Penumpang Dipangkas Separuh, Tarif Bus Surabaya Naik 50%
Suasana Terminal Purbaya Madiun pada saat dibuka untuk pertama kali setelah ditutup karena Covid-19, Selasa (9/6/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Sejumlah perusahaan bus yang berasal dari Surabaya dan  Jawa Timur kembali beroperasi sejalan dengan berakhirnya pembatasan sosial berskala besar di Surabaya Raya. Mereka kini menaikkan tarif 50% karena pembatasan jumlah penumpang.

Sejak dibukanya Terminal Purbaya Madiun, baru ada beberapa perusahaan bus AKAP yang sudah beroperasi. Salah satunya yakni perusahaan bus Eka dan Mira. Bus relasi Surabaya-Solo-Jogjakarta-Semarang-Purwokerto itu mulai kembali mengangkut pelanggannya pada Selasa (9/6/2020).

Perusahaan bus ini berani beroperasi setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya Raya berakhir. Tetapi, operasional bus dalam masa masih pandemi Covid-19 ini pun harus mematuhi berbagai aturan.

Para Orang Tua, Ayo Coba Cara Mudah ini Untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak

Mandor Bus Eka dan Mira di Terminal Purbaya, Samsul Khudori, mengatakan tarif bus patas Eka ada kenaikan 50% dibandingkan tarif normal. Begitu juga dengan tarif bus Mira, namun kenaikannya lebih kecil.

"Yang tarif naik tinggi bus Eka. Naik 50%. Kalau biasanya Madiun-Jogja itu tarifnya Rp50.000. Tetapi sekarang Rp75.000," kata dia.

Naik karena Penumpang Dibatasi

Kenaikan tarif ini dilakukan karena adanya pembatasan jumlah penumpang. Setiap bus hanya diperbolehkan mengangkut 50% penumpang dari total kapasitas kursi. Padahal biaya operasionalnya tetap tinggi. Untuk itu, pihak perusahaan menginformasikan bahwa ada kenaikan tarif.

Tungku Peleburan Baja di Mojokerto Meledak, Sembilan Pekerja Terluka Bakar

"Begitu juga untuk bus Mira. Kalau untuk bus Eka, jumlah kursi kan 40, jadi bus hanya boleh mengangkut 20 orang. Untuk bus Mira hanya boleh mengangkut 27 orang," jelasnya.

Bus Eka yang transit di Terminal Purbaya Madiun, Selasa (9/6/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Pengawas Bus Eka Mira di Terminal Purbaya Madiun, Pamuji, menyampaikan hal senada. Pengurangan penumpang ini bertujuan supaya tidak terjadi penumpukan penumpang dan bisa melakukan jaga jarak.

"Kami juga menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah," kata dia.

Lembaga Eijkman: Vaksin Covid-19 Kemungkinan Ditemukan Lebih Cepat

Pada hari pertama dibuka ini, jelasnya, memang penumpang yang datang ke Terminal Madiun tidak terlalu banyak. Dia menduga banyak masyarakat yang belum tahu kalau bus sudah diperbolehkan beroperasi.

"Saat ini baru kami saja yang beroperasi. Bus dari perusahaan lain seperti Sugeng Rahayu juga belum beroperasi," kata dia.

Kepala Terminal Purbaya Madiun, Suyatno, mengatakan saat ini memang belum banyak bus yang beroperasi di Terminal Madiun. Untuk penumpang juga terpantau belum banyak yang datang ke terminal.

Meski sudah diperbolehkan beroperasi, dia meminta kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Penumpang wajib mengenalan masker.

Pasien Covid-19 yang Sembuh di Magetan Terus Bertambah, Kini Jadi 58 Orang

 

Sumber: madiunpos.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom