PERAMPOKAN BOYOLALI : Identitas Pelaku Perampokan DPPKAD Buram, Polres Bentuk Tim Gabungan

 Polisi melakukan olah TKP di kantor DPPKAD Boyolali.(Dok/Solopos)

SOLOPOS.COM - Polisi melakukan olah TKP di kantor DPPKAD Boyolali.(Dok/Solopos)

Polisi melakukan olah TKP di kantor DPPKAD Boyolali.(Dok/Solopos)

Polisi melakukan olah TKP di kantor DPPKAD Boyolali.(Dok/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Jajaran Polres Boyolali harus bekerja keras demi mengungkap identitas kawanan perampok yang beraksi di Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) setempat, Rabu (17/7/2013). Tim gabungan pun dibentuk untuk menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.

”Kami sudah menunjuk tim gabungan. Sementara ini masih dalam penyelidikan. Kami masih mendalami kasus ini lebih lanjut,” ujar Kasatreskrim ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (18/7/2013).

Kasatreskrim menambahkan sejauh ini pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, baik saksi korban maupun saksi lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Termasuk di antaranya, pekerja yang memasang dan memperbaiki pintu ruang penyimpanan brankas di ruang sekretariat kantor DPPKAD. Sebab sehari sebelum kejadian, pintu ruang penyimpanan brankas tersebut sempat diperbaiki agar lebih aman.

”Ada lima hingga tujuh saksi yang sudah kami mintai keterangan terkait kasus itu. Tapi masih akan kami kembangkan lagi,” tegasnya.

Kasatreskrim menyebutkan dari olah tempat kejadian perkara (TKP), diperoleh sejumlah jejak para pelaku, termasuk beberapa sidik jari. Namun diakuinya, pihaknya belum bisa mengungkap identitas mereka.

Disinggung kasus perampokan brankas yang pernah terjadi di Boyolali, salah satunya di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kasatreskrim mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah kawanan perampok DPPKAD itu ada kaitannya dengan pelaku perampokan brankas sebelumnya. Sekalipun diakuinya, modus pelaku memiliki kemiripan yakni membongkar brankas di tempat. Namun pihaknya belum bisa memastikan ada keterkaitan pelaku dari dua kasus tersebut.

“Memang ada kesamaan modus dengan perampokan brankas di Disdikpora, tapi belum tentu ada keterkaitan. Sehingga belum bisa dipastikan. Masih perlu penyelidikan lebih mendalam,” katanya.

Sebelumnya, Kantor DPPKAD Boyolali yang berlokasi di kompleks perkantoran terpadu Pemkab di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, disatroni kawanan perampok, Rabu (17/7/2013). Selain menggasak uang senilai Rp28,7 juta yang disimpan dalam brankas, mereka menyekap dua penjaga keamanan di kantor tersebut, Sugeng Mulyadi, 35 dan Purwanto, 37. Mereka juga mengambil Ipad dan dompet antara lain berisi uang Rp1,5 juta milik Purwanto, serta satu CPU CCTV di ruang lobi.


Berita Terkait

Berita Terkini

Horor! Ini Cerita Penyelam di Lokasi Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Lokasi tenggelamnya kapal Van der Wijck di perairan Lamongan tahun 1936 dikenal angker.

68 Siswa dan Guru di Solo Terpapar Covid-19, Sebagian Warga Luar Kota

Jumlah siswa dan guru yang terpapar Covid-19 di lima SD dan tiga SMP Kota Solo totalnya sebanyak 68 orang, di mana sebagian dari luar kota.

Harga Tiket Nonton Balapan WSBK di Sirkuit Mandalika Termurah Rp795.000

Ajang balap motor WSBK 2021 akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, The Mandalika, Lombok, NTB, pada 19-21 November mendatang.

Mahfud Md: 86 Persen Koruptor adalah Sarjana

Mahfud Md. membuat kesimpulan bahwa perguruan tinggi merupakan pencetak koruptor di Indonesia.

Unik! Bocah Ini Milik Nama Urutan Abjad, Panggilannya Tak Terduga

Ayah anak berusia 12 tahun itu sudah menyiapkan nama unik itu sebelum anaknya lahir dan mempunyai panggilan yang tak terduga.

Tambang Galian C Dikeluhkan Warga Desa Tegalmulyo Klaten

Keluhan itu sudah disampaikan ke pemerintah desa dan ditindaklanjuti bersama BPD setempat yang bersurat ke pengelola pertambangan.

Aksi Peringatan Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin di Solo

Mahasiswa menilai dua tahun berjalannya Kabinet Indonesia Maju justru mengalami kemunduran

Aturan Baru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Kereta

Anak usia di bawah 12 tahun bisa diajak naik pesawat hingga kereta api antarkota namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Saksi Kasus Korupsi Meninggal di Ruang Pemeriksaan Kejagung

Hanya berselang satu menit setelah duduk di ruang pemeriksaan, saksi mendadak kejang hingga tidak sadarkan diri.

Baru Dibeli, Seekor Sapi di Boyolali Tewas Tercebur Sumur

Suparmin baru saja membeli sapi itu dari pasar hewan di Kabupaten Grobogan.

Hore! Kabupaten Madiun Level 2, Sudah Boleh Piknik?

Pemkab Madiun belum mengizinkan tempat wisata beroperasi padahal Kabupaten Madiun masuk daerah yang menerapkan PPKM Level 2.

Berukuran Seperti Bola Softball, Hujan Es di Australia Pecahkan Rekor

Biro Meteorologi Australia mengkonfirmasi salah satu hujan es berukuran lebar 16 cm itu menjadikannya hujan es terbesar yang pernah dikonfirmasi di seluruh Australia.

Enam Strategi Indonesia Mencapai Netral Karbon pada 2060

Pemerintah merumuskan enam strategi mencapai netral karbon atau net zero emission pada 2060. Salah satunya adalah pemanfaatan energi nuklir.

Dukung Mulok, Dewan Pendidikan Sragen: Kini Jarang Siswa Berbahasa Jawa

Dewan Pendidikan Sragen sekolah bisa menerapkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kekhasan masing-masing daerah.

Klaster Covid-19 PTM Solo Meluas, Vaksinasi Anak Belum Jelas

Pemkot Solo belum bisa memastikan kapan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia di bawah 12 tahun karena masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan.

Inspektorat Panggil Pejabat Pemkab Madiun yang Telantarkan Istri Siri

Inspektorat Kabupaten Madiun memanggil pejabat Pemkab Madiun yang dilaporkan karena telah menelantarkan istri sirinya.