Penyakit Mulut & Kuku Merebak, Peternak Sapi Wonogiri Bagikan Tips ini

Setiap peternak harus mengenali gejala-gejala sapi sakit atau jika belum memiliki wawasan banyak soal itu, dapat meminta bantuan dokter hewan untuk mengecek.

 Ilustrasi pemeriksaan hewan ternak. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemeriksaan hewan ternak. (Antara)

Solopos.com, WONOGIRI – Peternak sapi kawakan dari Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Teguh Topo, memberikan sejumlah tips kepada peternak lain untuk bertahan di tengah maraknya pemberitaan ihwal penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Menurutnya, keberadaan penyakit mulut dan kuku pada hewan itu memang benar adanya. Bersumber dari kawan peternak asal Jember, Mojokerto, hingga Gresik, dia mendapatkan informasi PMK pada sapi ternak memang sedang mewabah. Alih-alih khawatir hal itu berimbas pada sapi ternaknya, ia mengklaim kenyataannya PMK tak seganas dalam pemberitaan media.

PromosiAksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Meski begitu, sosok yang sudah berkecimpung di dunia peternakan sapi selama 11 tahun itu menyatakan bakal tetap berhati-hati. Teguh kemudian memberi sejumlah tips yang bisa dilakukan peternak sapi di Kabupaten Wonogiri khususnya untuk mengantisipasi perluasan penyebaran PMK pada sapi.

“Pesan saya ke peternak, kalau bisa dikurangi jumlah pembelian sapinya, tidak usah nambah dulu. Kalau misalnya udah menambah sapi, ditahan dulu jangan langsung dijual. Sebabnya karena selain untuk mencegah penyebaran penyakit, di sisi lain dengan kondisi yang sekarang ini bakal menyebabkan harga sapi cenderung turun,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (13/5/2022).

Dia juga membeberkan kiat yang juga bisa dilakukan peternak guna memastikan kesehatan sapi-sapi ternak mereka. Antara lain, katanya, setiap peternak harus mengenali gejala-gejala sapi sakit. Dan jika belum memiliki wawasan banyak soal itu, para peternak dapat meminta bantuan dokter hewan untuk mengecek terlebih dahulu sapi-sapi yang mau dibeli maupun dijual.

Baca juga: Mentan Pastikan Penyakit Mulut dan Kuku Tak Pengaruhi Iduladha 2022

Dalam hal itu, dia menerangkan setiap pasar hewan di Kabupaten Wonogiri memiliki pos ternak. Setiap peternak yang biasa berniaga di pasar hewan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membantu mengecek kesehatan sapi pada mantri pasar di pos ternak.

Sebagai informasi, Kecamatan Purwantoro menjadi salah satu kecamatan yang aktivitas jual-beli sapinya cukup tinggi. Setiap hari pasaran Pon, ratusan hingga ribuan ekor sapi didatangkan untuk diniagakan. Terkhusus pada pascalebaran Idulfitri hingga menjelang Iduladha, aktivitas jual beli sapi lebih tinggi dari waktu lainnya.

Belum Berpengaruh ke Harga

Hal itu, lanjutnya, turut memengaruhi naiknya harga sapi. “Sejak malam takbiran Idulfitri kemarin, harga sapi sudah mulai naik. Sampai sekarang, meskipun di tengah wabah PMK, harga sapi di pasar masih stabil tidak ada penurunan. Sementara ini belum berpengaruh [ke] harga, tapi saya enggak tahu di daerah lain seperti Jatim [Jawa Timur] seperti apa,” imbuhnya.

Baca juga: Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Serang Ribuan Sapi di Jatim

Lebih lanjut ia berharap, harga sapi khususnya menjelang Iduladha nanti tetap menunjukkan tren positif atau minimal tak mengalami penurunan harga. Salah satu siasatnya yaitu dengan mengecek rutin kesehatan sapi di pasar hewan hingga langsung ke kandang-kandang milik peternak.

Berdasar data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), populasi sapi potong di Kabupaten Wonogiri tertinggi ketiga se-Jateng. Dengan jumlah 170.365 ekor pada 2021 lalu, menempatkan Kabupaten Wonogiri di bawah Kabupaten Blora dan Grobogan pada posisi teratas.

Dari kenyataan tersebut, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mengklaim belum menemukan tanda-tanda PMK pada sapi di Kabupaten Wonogiri. Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, Sutardi, mengakui hal itu.

Baca juga: Temukan Kasus PMK, Masyarakat Wonogiri Bisa Melapor ke Polisi

“Sampai sekarang kami belum menemukan kasus PMK pada sapi di Kabupaten Wonogiri. Meski demikian, kami terus melakukan pengecekan ke peternak di 25 kecamatan di Wonogiri, untuk mengantisipasi penyebaran PMK,” ucap dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Pengecekan tersebut, sambungnya, tak hanya dilakukan ke pasar-pasar hewan saja, melainkan juga ke rumah-rumah peternak secara langsung.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Serba-Serbi Layanan Damkar Sragen, Buka "Jasa" Lepas Cincin Segala

Damkar Sragen mempunya tugas sampingan yakni menyediakan "jasa" melepas cincin bagi warga yang kesulitan melakukannya. Setidaknya sejak Januari-April 2022, ada 10 orang yang meminta bantuan Damkar untuk melepas cincin.

Wow, 4 Tanaman Hias Ini Dibarter dengan 1 Mobil Jazz di Sukoharjo

Angga mengaku berminat dengan tanaman philodendron domesticum tersebut lantaran warna daun yang keluar dari tanaman tersebut terbilang unik dan jarang ditemukan.

Babak Baru Kasus Penjebolan Tembok Keraton Kartasura, Ada Tersangka?

Kasus penjebolan benteng Baluwarti eks Keraton Kartasura, Sukoharjo memasuki babak baru. Status perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.