PENUKARAN UANG : Bisnis Jasa Penukaran Uang Kinyis-Kinyis, Suyono Raup Untung Rp100.000/ Hari
Ilustrasi

Penukara uang baru menjelang Lebaran menjadi lahan bisnis empuk bagi masyarakat.

Solopos.com, SIDOARJO – Lebaran masih lama. Namun penjual uang baru di Sidoarjo sudah bertebaran. Untuk mengantisipasi peredaran uang palsu (upal), polisi pun melakukan razia.

Razia yang dilakukan jajaran Kepolisian Polsek Kota Sidoarjo digelar di jalan Pahlawan, Selasa (23/6/2015) siang ke sejumlah pedagang uang baru.

Jasa penukaran uang recehan yang terbaru ini mulai dari uang recehan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000. Uang baru ini dikemas dalam plastik dengan jumlah nominalnya sebesar Rp100.000. Untuk penukaran Rp100.000 dijual sebesar Rp110.000.

Dalam razia ini, pihak kepolisian hanya melakukan pemeriksaan, melihat secara langsung kemasan uang recehan tersebut. Dalam razia tersebut belum dijumpai adanya uang palsu.

Suyono, 40, salah satu penjual uang baru mengatakan bahwa, dia hanya sebagai jasa penukaran uang baru untuk masyarakat yang akan merayakan Lebaran. "Risikonya banyak Mas. Pernah mendapatkan uang palsu dari penukar, tapi saya juga enggak bisa berbuat banyak karena orang cepet kabur," ujarnya.

Dari penukaran uang baru ini Suyono mengaku mendapat laba Rp100.000 setiap harinya. Bahkan jika mendekati Lebaran, keuntungan yang didapat bisa lebih besar. "Bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000," ucapnya.

Kapolsek Kota Sidoarjo Kompol Naufil Hartono mengatakan razia ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya uang palsu. "Jangan sampai ada masyarakat penukar uang mendapatkan uang palsu," ujarnya di sela-sela razia.

Kompol Naufil Hartono berharap tidak ada masyarakat yang dirugikan oleh jasa penukaran uang. "Jangan sampai jasa penukar uang ini memasukkan uang palsu ke dalam kemasan yang sudah disiapkan. Pada intinya jangan sampai merugikan dan dirugikan," pungkasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom