Pepujaning Ati, Lagu Kenangan Staso Prasetyo dengan Didi Kempot
Staso Prasetyo. (Solopos/Ika Yuniati)

Solopos.com, SOLO – Putra mendiang Didi Kempot, Staso Prasetyo, 20, merilis lagu ciptaannya berjudul Pepujaning Ati di kanal Youtube Andi Zate sepekan lalu. Meski terbilang pendatang baru, karyanya diapresiasi positif banyak pihak.

Sampai Sabtu (20/6/2020), sudah lebih dari 120.000 warganet menyaksikan video klip tersebut. Lagu tersebut merupakan karya yang cukup sentimentil bagi Staso Prasetyo.

Pepujaning Ati ditulis pada 2018 saat Staso Prasetyo masih duduk di bangku sekolah. Kala itu mendiang Didi Kempot membantu mengoreksi lagu ciptaan Staso. Beberapa hari selesai ditulis, dia langsung rekaman di salah satu studio musik Sragen bersama ayahnya.

“Bapak ya menemani. Waktu itu rekaman dilakukan berulang kali sampai seharian,” kenangnya saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (17/6/2020).

Obat Dexamethasone Belum Dipakai untuk Pasien Covid-19 di Solo

Selesai rekaman, Staso Prasetyo tidak langsung merilis lagu terbaru Pepujaning Ati. Kala itu dia belum terlalu berminat meneruskan jejak sang ayah di industri musik dan memilih menyimpan karyanya.

Rencananya lagu tersebut dinyanyikan duet antara Staso Prasetyo dengan Didi Kempot. Namun, sang maestro sudah tutup usia sebelum cita-cita itu terwujud.

Meninggalnya Didi Kempot menjadi titik balik bagi kehidupan Staso Prasetyo. Dia berjanji merealisasikan keinginan sang ayah untuk menekuni seni tradisi. Lagu Pepujaning Ati digarap dengan serius. Dia lantas membuat video klip dan merilisnya sepekan lalu.

“Itu suara saya di rekaman pertama pas sama bapak. Awalnya mau rekaman lagi yang baru tapi saya enggak mau, pakai itu saja karena banyak kenangannya,” terang Staso.

Jarang Disorot, Ini Sosok Dian Ekawati Istri Didi Kempot

Kolaborasi

Semangat Staso untuk mengikuti karier sang ayah tampaknya bukan isapan jempol belaka. Setelah Pepujaning Ati, ia bakal merilis beberapa lagu lain yang juga ditulis sendiri.

Beberapa waktu lalu Satso Prasetyo menggandeng penyanyi asal Kediri Happy Asmara untuk membuat video duet Pepujaning Ati. Karya tersebut bakal dirilis dalam waktu dekat.

Staso mengatakan sampai hari ini belum ada keinginan menyanyikan ulang lagu ciptaan Didi Kempot. Ia ingin mandiri dalam berkarya, meniti karier dari nol seperti mendiang ayahnya.

“Kalau pesan bapak nyanyi pakai hati, berkarya yang bagus, dan rendah hati jangan milih-milih teman,” kenangnya.

Kisah Keluarga Miskin 5 Tahun Tinggal di Bekas Gudang Es Angker di Jajar Solo

Lebih lanjut, Staso mengatakan lagu-lagu ciptaannya kebanyakan dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Misalnya Pepujaning Ati menggambarkan perasaan sepesang kekasih yang sedang kasmaran.

Mereka saling merindukan karena tidak selalu bertemu. Oleh karena itu Didi Kempot pernah mengusulkan judul lagunya diganti Kangen. Namun Staso menolak karena ingin merilis karya sesuai dengan keinginannya sendiri.

Meski baru memulai karier, Staso optimistis melanjutkan langkahnya di dunia musik seperti sang ayah, Didi Kempot. Lulusan seni karawitan di SMKI Solo ini bercita-cita bisa membawa karya-karyanya hingga level nasional bahkan luar negeri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho