Tutup Iklan

PENIPUAN SOLO : Berkenalan lewat Medsos dan Dijanjikan Dinikahi, SPG Kena Tipu

PENIPUAN SOLO : Berkenalan lewat Medsos dan Dijanjikan Dinikahi, SPG Kena Tipu

SOLOPOS.COM - Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi (kiri) menunjukkan barang bukti kasus penipuan di Mapolresta Solo, Senin (30/10/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Seorang SPG menjadi korban penipuan oleh seorang pria yang dikenalnya lewat medsos.

Solopos.com, SOLO — Seorang sales promotion girl (SPG) asal Kadipiro, Banjarsari, Solo, TWM, 28, menjadi korban penipuan oleh seorang pria yang dikenalnya lewat media sosial (medsos). Dia kehilangan sepeda motor dan laptop.

Pria bernama Muhammad Rifai Reza Pahlevi, 30, warga Kampung Kartopuran RT 002/RW 002, Jayengan, Serengan, itu sudah ditangkap aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Solo, Minggu (29/10/2017).

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi mewakili Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan Rifai dan TWM awalnya berkenalan dengan korban lewat media sosial (medsos). Kemudian mereka berdua bertemu hingga akhirnya saling dekat.

“Dia [Rifai] berjanji menikahi korban. Korban percaya hingga akhirnya mau menuruti permintaan pelaku untuk meminjamkan laptop dan sepeda motor Honda Beat,” ujar Agus saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Senin (30/10/2017).

Menurut Agus, Rifai meminjam laptop dan sepeda motor untuk sarana bekerja. Kemudian kedua barang tersebut dijualnya lewat online tanpa sepengetahuan TWM. Laptop dijual seharga Rp3 Juta dan sepeda motor Honda Beat dijual seharga Rp6,4 juta.

“Uang hasil penjualan laptop dan sepeda motor dibelikan sepeda motor bekas oleh pelaku. Merasa tertipu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Solo. Kami langsung menindaklajuti laporan tersebut dengan menangkap pelaku di rumahnya,” kata dia.

Ia menjelaskan Rifai diketahui berstatus duda satu anak. Sementara TWM janda dengan dua anak. Barang bukti yang disita berupa laptop Acer warna putih dan tas punggung warna hitam. Sementara sepeda motor Honda Beat yang telah dijual belum ditemukan.

“Kami masih mencari sepeda motor milik korban. Informasi yang diterima anggota di lapangan orang yang membeli sepeda motor Honda Beat berada di Bali,” kata dia.

Agus mengatakan Rifai dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Muhammad Rifai Reza Pahlevi mengaku nekat menipu karena terdesak kebutuhan. Awalnya memang berniat baik untuk menikahi TWM tetapi karena tidak punya uang akhirnya menjual barang milik TWM.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.

Selamat! Wali Kota Madiun Terima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LH dan Kehutanan

Maidi menuturkan penghargaan Nirwasita Tantra 2020 ini diberikan karena Kota Madiun dianggap berhasil menata kota dengan memperhatikan lingkungan.

Awasi Pergerakan Warga Dari Zona Merah Covid-19, Korlantas Polri Siapkan 143 Pos Pemeriksaan

Korlantas Polri menyiapkan 143 pos pemeriksaan atau check point untuk pengawasan pergerakan warga keluar masuk zona merah risiko Covid-19.

Jarak Bukan Halangan! Begini Cara Memuaskan Hasrat Suami Saat LDR

Jarak bukan halangan, inilah cara memuaskan hasrat seksual suami meski sedang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR. Kira-kira apa saja ya?

Perseteruan Persis Solo-Kuhnle Masuki Babak Baru

Kuasa hukum Michelle, Muhammad Taufiq, mengatakan telah menyerahkan berkas permohonan pencatatan PHI pada Disnakperin berikut kronologi pemecatan kliennya.