Pengendara sepeda motor menerobos barikade saat melintasi city walk, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Rabu (15/8/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Rencana penggunaan sebagian lahan di area jalur pedestrian (city walk) Jl. Slamet Riyadi, Solo sebagai kantong parkir mimicu pro dan kontra dari sejumlah kalangan.

Pihak pengusaha sisi selatan jalan protokol Kota Solo menyetujui rencana itu sedangkan warga yang menggunakan city walk menolaknya.

Salah satu pengusaha karangan bunga di Jl. Slamet Riyadi Solo, Tri Widaryatmi, mengatakan setuju dengan rencana menjadikan sebagian luas city walk sebagai lahan parkir. Pasalnya, sampai saat ini dia mengaku waswas apabila ada pelanggan datang menggunakan kendaraan di citywalk digembok oleh Dishub Solo.

“Kami kan memang tidak ada lahan parkir di sini. Kalau ada pelanggan bawa kendaraan dan parkir di depan toko kami juga kami khawatir. Takutnya tiba-tiba pas ada operasi kendaraan pelanggan kami digembok. Nanti mengecewakan pelanggan kami. Kalau dari kami ya setuju saja kalau ada lahan parkir,” ucap dia ketika ditemui solopos.com di tokonya, Rabu (16/10/2019).

Salah satu pelaku usaha lainnya, Suyanto, 64, mengatakan pihak pengusaha di selatan Jl. Slamet Riyadi Solo sebelumnya sudah mengeluhkan tidak adanya kantong parkir di tempat mereka.

Sehingga apabila ada kantong parkir di sebagian luas city walk menurutnya sangat membantu pelaku bisnis di sekitar city walk.

“Jujur saja kami kalau mau angkut karangan bunga agak takut juga. Takutnya digembok. Tapi kalau ada lahannya kan kami bisa terbantu setidaknya ada ruang yang diperbolehkan kendaraan di atas city walk. Kalau ada lahan parkir membantu kami tentunya,” beber dia.

Sementara itu, salah satu warga pengguna city walk, Muftaroyan, 29, mengatakan tidak setuju dengan kebijakan membuat sebagian luas city walk untuk lahan parkir. Pasalnya, dia menganggap hal tersebut akan mengganggu warga yang berjalan kaki di city walk.

“Kalau city walk ya harus digunakan sesuai fungsinya jangan dijadikan lahan parkir. Kan tujuannya untuk pejalan kaki. Tentu saya tidak setuju,” kata dia.

Warga lainnya, Reni Sulistyowati, 27, mengatakan kebijakan untuk membuat sebagian luas city walk menjadi lahan parkir tidak tepat. Dia mengatakan Pemkot Solo harus memikirkan ulang tujuan awal dibangunnya city walk di Solo.

“Kalau saya tentu tidak setuju. City walk adalah hak pejalan kaki. Jangan sampai malah digunakan sebagai lahan parkir nanti,” terang dia.

Sebelumnya, Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Henry Satya, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan kajian pemanfaatan city walk Jl. Slamet Riyadi, Solo, untuk lahan parkir. Alasan ekstensifikasi (pemanfaatan lahan) city walk untuk parkir lantaran minimnya lahan parkir off street yang dimiliki tempat usaha di sekitar city walk.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten