Penumpang Kereta Api di Daop VII Madiun Anjlok Akibat Corona
Kondisi Stasiun Madiun, Selasa (24/3/2020). (Istimewa-PT KAI Daop VII Madiun)

Solopos.com, MADIUN — Jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop VII Madiun anjlok sejak wabah virus corona atau Covid-19 merebak. Pada Senin (3/3/2020), sedikitnya 773 penumpang membatalkan perjalanan untuk seluruh KA yang melewati wilayah Daop VII Madiun.

Kondisi sepinya penumpang kereta api ini terjadi sejak tanggal 18 Maret 2020 hingga sekarang. Bahkan jumlah penumpang yang membatalkan perjalanannya terus meningkat.

Pantauan di aplikasi KAI Access, Selasa (24/3/2020), banyak kereta api yang masih menyediakan tempat duduk pada keberangkatan hari yang sama. Padahal sebelum merebaknya virus corona, kereta-kereta tersebut sangat penuh. Semisal KA Logawa relasi Jember-Purwokerto, masih ada ratusan tempat duduk yang tersedia pada Selasa ini.

Pemkot Madiun Alokasikan Rp1,3 Miliar Untuk Tanggulangi Covid-19

Manajer Humas Daop VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan merebaknya virus corona juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang kereta api. Setiap hari ada ratusan orang penumpang yang membatalkan pemesanan tiket perjalanan.

“Pada tanggal 23 Maret 2020, jumlah penumpang yang membatalkan perjalanan ada sebanyak 773 penumpang. Kondisi seperti ini terjadi sejak tanggal 18 Maret, tapi awal-awal itu belum sebanyak ini pembatalannya,” jelas dia saat dihubungi Madiunpos.com, Selasa.

Ixfan menyampaikan PT KAI menerapkan kebijakan pengembalian penuh pembatalan tiket KA jarak jauh maupun lokal untuk perjalanan mulai 23 Maret hingga 29 Mei 2020. Hal ini sesuai dengan penetapan perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga 29 Mei 2020.

PDP Corona, Empat Santri Ponpes Ternama Magetan Dirawat Di Madiun

Kebijakan pengembalian penuh ini diterapkan untuk mendukung arahan pemerintah kepada masyarakat yang diminta membatasi kegiatan di luar rumah. Kalau sebelumnya penumpang yang membatalkan tiket akan dikenakan pemotongan sebesar 25%. Namun, mulai 23 Maret 2020 dana akan dikembalikan 100% di luar biaya pemesanan.

“Pembatalan dapat dilakukan secara online di aplikasi KAI Access atau secara langsung di Loket Pembatalan Stasiun Uang pembatalan akan dikembalikan dalam waktu 30-45 hari secara transfer atau tunai sesuai keinginan penumpang,” kata Ixfan.

Mengenai penumpang rombongan yang sudah menyerahkan uang muka dapat mengajukan pengembalian uang muka. Kemudian untuk rombongan yang belum mencetak tiket, diberikan sekali kesempatan untuk dapat mengajukan perubahan jadwal selama tempat duduk dan kereta penggantinya masih tersedia.

Dicurhati Pelajar di IG, Wawali Madiun: Berarti Mereka Stay Di Rumah

Selain kebijakan pembatalan tiket, PT KAI juga melakukan perubahan relasi perjalanan beberapa KA yang lewat Daop VII Madiun pada rentang 26 Maret hingga 30 April 2020. Tidak hanya dilakukan perubahan relasi, beberapa KA juga ditambahkan pemberhentiannya untuk dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang.

“Meski terdapat perubahan relasi perjalanan KA, KAI tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api dengan segala protokol pencegahan virus corona yang telah diterapkan,” jelasnya.

Beberapa KA yang mengalami perubahan relasi adalah KA Argo Wilis yang sebelumnya relasi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir kini menjadi Surabaya Gubeng-Bandung PP, KA Turangga sebelumnya relasi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir menjadi Surabaya Gubeng-Bandung PP, KA Mutiara Selatan relasi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir menjadi Surabaya Gubeng-Bandung PP, dan KA Malabar relasi Malang-Bandung-Gambir menjadi Malang-Bandung PP.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom