Garis polisi terpasang setelah aksi perampokan di CV Vinoli Karanganyar, Minggu (20/10/2013) malam.(Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
[caption id="attachment_458254" align="alignleft" width="370"]Garis polisi terpasang setelah aksi perampokan di CV Vinoli Karanganyar, Minggu (20/10/2013) malam.(Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos) Garis polisi terpasang setelah aksi perampokan di CV Vinoli Karanganyar, Minggu (20/10/2013) malam.(Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)[/caption] Solopos.com, KARANGANYAR -- Kawanan perampok menyatroni sebuah gudang minyak goreng milik CV Vinoli Makmur di Jl Lawu 17, Minggu (20/10/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Perampok berhasil menggasak uang di dalam brangkas senilai kurang lebih Rp980 juta setelah melumpuhkan anggota satpam yang tengah bertugas. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (21/10/2013) menyebutkan saat kejadian, gudang minyak goreng itu hanya dijaga seorang satpam bernama Heri Winarno. Saat bertugas, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu gerbang hingga beberapa kali. Heri lantas menemui tamu tersebut dengan melongok di jendela kecil yang terdapat di pintu gerbang. Tamu tersebut hendak menukarkan uang namun ditolak Heri lantaran kantor tutup. Tak berselang lama, tiba-tiba Heri dikagetkan seseorang yang kembali mengetuk-ngetuk pintu gerbang hingga beberapa kali. Tamu tersebut juga hendak menukarkan uang. Heri hanya membuka sebagian pintu gerbang gudang. Heri meminta agar tamu itu datang kembali keesokan hari lantaran kantor tutup. Kemudian, tamu tersebut meminta nomor telepon kantor kepada Heri. Sejurus kemudian, Heri mengambil telepon genggamnya di dalam pos satpam. Kala itu, tamu dan temannya membuntuti dari belakang dan langsung melumpuhkan Heri. Ia dipukul di bagian kepala dengan benda tumpul hingga tak sadarkan diri. Setelah tersungkur, Heri langsung disekap oleh para pelaku di dalam pos satpam. Kaki dan tangannya diikat oleh para pelaku sementara mulutnya dilakban. “Beda orang antara tamu pertama dan kedua. Tamu kedua meminta nomor telepon kantor, saya langsung kembali ke pos satpam mengambil telepon genggam. Tahu-tahu saya ditodong dengan pisau dan dipukul dari belakang dan disekap. Tangan dan kaki saya diikat,” ujar Heri saat ditemui wartawan, Minggu malam. Setelah dipukul, Heri tak sadarkan diri di pos satpam. Sementara para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari dua orang dengan leluasa mengacak-acak ruangan kantor. Para pelaku langsung menuju ruangan tempat penyimpan brangkas di dalam ruang kasir. Para pelaku merusak brankas menggunakan las listrik yang telah disiapkan. Para pelaku langsung menyikat uang di dalam brankas dan segera melarikan diri. Uang yang dibawa para pelaku sempat tercecer tepat di depan pintu gerbang gudang senilai Rp2.600.000. “Saya tak tahu jam berapa saat sadar. Saya langsung bergegas ke pintu gerbang dengan jalan tergopoh-gopoh untuk meminta tolong warga setempat. Polisi datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya. Sementara Kasatreskrim Polres Karangayar, AKP Agus Sulistyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, mengatakan pihaknya masih memperdalam penyelidikan kasus perampokan tersebut. Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian termasuk satpam dan karyawan perusahaan tersebut. Selain itu, pihaknya  masih memeriksa  beberapa kamera closed-circuit television (CCTV) yang dipasang di dalam area gudang minyak goreng tersebut.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten