Penutupan Jalan, Penurunan Mobilitas Warga Solo 15,8 Persen

Penutupan jalan di Kota Solo selama Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali mampu menurunkan mobilitas masyarakat sebanyak 15,8 persen.

 Pengumuman penutupan Jl Sutan Syahrir Solo. (Istimewa/Satlantas Polresta Solo)

SOLOPOS.COM - Pengumuman penutupan Jl Sutan Syahrir Solo. (Istimewa/Satlantas Polresta Solo)

Solopos.com, SOLO—Penutupan jalan di Kota Solo selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali mampu menurunkan mobilitas masyarakat sebanyak 15,8 persen. Polresta Solo masih mengkaji analisis evaluasi setiap hari selama PPKM Darurat berlaku.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Senin (19/7/2021) mengatakan sejauh ini penurunan mobilitas di Solo mencapai 15,8 persen. Kajian itu untuk membahas pengetatan atau relaksasi di beberapa sektor.

“Kami masih terus evaluasi secara keseluruhan,” papar dia.

Baca Juga: Kunjungan Dadakan ke Solo, Mensos Risma Blusukan ke Kampung Baru

Sebelumnya, Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, mengatakan pada awal PPKM Darurat, penurunan mobilitas Kota Solo sempat mencapai 28 persen. Jumlah itu selalu fluktuatif setiap harinya. Hingga akhir masa PPKM Darurat ini, ada 8 ruas jalan Kota Solo yang ditutup. Jalan itu meliputi Jl. Sutan Syahrir, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Dr. Radjiman, Jl. Piere Tendean, Jl. Yos Sudarso, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Gatot Subroto, dan Jl. Adi Sucipto. Petugas turut mengantisipasi jalan tikus yang banyak digunakan pengguna jalan.

Kasatlantas menyebut petugas Satlantas Polresta Solo telah disiapkan berpatroli di jalan-jalan tikus. Ia meminta kesadaran masyarakat untuk tetap tinggal di rumah.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Saat Iduladha, SGM Serahkan Hewan Kurban

“Sekarang Pemerintah Pusat menggunakan teknologi untuk mengetahui lokasi-lokasi berkumpulnya warga,” papar dia.

Saat ditanya jika PPKM Darurat diperpanjang, ia memprediksi jalanan Kota Solo yang ditutup belum akan dibuka.

“Sepertinya iya [berlanjut],” papar dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.

Go Global, Kuliner Khas Solo Disiapkan dalam Kemasan Kaleng

Dengan kemasan kaleng, makanan bisa dibawa ke luar kota untuk oleh-oleh atau dijual ke pusat perbelanjaan luar negeri.

Kecelakaan Lagi, 1 Jam Terjadi 2 Tabrakan di Jalur Solo-Tawangmangu

Dua kecelakaan tunggal terjadi dalam tempo satu jam di Karanganyar. Untungnya tak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan tersebut.

Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Naik Kereta, Kalau di Bawah 5 Tahun Gimana?

PT KAI memperbolehkan penumpang anak-anak di bawah usia 12 tahun dan di bawah usia lima tahun atau balita untuk naik kereta api kembali.

Pemasaran Digital Dorong Pengembangan UMKM Rintisan di Masa Pandemi

Sejumlah pelaku UKM rintisan di Sragen terbantu dengan keberadaan platform digital dalam pemasaran produk mereka di masa pandemi Covid-19.

Catat! Tidak Boleh Makan, Minum, Telepon, dan Ngobrol Saat Naik Kereta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui aturan yang harus dipenuhi pelanggan saat naik kereta api di masa pandemi Covid-19, salah satunya terkait makan, minum dan ngobrol di kereta.

Hindari Bank Plecit, Ribuan Pedagang di Wonogiri Selamat dari Rentenir

PT BPR BKK Wonogiri menciptakan Kredit Mentari tidak hanya berotientasi pada keuntungan, tetapi guna membantu masyarakat.

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.