Salah satu venue Peparprov Jateng 2018 (Solopos-Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Kontingen Kota Solo untuk sementara meraih 14 medali emas di hari pertama Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) III Jateng yang diselenggarakan di Kota Solo, Rabu-Jumat (14-16/11/2018). Jumlah itu masih bisa bertambah karena hingga Rabu (14/11/2018) malam belum semua hasil perlombaan dilaporkan.

Empat dari 12 medali emas itu dipersembahkan dari cabang olahraga (cabor) tenis meja. Empat medali emas dari cabor tenis meja tersebut masing-masing dipersembahkan pasangan Osita Muslimi/Andri dari kelas double 35, Sugito/Warti dari kelas C-610, Abdul Latif/Deni dari kelas tim 68 putra dan Wawan Widiantoro/Sugito dari kelas 10.

“Di babak final, peraih emas dari Kota Solo ini bertemu wakil dari Klaten. Boyolali, Wonogiri dan Cilacap. Dari cabor tenis meja, Solo menargetkan 10 medali emas. Jadi, masih kurang 6 medali emas lagi. Harapan kami, target bisa meleset ke atas,” ujar Wakil Ketua National Paralympic Committee (NPC) Cabang Solo, Suwarno, kepada Solopos.com, Rabu petang.

Suwarno menjelaskan total ada 32 medali emas dari cabor tenis meja yang diperebutkan di Peparprov Jateng kali ini. Dia optimistis target 10 medali emas dari cabor tenis meja itu bisa tercapai. Menurut Suwarno, beberapa kontingen yang berpotensi menjadi batu sandungan Kota Solo dalam merealisasikan target perolehan medali adalah Cilacap, Sukoharjo dan Wonosobo.

“Kota Semarang tidak masuk perhitungan karena tidak mengirimkan wakil di cabor tenis meja ini,” papar Suwarno.

Selain dari cabor tenis meja, 5 medali emas diraih cabor atletik, 2 medali emas dari panahan dan satu medali emas dari angkat berat. Hingga Rabu malam, Suwarno belum mendapat laporan terkait hasil dari perlombaan cabor lain. Dengan begitu, perolehan medali di hari pertama tersebut kemungkinan besar masih bisa bertambah. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten