Penipu Berkedok Petugas Survei Bantuan Beraksi Di Wonogiri, Uang dan Emas Warga Raib
Ilustrasi penipuan. (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com,WONOGIRI -- Penipu berkedok petugas survei bantuan beraksi di Girimarto, Wonogiri. Korbannya seorang perempuan lanjut usia warga Dusun Watuagung, Kelurahan Sidokarto, Girimarto.

Kejadian penipuan ini viral via media sosial. Dalam video yang beredar, korban yang diwawancarai seseorang mengaku kehilangan uang tunai senilai Rp3 juta dan perhiasan emas. Korban tidak mengenali siapa orang yang menggondol hartanya tersebut.

Camat Girimarto, Rujito, membenarkan adanya kejadian penipuan yang menimpa warganya tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (13/1/2021) sekitar pukul 12.00 WIB.

Danrem Hingga Wartawan, 11 Orang Akan Disuntik Vaksin Covid-19 Pertama Di Solo

"Saya baru saja dapat informasi. Saat ini kasusnya ditangani Polsek Girimarto. Untuk namanya belum saya pastikan tapi alamatnya benar. Saat ini tim TKSK [Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan] sudah meluncur ke sana," katanya kepada Solopos.com melalui telepon, Rabu.

Berdasarkan informasi yang Rujito peroleh, orang tak dikenal yang ternyata penipu itu mendatani rumah warga Girimarto, Wonogiri. Orang itu mengaku akan melakukan survei bantuan yang untuk korban. Pelaku juga meminta korban menyimpan harta benda yang ia miliki.

Pecah Rekor! Positif Covid-19 Solo Tambah 250 Orang Dalam Sehari

Memotret Kondisi Rumah

"Ngakunya petugas survei bantuan. Kedatangannya bertujuan mengecek kondisi calon penerima bantuan. Jika calon penerima mempunyai emas dan uang banyak maka tidak jadi mendapat bantuan," ungkap Rujito.

Untuk memperlancar aksinya, lanjut Rujito, penipu itu juga memerintahkan korban membuka semua pintu dan jendela rumah warga Girimarto, Wonogiri, itu. Kemudian pelaku memotret kondisi rumah korban seperti layaknya petugas survei.

Wali Kota Solo Rudy Tak Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid-19, Ternyata Ini Penyebabnya

"Diduga pelaku itu sudah mengintai harta yang disimpan korban. Tapi saat itu memang korban manut apa yang diperintahkan pelaku. Bisa jadi bukan gendam, tapi seperti penipuan atau pencurian. Saya belum ke TKP, tapi anggota Polsek sudah ke sana," katanya.

Atas kejadian itu, Rujito mengimbau masyarakat lebih berhati-hati. Terlebih, jika tamu itu adalah orang asing. "Syukur-syukur bisa bilang RT setempat saat ada tamu orang tidak dikenal. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Rujito.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom