Salah satu pelaku penipuan dan perusakan onderdil mobil di Ponorogo menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sambit, Minggu (19/5/2019). (Istimewa-Polres Ponorogo)

Madiunpos.com, PONOROGO -- Dua pelaku perusakan dan penipuan spare part mobil yang meresahkan masyarakat diciduk aparat kepolisian di Ponorogo, Jawa Timur. Para pelaku menipu korban dengan menawarkan spare part atau onderdil rekondisi dengan harga onderdil asli.

Dua pelaku tersebut bernama Budhi Pramono, 33, warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, dan Suwarno, 33, warga Desa Blembem, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.

Mereka beraksi tidak hanya di wilayah Ponorogo, tetapi juga di Tulungagung, Trenggalek, Ngawi, Bojonegoro, hingga Sragen, Jawa Tengah.

Kapolsek Sambit, AKP Darmana, mengatakan modus operandi yang digunakan dua pelaku tersebut untuk menipu korbannya tergolong baru. Sebelum melakukan aksi jahatnya, pelaku terlebih dahulu menarget mobil calon korban.

Setelah mendapatkan target, pelaku dengan sengaja merusak bagian mesin mobil atau klep pompa bensin pada saat terparkir. Setelah bagian mesin dirusak, mobil tersebut akan macet seolah mengalami kerusakan.

Saat mobil tersebut mogok di jalan, pelaku yang sebelumnya telah membuntuti korban langsung menghampirinya dan menawarkan jasa perbaikan. Untuk mengurangi kecurigaan korban, pelaku mengenakan seragam mekanik.

"Setelah dilakukan pengecekan, pelaku langsung memvonis bahwa klep bensin mobil rusak sehingga harus diganti pada bagian itu," kata dia, Senin (20/5/2019).

Selanjutnya, pelaku menawarkan spare part kepada korban dan akan diambilkan ke bengkel. Pelaku sebelumnya telah mempersiapkan onderdil rekondisi yang dibeli dari pasar loak Surabaya seharga Rp80.000. Onderdil tersebut kemudian dijual kepada korban dengan harga bervariasi mulai dari Rp800.000 sampai Rp1.500.000.

Kepada korban, pelaku mengaku barang tersebut original dan baru dari pabrik. "Ternyata label tersebut palsu dan hasil buatan sendiri. Setelah onderdil itu dipasang, korban kemudian memberikan sejumlah uang dan pelaku meninggalkan korban," jelasnya.

Beberapa waktu setelah itu, kemudian mobil rusak dan saat dicek ke bengkel resmi ternyata onderdil yang digunakan ternyata barang rekondisi dengan harga murah.

Aksi pelaku tersebut itu berhasil dibongkar setelah ada korban yang melaporkannya ke kepolisian. Tarmuji, salah satu korban yang melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan pada Sabtu (27/4/2019) seusai berbelanja di swalayan Surya Jetis.

"Korban masuk ke swalayan untuk berbelanja. Setelah selesai berbelanja kemudian korban pulang. Setelah melaju sekitar 1 km, mobil yang dikendarai itu mogok. Kemudian datang dua orang yang menawarkan untuk membantu memperbaiki mobil. Mereka mengaku dari bengkel mobil di Siman," jelas dia.

Pelaku kemudian mengecek klep bensin di bagian bawah mobil dan menyatakan rusak dan harus diganti. Hingga akhirnya diganti dan korban membayar Rp1.250.000 dan ongkos pasang Rp100.000.

Petugas Unit Reskrim Polsek Sambit menangkap pelaku di Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Sabtu (18/5/2019). Pelaku bersama barang bukti diamankan di Mapolsek untuk keperluan penyidikan.

Dari pengakuan pelaku, mereka melakukan aksi tersebut tiga kali dalam sepekan. Tidak hanya beraksi di Ponorogo saja, tetapi mereka juga beraksi di wilayah Tulungagung, Trenggalek, Ngawi, Bojonegoro, hingga Sragen.

Berbagai barang bukti yang dibawa kepolisian yaitu satu unit sepeda motor Honda Beat, uang tunai Rp808.000, berbagai alat pemotong, satu obeng, tiga kunci pas, satu baju mekanik warna merah hitam, jaket warna abu-abu, satu onderdil pompa bensin bekas, 14 lembar stiker label harga dengan merk Suzuki, 30 lembar stiker label harga merk Daihatsu, 45 lembar lembar stiker merk Suzuki genuine part, 19 lembar stiker label harga merk Densi, dan lainnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten