencegah upaya tindakan kriminal.”

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten