PENURUNAN DAYA BELI : DPR Ingatkan Jokowi Ancaman Chaos

PENURUNAN DAYA BELI : DPR Ingatkan Jokowi Ancaman Chaos

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo berdoa saat pelepasan Tim Nusantara Sehat di Istana Negara, Senin (4/5/2015) . (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu)

Penurunan daya beli sebagai dampak inflasi dikhawatirkan menimbulkan chaos. Presiden Jokowi diminta waspada.

Solopos.com, JAKARTA -- Pimpinan DPR meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewaspadai adanya aksi yang berdampak chaos akibat penurunan daya beli masyarakat yang kian masif.

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, mengatakan Presiden Jokowi harus mewaspadai adanya kisruh yang terjadi akibat turunnya daya beli masyarakat seperti pada 1998. “Meski bentuknya beda, Jokowi harus memikirkan dampaknya,” katanya di Kompleks Gedung Parlemen, Jumat (8/5/2015).

Taufik Kurniawan memaparkan kondisi ekonomi saat ini sudah lampu kuning atau dalam kondisi waspada. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, bahan pokok sudah mulai merangkak naik. “Pakar ekonomi juga memaparkan hal yang sama,” tegasnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan menteri-menterinya harus segera membat terobosan untuk menguatkan kembali daya beli masyarakat. “Faktor jangkar adalah bagaimana menguatkan daya beli masyarakat,” kata Taufik yang berasal dari Fraksi PAN itu.

Sementara itu, anggota Komisi I dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon mengatakan hal serupa. “Masalah ekonomi itu sepenuhnya tanggung jawab Jokowi sebagai nahkoda. Jangan lantas menyalahkan menteri-menterinya. Program Presiden bagaimana? Menteri kan tinggal menjalankan saja.”

Saat ini, menurutnya, pemerintah sangat lemah dalam menjalankan programnya. “Keterpurukan ekonomi itu fakta dan pemerintah belum mengambil sikap.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.