Penipu Berkedok Arisan Fiktif Tinggal Dari Hotel Ke Hotel Sebelum Tertangkap di Sukoharjo

Tersangka penipu berkedok arisan fiktif, TR, warga Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, diketahui hidup berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lain di kawasan Solo Baru sebelum tertangkap jajaran Polres Sukoharjo, Selasa (27/8/2019) malam.

Penipu Berkedok Arisan Fiktif Tinggal Dari Hotel Ke Hotel Sebelum Tertangkap di Sukoharjo

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penipuan (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tersangka penipu berkedok arisan fiktif, TR, warga Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, diketahui hidup berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lain di kawasan Solo Baru sebelum tertangkap jajaran Polres Sukoharjo, Selasa (27/8/2019) malam.

Perempuan berusia 29 tahun itu juga kerap menumpang di rumah temannya. Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya mengatakan TR keseharianya berstatus wirausaha.

TR juga pernah membuka butik di wilayah Kota Solo. Dari butik inilah kemungkinan TR berkenalan dengan para korban. Salah satunya korban asal Sukoharjo berinisial UG.

“Korban [UG] ini berkenalan dengan pelaku sudah lama. Lalu, sekitar September 2018 korban ditawari untuk mengikuti arisan oleh TR,” jelas Kasatreskrim, Kamis (29/8/2019).

UG lantas mulai mengikuti arisan tersebut. Kala itu UG mengambil dua slot arisan dengan jangka waktu selama 10 bulan. Setiap bulannya UG harus menyetorkan uang senilai Rp4,9 juta.

UG dijanjikan mendapat tarikan uang arisan pada bulan ketujuh. Selama tujuh bulan berjalan, arisan tersebut tidak bermasalah. Tepatnya pada Maret, UG menerima uang tarikan arisan dari pelaku senilai Rp30 juta.

“Nah sisanya bulan April-Mei, korban masih normal membayar uang arisan. Namun sebelum arisannya berakhir pada Mei, pelaku kembali menawarkan korban untuk menggantikan peserta arisan lain,” katanya.

Saat itu 19 Mei, TR menawari UG menggantikan slot arisan peserta lain dengan membayar Rp8 juta. Terkait itu, TR menjanjikan UG bisa menarik uang arisan pada tanggal 28 Mei senilai Rp10 juta.

Tawaran menggantikan arisan peserta lain ini ini terus dilakukan TR terhadap UG hingga 11 kali. Besaran uang arisan yang harus dibayarkan juga semakin meningkat nominalnya dari Rp 10 juta, bahkan Rp50 juta lebih.

“Pelaku ini menjanjikan ke korban akan mendapatkan tarikan uang arisan besar hingga Rp100 juta. Namun setiap kali akan dilakukan tarikan arisan, pelaku tidak memberikan uang tarikan dan hanya menawari korban ikut yang lebih besar,” katanya.

Menurut Kasatreskrim, UG sudah begitu mempercayai TR hingga terus memasang uang arisan. Hal ini berbekal dari keikutsertaannya yang pertama bisa mendapatkan uang tarikan arisan senilai Rp30 juta.

TR juga menyakinkan dengan broadcast dari peserta lain yang mengikuti arisan tersebut. Dengan kondisi ini, UG percaya adanya arisan yang dijalankan pelaku meskipun arisan tersebut fiktif.

“Korban mulai curiga saat pelaku tidak memberikan uang tarikan arisan sesuai yang dijanjikan. Lalu korban melaporkan ke sini karena ada korban lain yang sudah melaporkannya ke Polresta Solo. Total kerugian korban mencapai Rp149 juta,” katanya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya korban-korban lain. "Sejauh ini kami sudah menerima beberapa laporan melalui telepon dari orang yang juga menjadi korban arisan fiktif. Karena itu kami terus kembangkan penyidikan," kata dia.

Polres Sukoharjo terus mengembangkan kasus arisan fiktif guna mengungkap korban-korban lainnya yang dimungkinkan masih terus bertambah. Hingga kini di Kabupaten Sukoharjo baru ada laporan dari satu korban.

Kapolres mengatakan koordinasi dilakukan dengan seluruh Polres di wilayah Soloraya mengingat kemungkinan korban arisan fiktif juga tersebar di wilayah selain Sukoharjo dan Solo.

Kapolres masih mempertimbangkan pasal yang akan dijerat terhadap pelaku apakah penipuan atau pelanggaran ITE. Hingga kini Polres masih menyidik lebih lanjut kasus arisan fiktif tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).