Penipuan Modus Gendam di Semarang Diungkap, Korban Rugi Rp3 Miliar

Aparat Ditreskrimum Polda Jateng menangkap tersangka sindikat penipuan dengan modus gendam yang menggasak uang korbannya di Semarang mencapai Rp3 miliar.

 Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro (kiri), dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, saat menggelar jumpa pers pengungkapan kasus penipuan dengan modus gendam di Semarang di Kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa (30/11/2021). (Solopos.com/Bidhumas Polda Jateng)

SOLOPOS.COM - Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro (kiri), dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, saat menggelar jumpa pers pengungkapan kasus penipuan dengan modus gendam di Semarang di Kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa (30/11/2021). (Solopos.com/Bidhumas Polda Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Aparat Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng mengungkap kasus penipuan dengan modus gendam di Kota Semarang. Ada enam tersangka yang ditangkap dalam kasus ini dengan kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp3 miliar.

Keenam tersangka yang ditangkap itu yakni Nana Suryana alias Erwin, Agustina alias Tina, Daryono alias Yanto, Parsinah alias Ana, Thajia Djuk Fung alias Afung, dan Lie Sian Nie alias Ani. Keenam tersangka yang masuk dalam sindikat penipuan dengan modus gendam ini memiliki peran masing-masing. Nana (NN) bertindak sebagai tabib yang memberikan arahan kepada korban untuk menuruti keinginannya.

Sementara Agustina (AT) yang memperkenalkan korban ke NN, Daryono sebagai sopir yang mengantar korban, Parsinah berperan sebagai pengawas, Thajia Djuk Fung (TDF) sebagai cucu NN yang menghubungkan korban dengan dukun atau tabib gendan, dan Lie Sian Nie sebagai penghubung korban dengan tersangka lainnya. Atas perbuatannya itu, masing-masing tersangka mendapat bagian uang hasil penipuan sekitar Rp90 juta.

Baca juga: Pura-Pura Jual Kompor, Perempuan Ini Gendam Puluhan Orang

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, mengatakan kasus penipuan dengan modus gendam ini bermula saat korban mencari obat herbal di Pasar Gang Baru, Kota Semarang, Selasa (2/11/2021) pagi. Saat itu korban bertemu dengan tersangka AT, yang kemudian berlanjut bertemu tersangka lain hingga menjadi korban penipuan gendam.

“Ini [aksi penipuan] telah direncanakan sebelumnya,” ujar Djuhandhani, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Selasa (30/11/2021).

Ditakut-takuti

Dalam aksi penipuan itu, korban ditakuti-takuti tersangka bahwa telah menginjak darah perempuan yang meninggal akibat kecelakaan. Atas kejadian itu, korban pun takut sehingga mengikuti seluruh perkataan pelaku hingga akhirnya menyerahkan harta benda antara lain uang Rp110.000, 25 lembar uang dalam bentuk US$ atau dollar, dan emas dengan berbagai ukuran. Selain itu, korban juga mengalami kerugian berupa uang Rp500 juta yang diberikan ke pelaku saat berada di rumahnya, Jalan Taman Ungaran, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

“Selain TKP di Semarang [Pasar Baru dan Jalan Taman Ungaran], tersangka juga telah melakukan aksinya di empat daerah yang berbeda yakni Medan, Surabaya, dan Bandung. Ada lima tempat kejadian perkara [TKP] di 4 provinsi,” jelas Djuhandhani.

Baca juga: Penipuan Semarang : Dukun Pengganda Uang Ini Ternyata Buruh Beristri 3

Atas perbuatan tersangka itu, korban pun mengalami kerugian mencapai Rp3 miliar. Keenam tersangka sindikat penipuan dengan modus gendam ini sempat kabur seusai menggasak harta benda milik korban. Namun mereka dapat diringkus di tiga lokasi yang berbeda, yakni Jakarta, Pemalang, dan Batam.

“Atas tindak pidana yang dilakukan, para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun,” imbuh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy.

Berita Terkait

Berita Terkini

Diduga Korban Penganiayaan, Polisi Bongkar Makam Siswa SD di Grobogan

Seorang siswa sekolah dasar atau SD di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), meninggal dunia, diduga menjadi korban penganiayaan teman-temannya.

Diringkus, Suami yang Bunuh Istri di Semarang

Suami yang bunuh sang istri di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), dan bawa kabur anaknya akhirnya ditangkap polisi.

Ngeri! Atap Kelas Nyaris Ambrol, SD di Kudus Ini Masih Digunakan Siswa

Siswa sebuah sekolah dasar atau SD di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), diliputi perasaan waswas setiap belajar di ruang kelasnya karena kondisi bangunan yang telah rusak.

Pemandian Air Panas Krakal, Sensasi Spa Ala Jerman di Kebumen

Pemandian air panas Krakal di Kebumen, Jawa Tengah, dikenal sebagai Wiesbaden alias kota spa tertua di Jerman yang populer sejak zaman kolonial Belanda.

Ritual dan Pesugihan di Gunung Srandil Cilacap

Gunung Srandil di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi destinasi wisata religi populer yang sering didatangi peziarah, termasuk untuk pesugihan.

Jejak Ki Semar di Gunung Srandil Cilacap, Sering Jadi Tempat Ritual

Gunung Srandil di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi destinasi wisata religi karena diyakini menyimpan petilasan Ki Semar, sang leluhur Tanah Jawa.

ShopeePay Hadirkan Semangat UMKM Lokal di Kota Semarang

Penyelenggaran layanan pembayaran digital ShopeePay menghadirkan program Semangat UMKM di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Gurihnya Bisnis Budidaya Bandeng di Jepara, Bisa Raup Rp123 Juta

Budidaya bandeng di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memiliki prospek yang menggiurkan.

Gawat! Alat Pemantau Gunung Api Sumbing Hilang Digondol Maling?

Alat pemantau Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, hilang.

Asal-Usul Goa Jatijajar Kebumen, Berawal Dari Petani Mencabut Rumput

Goa Jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah, ditemukan pada 1802 oleh seorang petani bernama Jayamenawi yang memiliki lahan pertanian di atas goa tersebut.

Kronologi Suami Bunuh Istri di Semarang, Kabur Usai Ketahuan Warga

Peristiwa pembunuhan melibatkan suami dan istri terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Polda Jateng Raih Nilai Tertinggi ETLE Nasional, Ini Penyebabnya

Ditlantas Polda Jateng meraih nilai tertinggi dalam program ETLE Nasional Presisi, yakni program yang menjaring pelanggar lalu lintas melalui tilang elektronik.

Kejam! Pria di Semarang Bunuh Istri dan Kabur Bawa Anak

Peristiwa pembunuhan yang melibatkan suami terhadap istri terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (15/1/2022).

Kisah TKI asal Kudus, Gaji Tak Diberi Hingga Kena Deportasi

Kisah sedih berasal dari seorang perempuan asal Kabupaten Kudus yang menjadi TKI melalui agen penyaluran ilegal di Malaysia.

Tepergok Pemilik Rumah Saat Curi Uang, Kurir di Grobogan Ditangkap

Berdalih sedang tertilit utang, seorang kurir barang nekat mencuri uang di rumah pemilik paketan barang di Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Grobogan.

Berikut Prakiraan Cuaca Berbagai Daerah di Jateng Selama Sepekan

BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis prakiraan cuaca di berbagai daerah di Jateng selama sepekan terkait cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir.