Penyandang Disabilitas Palar Klaten Berdaya: Bentuk Komunitas Demi Gali Potensi Diri
Penyandang disabilitas berkumpul di Sanggar Seni Mewarnai Dunia di Palar, Trucuk, Klaten, Rabu (3/3/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten, berkomitmen akan terus meningkatkan pemihakan anggaran ke penyandang disabilitas di desa setempat, Rabu (3/3/2021).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemdes ke puluhan penyandang disabilitas di Palar.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, di Desa Palar terdapat 70 penyandang disabilitas. Puluhan penyandang disabilitas itu terdiri dari berbagai usia.

Baca juga: Ada Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah di Boyolali Siap-Siap

Dalam satu tahun terakhir, para penyandang disabilitas di Palar membentuk Komunitas Difabel Palar Sejahtera. Salah satu kegiatannya, yakni melukis di Sanggar Seni Mewarnai Dunia di desa setempat.

"Jumlah penyandang disabilitas di desa kami ada 70 orang. Itu terdiri dari kebayanan I, II, III. Kami mendukung penuh para penyandang disabilitas untuk terus menggali potensinya. Kami pun terus memberikan pemihakan ke teman-teman penyandang disabilitas. Awalnya, kami pihaki senilai Rp5 juta. Di tahun ini kami tingkatkan menjadi Rp8 juta. Kami pun siap meningkatkan anggarannya lagi ke depan," kata Kepala Desa (Kades) Palar, Soni Efandi, saat ditemui wartawan di desanya, Rabu (3/3/2021) pagi.

Respons Masyarakat Baik

Soni Efandi mempersilakan para penyandang disabilitas di desanya terus meningkatkan potensi diri. Hal itu harus dilakukan meski saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19.

Baca juga: 1.695 Prajurit TNI Divaksin Covid-19 akan Ditugaskan Jadi Tracer

Di setiap kegiatan diwajibkan menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

"Ini bagian dari pemberdayaan ke penyandang disabilitas. Respons masyarakat terkait kepedulian ini sangat baik. Kami berharap, semoga potensi teman-teman penyandang disabilitas terus digali. Nantinya hasil atau karya dari mereka juga bisa dijual sehingga memperoleh pemasukan," katanya.

Ketua Komunitas Difabel Palar Sejahtera, Nurbertus Trisno Nugroho, mengatakan salah satu kegiatan teman-teman penyandang disabilitas di desanya, yakni belajar melukis.

Baca juga: Lagi Memanen Padi, Buruh Tani di Sragen Tersambar Petir hingga Meninggal

Sepanjang menjalankan aktivitasnya, para penyandang disabilitas dipandu seorang mentor asal Delanggu, Pitut Saputra.

"Semua teman-teman penyandang disabilitas yang belajar melukis di sini berangkat dari nol. Selain dari Palar, ada juga penyandang disabilitas dari daerah lain yang belajar melukis di sini," katanya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom