Penonaktifan Dosen Unnes Dikaitkan Plagiarisme Rektor
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof. Fathur Rokhman (Youtube.com)

Solopos.com, SEMARANG – Keputusan Universitas Negeri Semarang (Unnes) menonaktifkan dosen Fakultas Bahasa dan Seni, Sucipto Hadi Purnomo, sebagai pengajar diduga dilatarbelakangi kasus dugaan plagiarisme karya ilmiah yang saat ini tengah menjerat Rektor Fathur Rokhman.

Sucipto mengaku dirinya pernah diminta Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) untuk menjadi saksi dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan plagiarisme Rektor Unnes.

Menurutnya Fathur Rokhman pernah melaporkan seseorang ke Polda Jateng atas tuduhan pencemaran nama baik karena mengungkap dugaan kasus plagiat sang rektor saat menempuh program doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tuduh Hina Presiden Jokowi, Unnes Berhentikan Dosen

“Nah oleh Polda saya diminta menjadi saksi. Surat pemanggilannya ditujukan ke rektor agar saya dihadirkan sebagai saksi. Mungkin atas dasar itu saya dikira terlibat,"  ujar Sucipto kepada Semarangpos.com, Jumat (14/2/2020).

Sucipto pun menduga alasan penonaktifannya terkesan dibuat-buat. Ia dinonaktifkan atas tuduhan membuat unggahan di Facebook yang berbau ujaran kebencian dan menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Atas tuduhan itu, Sucipto pun membantah dengan tegas. Kata-kata di Facebook yang diunggahnya pada 10 Juni 2019 lalu itu tak ada kesan sedikit pun menghina kepala negara.

“Kalau perlu dibuat forum debat akademik untuk mengkaji unggahan saya di Facebook itu,” tegas Sucipto.

Dosen Penghina Jokowi Tantang Debat Rektor Unnes

Unggahan di akun Facebook Sucipto Hadi Purnomo yang dituduh menghina Jokowi. (Facebook Sucipto Hadi Purnomo)

Selain terkesan mengada-ada, menurut Sucipto, penjatuhan sanksi kepadanya juga terkesan sangat cepat. Dirinya mengaku dipanggil pada Selasa (11/2/2020) atas tuduhan melakukan tindakan indispliner.

“Saya belum sempat melakukan pembelaan dan belum ada pemeriksaan, tapi sanksinya sudah diturunkan. Surat penonaktifan saya sudah diputuskan Rabu (12/2/2020) atau sehari setelah dipanggil,” imbuhnya.

Meski telah dinonaktifkan, Sucipto mengaku akan mengikuti proses yang sudah diputuskan pimpinan Unnes. Hanya saja ia menyayangkan penonaktifan itu akan memutus aksesnya dengan mahasiswa yang tengah menyusun skripsi.

3.000 Permen Karet Nempel di Candi Borobudur

Diberitakan sebelumnya, Unnes memutuskan menonaktifkan salah satu dosennya berinisial SP atau Sucipto Hadi Purnomo karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi di media sosial.

Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, mengatakan kampusnya sangat tegas terhadap unggahan di media sosial yang dilakukan civitas academica terkait penghinaan terhadap simbol negara maupun kepala negara.

“Unnes melalui tugas pokok Tridharma Perguruan Tinggi memiliki peran dalam meneguhkan peradaban bangsa. Sebagai perguruan tinggi negeri, Unnes memiliki kewajiban menjaga NKRI dan presiden sebagai simbol negara,” kata Rektor Unnes.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho