Penyisiran Temukan 40an ODCB, 1 Yoni Tepat di Jalur Tol Solo-Jogja Wilayah Klaten
Pekerja melakukan proses penyelidikan tanah di wilayah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Minggu (20/9/2020). Penyelidikan tanah itu untuk rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo.(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Tim Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten merampungkan penyisiran objek diduga cagar budaya atau ODCB di desa-desa terdampak jalan tol Solo-Jogja.

Dari puluhan desa yang didatangi tim, ada ODCB yang berada pada jalur tol Solo-Jogja, berdekatan dengan titik terluar, serta ada yang dikhawatirkan rusak saat proyek pembangunan berlangsung.

Penelusuran ODCB yang dilakukan Disparbudpora Klaten bersama Klaten Heritage Community (KHC) dilakukan sejak 24 September 2020. Penelusuran itu menemukan 40an ODCB di 27 desa yang dilewati tol.

Sudah Disahkan, Ini Pasal-Pasal Kontroversial dalam UU Cipta Kerja

Namun, hanya ada beberapa ODCB yang berdekatan serta berada pada jalur tol. Ada satu ODCB yang berada pada jalur tol yakni yoni yang berada di area persawahan Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo.

Di dekat yoni tersebut, ada gundukan tanah yang di dalamnya berisi tumpukan batu bata merah berukuran besar serta ribuan batu bolder.

Titik Terluar Trase Tol

Sementara, ada beberapa lokasi yang ODCB dan situs yang berada berdekatan dengan titik terluar trase tol. Seperti situs Wonoboyo di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan.

Di lokasi itu pernah ditemukan artefak emas dan perak pada 1990an yang kini disimpan di Museum Nasional. Di dalam tanah kawasan situs itu diperkirakan masih menyimpan ODCB lain.

UU Cipta Kerja Disahkan, Buruh Sukoharjo Khawatir akan Terjadi PHK Massal

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Budi Yuli Susilowati, mengatakan lokasi yang pernah ditemukan perhiasan kuno itu berjarak sekitar 30 meter dari titik terluar jalan tol.

“ODCB yang berada di dekat dengan trase tol itu dikhawatirkan bisa rusak saat proses pembangunan terutama ketika digunakan untuk lalu lalang kendaraan,” jelas Susi saat ditemui wartawan di Monumen Juang 45 Klaten, Senin (5/10/2020).

Susi menjelaskan hasil penelusuran ke desa-desa terdampak proyek tol Solo-Jogja itu bakal disampaikan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja.

Ini Cara Bikin Masker Kain yang Efektif Cegah Covid-19

Hasil itu diharapkan bisa menjadi bahan kajian agar proyek pembangunan jalan tol tak merusak atau bahkan menghilangkan potensi ODCB yang berada di sepanjang trase tol.

“Kami sudah minta ke PPK seandainya ternyata saat proyek pembangunan berlangsung ditemukan ODCB, kami minta agar segera menginformasikan ke dinas untuk dilakukan pengamanan,” jelas dia.

Terkait ODCB yang berada pada ruas jalan tol di wilayah Keprabon, Susi menjelaskan Disparbudpora Klaten sudah melayangkan surat ke BPCB Jateng. Dalam surat itu, Disparbudpora mengajukan izin peminjaman alat ground penetrating radar (GPR) untuk memastikan apakah masih ada potensi ODCB yang terpendam di dalam tanah sebelum ODCB berupa yoni dipindahkan.

Mayoritas Berada di Pinggir Jalan

Analis Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Avi Elsatyawira, mengatakan dari hasil penelusuran yang dilakukan, mayoritas ODCB berada di pinggir jalan.

Terkait kondisi itu, sejumlah warga sempat menginginkan agar ODCB yang tak terawat bisa dibawa oleh tim untuk diamankan. Namun, Disparbudpora terkendala tempat penyimpanan ODCB tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan selain ke BPCB, hasil penelusuran itu juga bakal dilaporkan ke pemkab. Terkait banyaknya temuan ODCB di Klaten termasuk yang berada di desa-desa terdampak tol, Nugroho berharap warga bisa ikut menjaga dan merawat ODCB tersebut.

“Kami imbau agar masyarakat segera melaporkan ke dinas jika di wilayah mereka ada aset berupa ODCB,” kata Nugroho.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom