Peningkatan Ekspor Kopi Bisa Dimulai Dari Penanganan Masalah di Petani

Pemerintah dinilai masih sebatas gembar-gembor terkait upaya menggalakkan ekspor kopi ke mancanegara. Di sisi lain, dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kopi di kalangan petani masih terbatas.

 Ilustrasi kopi (nationalgeographic)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kopi (nationalgeographic)

Solopos.com, JAKARTA – Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (Aeki) menilai pemerintah saat ini masih sebatas gembar-gembor terkait menggalakkan ekspor kopi ke mancanegara. Tetapi, dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas petani masih terbatas.

Ketua Aeki Moelyono Soesilo mengatakan, saat ini produktivitas kopi Indonesia berkisar 10-12 juta karung per tahun atau mencapai 774.600 ton. Menurut dia, dengan produktivitas seperti itu, peluang ekspor Indonesia masih stagnan.

Espos Plus

Embun Upas Dieng, Cantik Tapi Mematikan

+ PLUS Embun Upas Dieng, Cantik Tapi Mematikan

Fenomena embun beku atau dikenal dengan sebutan embun upas mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang dikenal cantik tapi mematikan.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Menunggu Alien Tampil di Kota Solo

Band progresif metal asal Amerika Serikat, Dream Theater, dipastikan akan tampil pada konser di Kota Solo, Jawa Tengah. Ini adalah bagian tur di Asia yang hanya berlokasi di Indonesia dan Jepang.

+ PLUS Letusan Gunung Lawu, Merapi, dan Merbabu Timbun Lembah Sangiran

Formasi Kabuh di Lembah Sangiran terbentuk karena timbunan aktivitas vulkanik yang berlangsung dalam waktu panjang, terutama yang diakibatkan oleh letusan Gunung Lawu, Merapi, dan Merbabu. 

+ PLUS Farmakope Tertua Ungkap Ganja Dikategorikan Tanaman Obat Sejak 2700 SM

Dalam buku standar obat atau farmakope tertua di dunia yang bernama Pen-ts’ao Ching, ganja sudah dikategorikan sebagai tanaman obat pada 2700 SM.

+ PLUS Aliansi Nasional Reformasi KUHP Menolak Simplifikasi Hanya 14 Masalah

Aliansi Nasional Reformasi KUHP menolak simplifikasi Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dengan hanya berhenti pada 14 persoalan krusial yang diinventarisasi pemerintah bersama DPR.

+ PLUS Sebelum Jadi Presiden, Pak Harto Bertapa di Empat Puncak Gunung Lawu

Sebelum menjabat sebagai Presiden Indonesia, Soeharto diketahui menjalani tirakat dan bertapa di sejumlah tempat di Jawa Tengah, salah satunya di empat puncak Gunung Lawu.

+ PLUS Tiap Tahun Penduduk Indonesia Buang Porsi Makan 125 Juta Orang

Data Program Lingkungan PBB (UNEP) menyebut Indonesia menjadi negara yang paling banyak menghasilkan sampah makanan di Asia Tenggara yang setara dengan porsi makan 61 juta hingga 125 juta orang atau 29-47% populasi.

+ PLUS Investasi Yusuf Mansur: Berharap Berkah Berbuah Musibah?

Sebagian investasi Yusuf Mansur itu kini digugat ke pengadilan dan dilaporkan secara pidana ke kepolisian.

+ PLUS Perjalanan Berisiko Jokowi dan Para Pemimpin Dunia Demi Misi Damai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi kepala negara Asia pertama yang berkunjung ke Ukraina di tengah invasi Rusia. Sebelum Jokowi, sejumlah pemimpin negara lain di Eropa juga mempertaruhkan keselamatan mereka dengan berkunjung ke Ukraina.

+ PLUS Singkong Makanan Utama Petapa Zaman Majapahit

Singkong ternyata menjadi makanan utama para petapa pada zaman Majapahit karena menyehatkan dan mendukung laku hidup sederhana. Mengemuka dugaan singkong telah menjadi bagian tradisi petapa jauh sebelum masa Majapahit

+ PLUS 1,7 Juta Bayi Belum Imunisasi, Black Campaign Picu Kesenjangan Imunitas

Pada periode 2019-2021, Kementerian Kesehatan mencatat 1,7 juta bayi belum memperoleh imunisasi dasar. Black campaign antiimunisasi yang disampaikan terang-terangan melalui seminar maupun talkshow melahirkan kesenjangan imunitas di kalangan anak-anak.

+ PLUS Kilas Balik Teror Bom Ledakkan Patung Buddha dan Stupa Candi Borobudur

Sembilan dari 72 stupa yang di dalamnya terdapat patung Buddha di Candi Borobudur Magelang pernah menjadi sasaran teror bom yang diledakkan pada Senin, 21 Januari 1985.

+ PLUS Kedaulatan Pangan Benteng Menghadapi Ancaman Krisis Pangan Global

Presiden Joko Widodo pada pekan lalu meminta jajarannya fokus mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan. Langkah ini sangat penting sebagai upaya menghadapi krisis pangan global yang mulai melanda berbagai negara di belahan dunia.

+ PLUS Kisah Raja Solo Semedi di Sanggar Pamudjan Pesanggrahan Langenharjo

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terkaya, Paku Buwono (PB) X diketahui kerap bersemedi dan rekreasi di Pesanggrahan Langenharjo di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, begitu pula pendahulunya PB IX.

+ PLUS Belajar dari Friendster yang Tumbang karena Kepopulerannya Sendiri

Pada 2004, Friendster menjadi jejaring sosial online terkemuka di dunia. Namun, sejumlah keputusan buruk yang diambil manajemen perusahaan justru perlahan menyuntik mati Friendster dari jagad maya.

+ PLUS Ketika Klaten Jadi Basis Khilafatul Muslimin Tingkat Jateng

Khilafatul Muslimin merupakan organisasi yang mengusung ideologi khilafah. Salah satu basis Khilafatul Muslimin di Jateng ternyata berada di Klaten.

+ PLUS Kongres Sampah II Berkomitmen Menyelesaikan Masalah Sampah di Desa

Kongres Sampah II Provinsi Jawa Tengah menghasilkan komitmen dan kesepakatan menangani sampah di tingkat desa/kelurahan dan keterlibatan akademikus menghilirkan hasil riset tentang sampah di desa/kelurahan.

+ PLUS Dari Kedai Nasi Goreng, Holywings Berkembang Jadi Kelab Malam Populer

Berawal dari bisnis kedai nasi goreng yang nyaris bangkrut, Ivan Tanjaya banting setir dengan mendirikan Holywings yang terinspirasi dari sebuah bar di Beijing, China.

+ PLUS Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

+ PLUS Haji Transisi

Ibadah haji jamak dimaknai sebagai transisi dalam kehidupan kaum muslim. Ibadah haji mengakibatkan perubahan status orang yang melaksanakannya. Pemaknaan ini lebih tepat pada masa lalu daripada masa kini.

+ PLUS Dana Abadi Rp7 Triliun untuk Mencapai Status Kampus Kelas Dunia

Pemerintah mengalokasikan dana abadi Rp7 triliun untuk menunjang peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) menjadi perguruan tinggi kelas dunia.