Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, (tengah), didampingi Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Rahmad Ashari, (kiri), dan Kasubbag Humas Polres Karanganyar, AKP Rochmat, (kanan), menunjukkan barang bukti perampokan yang menimpa sopir truk salah satu perusahaan makanan yang diawetkan, Rabu (30/3/2016). (Sri Sumi H/JIBI/Solopos)
Perampokan Karanganyar dilakukan empat orang, dua di antaranya berhasil di ringkus polisi. Solopos.com, KARANGANYAR -- Truk bermuatan daging ayam olahan (nugget)  dirampok saat parkir di depan Toko Kurnia Motor, di Jalan Raya Solo-Kebakkramat, Sroyo, Jaten, Karanganyar, Sabtu (26/3/2016) pukul 01.00 WIB. Dua perampok berhasil dibekuk polisi. Informasi yang dihimpun Solopos.com, dari Polres Karanganyar, kejadian bermula saat sopir truk Dyna warna merah plat nomor B 9891 GYV, Paimin, 47, melepas lelah dengan tidur di tepi jalan Solo-Kebakkramat tepatnya di depan toko Kurnia Motor di Sroyo, Jaten pada Sabtu (26/3/2016) pukul 01.00 WIB. Warga Ngargoyoso, RT 001/RW 003, Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar itu tidur karena mengantuk setelah menempuh perjalanan dari PT Belfoods Indonesia di Citra Indah Kav 1&2 Jalan Raya Jonggol Km 23,3 Sukamaju Jonggol Bogor Jawa Barat pada Jumat (25/3/2016) malam. Sopir ekspedisi PT Bangun Perkasa Ekspress (BPE) itu hendak membawa 329 dus nugget menuju CV Harmahera Satria Niaga di Kediri, Jawa Timur. Paimin mengantuk setelah melintasi Palur pada Sabtu (26/3) pukul 01.00 WIB. Dia memutuskan beristirahat di tempat yang agak terang. "Saya ngantuk pas lewat Palur. Saya menepi mau cari tempat agak terang untuk tidur. Itu parkir di depan bengkel. Tidur setengah jam tiba-tiba didatangi dua orang. Saya kaget, sempat teriak sekali," kata Paimin saat berbincang dengan Solopos.com di Mapolres Karanganyar, Rabu (30/3). Paimin bercerita salah seorang pelaku menuduh dirinya menggoda istri pelaku. Bahkan, Paimin ditanyai sudah berapa kali datang ke warung milik istrinya. Ternyata hal itu hanya modus supaya Paimin lengah. Saat itulah kunci roda mengayun ke kepala Paimin. "Kepala saya dipukul sama temannya. Mukul dari kanan saya. Hla saya enggak kenal dengan mereka kok tiba-tiba menuduh saya selingkuh sama istrinya. Itu hanya modus. Saya sempat melawan tapi kalah. Tempat duduk sopir kan sempit," ujar dia. Dibuang Dua pelaku itu membekap mulut Paiman menggunakan lakban warna hitam. Lalu ditutup lagi menggunakan lakban warna cokelat. Tidak berhenti sampai disitu, pelaku menutup mata korban menggunakan lakban. Setelah itu, pelaku mengikat pergelangan tangan dan kaki korban menggunakan lakban. "Saya dibopong. Entah mau dibawa kemana. Tahu-tahu rasanya sudah ditidurkan di tempat duduk seperti mobil. Di dalam, saya masih dihajar pelaku. Lalu masih ditanyai dan dituduh neka-neka," ujar dia. Penderitaan Paimin tidak berhenti sampai di situ. Dia ditinggal di tepi jalan di Sumowono, Kabupaten Semarang. Setelah merasa aman, dia berusaha membuka lakban penutup mata dan mulut. Dia meminta pertolongan warga sekitar. "Saya sempat dibawa ke Puskesmas lalu ke kantor polisi. Saat meminta tolong ke warga itu, rata-rata mereka takut. Kondisi saya berlumuran darah dan mereka takut menjadi saksi. Setelah itu saya menghubungi atasan. Dan saya pulang ke Karanganyar," cerita dia. Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, didampingi Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Rahmad Ashari, dan Kasubbag Humas Polres Karanganyar, AKP Rochmat mengatakan dua pelaku, Slamet, 33, tercatat sebagai warga Desa Pule, Kecamatan Mayong, Jepara dan Muhammad Zein, 22, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Marbo Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Medan, berhasil diringkus Polres Karanganyar. Dua komplotan perampok itu ditangkap di Jepara, tepatnya di Desa Mindahan, Kecamatan Bete Alit, Kabupaten Jepara pada Minggu sekitar pukul 21.00 WIB. Dua pelaku lainnya, T, 50, warga Demak dan M, 40, warga Jepara masuk daftar pencarian orang.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten