Pengusutan Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Lanjut, Ada Tersangka Lain?

Meski sudah menetapkan dua tersangka, penyidik Polresta Solo memastikan penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo masih terus berlanjut.

 Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto (ketiga dari kiri), memperlihatkan barang bukti kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo di Mapolresta Solo, Kamis (18/8/2022). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

SOLOPOS.COM - Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto (ketiga dari kiri), memperlihatkan barang bukti kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo di Mapolresta Solo, Kamis (18/8/2022). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SOLO — Polisi memastikan pengusutan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo, tak berhenti meski sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik Satreskrim Polresta Solo terus mengembangkan penyidikan kasus itu.

Penyidikan termasuk terkait temuan sertifikat tanah yang dikantongi warga yang menghuni makam Bong Mojo. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (18/8/2022), lahan makam Bong Mojo merupakan aset daerah milik Pemkot Solo.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Penyidik fokus melakukan penyelidikan dan penyidikan di tanah HP 62 dan HP 71 seluas kurang lebih 15 hektare tersebut. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa lebih dari 12 saksi guna mengungkap kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo Solo. Terkini, penyidik kembali mendalami keterangan para saksi untuk memastikan apakah ada calon tersangka lain atau tidak.

“Penyidik bakal melakukan pengembangan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi. Tak menutup kemungkinan jumlah saksi bertambah. Jadi, proses penyelidikan dan penyidikan tidak akan berhenti,” ujar Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Kamis.

Penyidik telah melakukan empat kali gelar perkara guna mengungkap kasus jual beli lahan milik Pemkot Solo itu. Gelar perkara pertama dan kedua dilakukan untuk memastikan apakah kasus itu bisa dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Baca Juga: Ditetapkan, Ini 2 Tersangka Kasus Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo

Kemudian, gelar perkara kembali dilakukan untuk peningkatan status penyidikan. Terakhir, gelar perkara dilakukan pada Kamis (18/8/2022) untuk menentukan tersangka kasus jual beli lahan Bong Mojo, Solo, itu.

“Kedua tersangka kasus jual beli lahan merupakan warga Solo. Tak menutup kemungkinan ada calon tersangka lain. Tergantung hasil penyelidikan tim gabungan dari Satreskrim dan Satintelkam Polresta Solo,” paparnya.

Penyelidikan Mendalam

Sedangkan mengenai temuan sertifikat yang dikantongi warga Bong Mojo, Kasatreskrim Kompol Djohan Andika, mengatakan perlu penyelidikan mendalam untuk mengungkapnya. Penyidik bakal menelusuri alur penghuni lahan Bong Mojo bisa mendapatkan sertifikat tanah.

Baca Juga: Tersangka Ungkap Alasannya Nekat Jual Lahan Makam Bong Mojo Solo

Tentunya, hal itu harus disinkronkan dengan keterangan dari instansi terkait. Kasatreskrim menyebut penyelidikan bakal dilanjutkan untuk menentukan apakah ada calon tersangka lain atau tidak.

“Proses penyelidikan terus dilanjutkan. Untuk sertifikasi tanah butuh pendalaman. Apakah sertifikat HM yang dipegang warga di dalam HP Pemkot atau hanya menjorok ke lahan HP atau di antara lahan HP milik Pemkot. Ini yang akan difokuskan,” katanya.

Seperti diketahui, penyidik Polresta Solo telah menetapkan dua orang berinisial S dan G sebagai tersangka kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Kamis (18/8/2022). Kedua tersangka tercatat sebagai warga Solo.

Baca Juga: Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Tersangka Ditentukan Pekan Ini

Modus mereka yakni membersihkan lahan makam yang sudah dipindahkan oleh ahli waris kemudian meratakan dan membangun bangunan di tanah tersebut. Ada bangunan permanen, semi permanen dan ada pula yang baru berupa fondasi.

Kedua tersangka kemudian menawarkan tanah itu kepada orang yang datang mencari lahan. Salah satu tersangka menjual tanah Bong Mojo kepada pembeli seharga Rp24 juta. Tersangka itu menyebutnya sebagai biaya ganti jasa pembersihan dan perataan lahan.

Para tersangka itu mengaku nekat menjual lahan milik Pemkot Solo tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. Mereka bekerja sebagai pengayuh becak dan juru parkir.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Shopee Barokah Diluncurkan, Bidik Konsumen Islami

      Selain menunjang kebutuhan ibadah, Shopee Barokah diklaim menjadi rumah bagi produk-produk halal dari pengusaha lokal.

      Gibran Tegaskan Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Segera Dilanjutkan

      Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, akan mengembalikan Sriwedari sebagai ruang publik. Ia juga berkomitmen melanjutkan pembangunan Masjid Sriwedari yang sempat terhenti.

      Dipancing Rp17,5 Juta, Bisa Keluar Rp35 Juta untuk Rehab RTLH di Sragen

      Bupati Sragen mengapresiasi gotong royong an swadaya masyarakat dalam menyukseskan program tuntas kemiskinan (Tumis) di Desa Jabung, Kecamatan Plupuh.

      Mencuri Ponsel untuk Berfoya-Foya, Residivis Asal Ceper Klaten Ditangkap Polisi

      Residivis pencurian ponsel asal Ceper, Klaten, ditangkap Tim Satreskrim Polres Klaten setelah beraksi di wilayah Kecamatan Bayat.

      Kodim Karanganyar Serahkan Bantuan untuk 12 Eks Napiter

      Dalam rangka HUT ke-77 TNI, Kodim 0727/Karanganyar menyerahkan bantuan paket sembako kepada para eks napi terorisme (napitr), warakawuri, dan veteran.

      Kementan: 14,8 Juta Ternak Harus Dipasangi Anting Ear Tag Tahun Ini

      Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan sebanyak 14,8 juta ternak dipasangi anting ear tag atau penanda identitas hingga Desember 2022.

      Kirab Grebeg Maulud Solo Kembali Digelar, 150 Petugas Keamanan Disiagakan

      Diprediksi bakal dipadati ribuan warga, acara Grebeg Maulud di Keraton Solo akan dikawal oleh 150 personel gabungan untuk mengamankan jalannya acara yang kali pertama digelar sejak pandemi Covid-19.

      Respons Putusan MA, Komunitas Sriwedari Desak Pemkot Solo Lakukan Revitalisasi

      Forum Komunitas Sriwedari (Foksri) meminta Pemkot Solo segera menindaklanjuti putus MA soal tanah Sriwedari dengan langkah-langkah konkret. Langkah tersebut melalui revitalisasi.

      Jembatan Sasak Sukoharjo Rusak Diterjang Hujan, Perbaikan Tunggu Air Surut

      Jembatan sasak pertama di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo rusak karena diterjang hujan, Kamis (6/10/2022).

      Cakades di Sragen Curi Start Kampanye, Panitia Pilkades: Yang Penting Kondusif

      Para cakades yang akan bersaing di pilkades serentak di Sragen sudah curi start dengan memasang baliho kampanye. Panitia Pilkades tak mempersoalkan itu sepanjang tidak ada protes dari para cakades.

      Tanggulangi Wabah PMK di Boyolali, Pemkab Mulai Data Ternak Sapi dan Kerbau

      Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mulai melakukan penandaan dan pendataan hewan pascapenurunan data penyakit mulut dan kulit (PMK) di Boyolali.

      Menunggu Pelanggan, 2 PSK Paruh Baya Terjaring Operasi Pekat di Solo

      Dua perempuan pekerja seks komersial mendapatkan pembinaan setelah terjaring razia pekat Polsek Banjarsari, Solo. Keduanya bukan berasal dari Solo.

      Transformasi Jabung, Salah Satu Desa Termiskin di Sragen yang Kini Naik Kelas

      Program tuntas kemiskinan (Tumis) yang untuk kali pertama dilakukan Pemkab Sragen dinilai berhasil mengentaskan Desa Jabung di Kecamatan Plupuh dari kemiskinan. Kini semua warganya berada di atas garis kemiskinan.

      Hore! Kasus PMK Boyolali Melandai, Nol Penambahan hingga Oktober Ini

      Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Boyolali mulai melandai disusul dibukanya Pasar Hewan di Boyolali.

      Di Jateng, Cuma Sragen & Wonogiri yang Dapat Apresiasi KASN Soal Lelang Jabatan

      Hanya Pemkab Sragen dan Wonogiri yang mendapatkan penghargaan dari KASN terkait pengisian jabatan eselon II kategori baik.