Penumpang Melonjak, Stasiun Madiun Perpanjang Layanan Swab Antigen

Sejak tren kasus positif Covid-19 menurun, terjadi lonjakan jumlah penumpang kereta api di Madiun.

Abdul Jalil
Minggu, 24 Oktober 2021 - 10:19 WIB

SOLOPOS.COM - Penumpang menunggu jadwal kereta mereka di Stasiun Madiun, Sabtu (23/10/2021). (Abdul Jalil/Solopos.com)

Solopos.com, MADIUN — Sejak tren kasus positif Covid-19 menurun, terjadi lonjakan jumlah penumpang kereta api di Madiun. Untuk mendukung itu, PT Kereta Api Indonesia memberikan layanan rapid test antigen selama 24 jam di Stasiun Madiun.

Seperti diketahui hasil negatif rapid test antigen menjadi salah satu syarat untuk naik kereta api. Saat jumlah penumpang meningkat, kebutuhan untuk melakukan rapid test antigen pun melonjak drastis.

Manajer Humas PT KAI Daops VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan terjadi peningkatan penumpang naik maupun turun dalam sebulan terakhir. Data menunjukkan selama 22 hari, dari tanggal 1 sampai 22 Oktober 2021, penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Besar Madiun sebanyak 20.465 orang.

“Perinciannya, penumpang yang naik sebanyak 10.487 orang atau sekitar 477 orang per hari. Sednagkan penumpang turun sebanyak 9.978 atau 454 ornag per hari,” kata dia, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga: 10 Berita Terpopuler: Solo Tak Jadi Daerah Istimewa, 2 Teman Berkelahi

Jika dibandingkan pada periode bulan sebelumnya, lanjut Ixfan, terjadi peningkatan dua kali lipat. Karena pada bulan sebelumnya jumlah penumpang naik dan turun rata-rata per hari hanya 200 orang.

Ixfan menuturkan dengan bertambahnya frekuensi perjalanan KA dan jumlah penumpang tentunya pelayanan juga harus ditingkatkan. Saat ini, di Stasiun Madiun telah membuka layanan tambahan rapid test antigen pada malam hari. Layanan ini khusus untuk setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu dengan jam operasi mulai pukul 23.00 WIB sampai 06.00 WIB.

“Untuk lokasinya masih tetap di sebelah timur loket stasiun. Layanan itu diberikan khusus bagi penumpang KA jarak jauh yang telah memiliki kode booking. Untutk tarifnya Rp45.000,” jelas Ixfan.

Baca Juga: Peringatan Hari Santri di Madiun, Upacara Hingga Bersepeda Bersama

Dia menegaskan di wilayah Daops VII hanya Stasiun Madiun yang menyediakan layanan rapid test antigen selama 24 jam itu.

Ixfan menjelaskan untuk saat ini pelayanan KA penumpang di Stasiun Madiun pada masa PPKM ini berjalan fluktuatif. Hal ini karena harus adaptif menyesuaiakan kebutuhan dan berdasarkan instruksi PT KAI Pusat Bandung.

Di wilayahnya, ada sebanayk 20 KA penumpang jarak jauh yang saat ini sedang melintas setiap harinya.

“Kami ketat dalam menjalankan protokol kesehatan, bukan hanya pegawai dan penumpang. Tetapi tenant-tenant yang berada di lingkungan stasiun juga wajib disiplin protkes,” kata dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif