Penjual Jamu di Nguter Sukoharjo Bungah Banget, Ini Penyebabnya

Bahan baku jamu tradisional di Sukoharjo terbilang mencukupi  meskipun beberapa diambilkan dari daerah lain. Oleh karena itu, penjual bahan baku jamu tidak perlu mengimpor untuk mencukupi kebutuhan penjualan.

 

Suasana Pasar Jamu di Nguter, Sukoharjo, Kamis (18/8/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

SOLOPOS.COM - Suasana Pasar Jamu di Nguter, Sukoharjo, Kamis (18/8/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO — Bahan baku jamu tradisional di Sukoharjo terbilang mencukupi  meskipun beberapa diambilkan dari daerah lain. Oleh karena itu, penjual bahan baku jamu tidak perlu mengimpor untuk mencukupi kebutuhan penjualan.

“Selama ini potensi bahan baku tidak harus impor. Cukup lah, kan kita punya pengepul trus disetorkan ke pasar. Dari Wonogiri [pemasoknya], istilahnya tidak perlu mencari sudah dikasih,” jelas Martutik, 52, Anggota Koperasi  Jamu Indonesia (Kojai), saat ditemui di kiosnya, di Pasar Jamu Nguter, Kamis (19/8/2022).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Perempuan yang akrab dipanggil  Tutik itu mengatakan meski  beberapa bahan diambil dari Wonogiri. Namun, sejumlah petani dari daerah sekitar Pasar Jamu yang menanam bahan baku jamu, tetap menjual kepada pemilik kios.

Tentunya hasil tanam itu tak sebanyak yang disetor oleh para pengepul. Tutik mengatakan tidak ada bahan baku jamu yang sulit dicari.

Rata-rata seluruh bahan baku itu mudah ditemukan. Ketika kesulitan mendapatkan bahan pemilik kios di pasar jamu biasanya harus memesan terlebih dahulu kepada pengepul.

Baca juga: Cicipi Beras Kencur di Kafe Jamu Nguter, Delegasi G20: Rasanya Segar

“Kalau bahan baku paling sulit dicari tidak ada. Rata-rata selalu ada tidak sampai kekurangan, semuanya ada. Seumpama tidak ada harus pesan dulu baru dicarikan, tetapi pasti ada,” ujar Tutik.

Meski demikian dia mengakui pada awal masa pandemi sempat kesulitan mencari bahan baku lantaran beberapa akses distribusi tertutup.

“Malah ramai dulu ya pas awal pandemi. Empon-empon payu [laku] semua jadi malah kita itu kesulitan [mendapat bahan baku]. [Distributor] yang mau masuk takut karena [pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat] PPKM, akses jalan ditutup,” ujarnya.

Dia menceritakan kala itu beberapa distributor yang akan ke Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo kesulitan. Sehingga jumlah barang menjadi sedikit, sedangkan peminat banyak, jadi harga bahan baku saat itu naik.

Tapi setelah PPKM dilonggarkan beberapa pengepul atau distributor kembali berdatangan sehingga harga bahan baku kembali normal.

Baca juga: Jamu Warisan Leluhur Tetap Eksis dari Zaman ke Zaman

Saat ini harga bahan baku jamu menurutnya berkisar Rp15.000-Rp20.000/kilogram untuk jahe dan kencur. Sementara bahan baku lain seperti kunyit, temulawak, temu ireng dan temu kunci berkisar Rp5.000-Rp8.000/kilogram harga tertingginya berada di Rp10.000/kilogram.

Rata-rata pembeli adalah penjual jamu gendong asal Sukoharjo dan Wonogiri yang merantau ke berbagai daerah. Bagi pembeli yang mengonsumsi langsung atau untuk kebutuhan pribadi terbilang jarang, meskipun tetap ada.

Dia menyebut ada 60-an kios di pasar tersebut, menurutnya penjual tetap bersaing dengan sehat. Harga yang ditawarkan kepada para pembeli juga rata-rata sama mengingat 60-an penjual tersebut seluruhnya masuk dalam Kojai.

“Tapi kami kan punya pelanggan masing-masing.  Kalau pasar surut, sudah ada pelanggan tetap, yang meminta mengirim. Menyuruh memaketan, umpama di sana [penjual jamu gendong yang merantau] mau pulang ongkosnya belum ada,  kan paket malah murah,” jelasnya.

Selain menyamaratakan harga, Kojai biasanya juga melakukan pertemuan sekali dalam satu bulan dengan program arisan untuk mengikat anggota. Di lain sisi, hasil pendapatan para penjual jamu itu tak bisa dihitung per bulan.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Sukoharjo Dijuluki Kota Jamu

Sebab menurutnya pendapatan harian biasanya akan diputarkan kembali untuk keperluan penjualan.

“Penginnya ada pembeli banyak ramai, jadi kami kan pendapatannya banyak. Kalau ini cuma pas-pasan padahal kaya kemarin itu banyak jagongan [kondangan] lha itu terasa sekali. Pendapatannya minim keluarnya banyak. Ngiguhke ne sing angel,” keluhnya.

Dalam sehari rata-rata penjual jamu tersebut menurutnya mampu mengantongi Rp100.000-Rp200.000. Dia berharap  penjualan jamu moncer kembali.

“Ya inginnya laris manis pendapatan lancar bisa untuk menyekolahkan anak, bisa untuk haji, memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan hal senada dengan Tutik terkait ketersediaan bahan baku jamu di Sukoharjo.

Baca juga: Produk Jamu Langsung Minum Laris, D’Jamoe Madiun Kembangkan Jamu Bubuk

“Kalau bahan baku jamu tidak ada kesulitan, karena untuk tanaman empon-empon banyak tersedia dan ditanam oleh petani. Baik itu kunir, lengkuas, bahan baku banyak tersedia terutama di Kecamatan Nguter, Bulu, Tawangsari,” jelasnya.

Dia mengatakan saat ini di Sukoharjo belum merambah pasar ekspor maupun impor. Sementara ini, produksi bahan baku jamu masih memenuhi kebutuhan pasar lokal. Beberapa bahan baku tersebut dikirim ke luar daerah seperti ke Sulawesi, Papua  dan Kalimantan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kenalkan Dunia Kerja, Solocom Adakan Kunjungan Industri ke Solopos

      Kunjungan Solocom diikuti sebanyak 22 peserta Program Kecakapan Kerja (PKK) dimana ini merupakan program kursus komputer gratis dari pemerintah.

      Solopos Hari Ini: Bertaruh Keselamatan di Bengawan

      Kehadiran jembatan sasak yang menghubungkan Solo dan Sukohario menjadi dilema karena berisiko tinggi, namun juga menjadi jalur alternatif di tengah macetnya lalu lintas akibat pembangunan fisik yang nyaris tanpa jeda.

      Mantap Nih! Farel Prayoga bakal Tampil di Perayaan Hari Batik Nasional di Solo

      Penyanyi cilik ternama Farel Prayoga djadwalkan memeriahkan perayaan Hari Batik Nasional di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 1 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa disimak di sini.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 1 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Kemendikbudristek Tetapkan Manuskrip Imam Tabbri Jadi WBTB Pertama Asal Sragen

      Manuskrip Kitab Primbon Imam Tabbri menjadi WBTB pertama di Sragen

      Manuskrip Kitab Primbon asal Sragen Diusulkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

      Kitab Primbon Haji Tabbri dulunya disampaikan dalam tradisi sorongan di Pondok Pesantren Haji Tabbri di Desa Donoyudan, Kecamatan Kalijambe.

      Agenda Solo Hari Ini: Event Batik di Mana-Mana, Ada Acara Makan Gratis juga

      Agenda Kota Solo hari ini, Sabtu (1/10/2022), cukup padat dengan berbagai acara memperingati Hari Batik Nasional yang digelar di beberapa tempat.

      Harga Pertamax di Sragen Turun, Pengelola SPBU Lakukan Penyesuaian Totem

      Pengelola SPBU di Sragen langsung menyesuaikan di seluruh peralatan SPBU setelah ada pengumuman penurunan harga Pertamax mulai Sabtu (1/10/2022).

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 1 Oktober 2022, Tak Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 1 Oktober 2022, Siang Hujan Lebat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Sabtu Ini: Hujan Siang-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Sabtu 1 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 1 Oktober, Hujan Lagi Siang sampai Malam

      BMKG dalam prakiraan cuaca untuk hari Sabtu (1/10/2022) memprediksi Solo bakal hujan lagi sejak siang hingga malam.

      Jangan Lupa Bawa Payung! Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini akan Hujan Lebat

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Sabtu (1/10/2022) yakni berawan pada pagi hari, kemudian hujan lebat mulai sore hingga malam hari.

      Hati-Hati di Jalan Ya, Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Hujan sejak Siang

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini pada Sabtu (1/10/2022) menurut prakiraan BMKG dimulai berawan hujan sejak siang hari