Erick Thohir (Instagram-@erickthohir)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bakal mencopot direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk jika terbukti melakukan penyelundupan dengan sengaja melalui pesawat maskapai pelat merah tersebut.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia seri anyar Airbus 330-900neo yang terbang dari Prancis menuju hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) pada 17 November 2019 lalu diduga mengangkut boks kardus berisi barang selundupan.

Petugas Bea Cukai menemukan isi boks tersebut adalah suku cadang motor mewah Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda Brompton.

Mengetahui kasus ini, pendiri Mahaka Group ini pun menyerahkan penyelidikan kepada pihak Bea Cukai.

Fantastis! Mobil Dinas Baru Bupati Karanganyar Jeep Rubicon Rp1,9 M

"Biarkan saja Bea Cukai melihat ada enggak kasus seperti yang dilaporkan. Kalau benar, ya [direksi] harus dicopot. Yang lebih baik sebelum ketahuan mengundurkan diri, seperti samurai Jepang. Ini kalau benar ya, kita juga mesti ada praduga tidak bersalah," ujarnya seusai menghadiri acara Markeeter Award di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dicopot Erick Thohir, Ini Dosa-Dosa Ari Askhara Sebagai Dirut Garuda Indonesia

Erick kembali menegaskan bahwa orang-orang yang menempati posisi tinggi di BUMN diharapkan bersikap profesional dan memiliki akhlak yang baik.

Pasalnya, orang-orang ini merupakan putra putri bangsa terbaik yang diberikan amanah untuk memimpin perusahaan negara.

Terungkap! Jafar Shodiq Tak Bergelar Habib

Selain itu, penting bagi pimpinan BUMN untuk memiliki loyalitas ke pemerintah dan bisa duduk bersama untuk mencari solusi.

Dia juga meminta pimpinan BUMN tidak saling mengkritik melalui media.

Prostitusi Pelajar SMP Bertarif Ratusan Ribu Terbongkar

"Saya juga enggak mau ada direksi yang keminter atau akal-akalan. Saya tidak perlu orang pinter, yang penting harus bisa solid bekerja sama dan gotong royong agar semua bisa pintar," ujar Erick.

Adapun, hingga saat ini Erick menyatakan belum ada rencana merombak jajaran petinggi Garuda Indonesia. Namun, Kementerian BUMN akan memantau proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Terkuak! Ini Rahasia Pijat Alat Vital Ala Mak Erot

"Kami tunggu, saya rasa Bu Sri Mulyani [Menteri Keuangan] sudah menginstruksikan kepada Bea Cukai untuk setransparan mungkin dan beliau turun langsung," tambah Erick.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan sebelumnya menyampaikan bahwa maskapai sudah menyampaikan prosedur formal yang berlaku umum atas ketibaan pesawat.

Khasiat Habbatussauda Diklaim Sembuhkan Segala Penyakit Kecuali Kematian

Barang-barang yang berada di pesawat sudah melalui proses pengecekan sesuai aturan. Seluruh penumpang juga sudah lakukan self declare atas barang bagasi bawaannya sesuai dengan aturan yang berlaku di kepabean internasional.

Ada Roti Jangkrik di Inggris, Rasanya Diklaim Lezat

Saat ini, dia menuturkan barang yang terdiri atas 15 kotak suku cadang motor dan dua kotak berisi sepeda sudah diamankan dan diperiksa petugas Bea Cukai. Barang tersebut merupakan milik penumpang yang sesuai dengan manifes pesawat.

Tips Siapkan Anak Agar Tak Iri dengan Kehadiran Adik Baru

Ikhsan menegaskan area Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia merupakan kawasan berikat atau bonded area. Semua unsur kepabeanan baik bea cukai dan imigrasi ada di sana dan bukan kawasan eksklusif.

GMF, lanjutnya, juga patuh terhadap aturan kepabeanan internasional yang berlaku.

Batik Modern, Trend Fashion Kekinian yang Kian Mendunia

Sementara itu, Kasubdit Humas Bea Cukai Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan seluruh barang tersebut adalah milik penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut. Penelitian mengenai status barang tersebut belum selesai dilakukan.

Sumber: Bisnis/JIBI


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten