Pengusaha Konfeksi Klaten Bikin APD Dibagikan Gratis ke RS Rujukan Corona
Pembuatan alat pelindung diri (APD) alternatif berupa pelindung wajah di rumah pengusaha konfeksi asal Pandes, Wedi, Klaten, Rabu (25/3/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pengusaha konfeksi skala rumahan asal Ngendegan, Desa Pandes, Wedi, Klaten, membuat dan membagi-bagikan alat pelindung diri (APD) untuk tim medis di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan penanganan corona atau covid-19 di Jawa.

Total APD alternatif berupa face shield alias pelindung wajah yang dibagikan secara gratis itu mencapai 150-an unit.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pengusaha konfeksi skala rumahan tersebut adalah Bagas Pratondho Aji, 28, warga RT 031/RW 019 Desa Pandes, Wedi, Klaten.

Tracing Corona, Daftar Peserta Seminar Bogor Berhasil Ditemukan

Bagas bercerita idenya bermula dari keprihatinan melihat perjuangan tim medis yang bertaruh nyawa menangani pasien corona atau covid-19. Orang tua Bagas dan anggota keluarganya kebetulan juga bekerja di bidang medis.

APD alternatif yang dibikin Bagas berupa pelindung wajah terbuat dari fiber. Bahan utama pelindung wajah itu terdiri dari mika fiber dengan ketebalan 0,8 milimeter dan kaca mika fiber clear/bening dengan ketebalan 0,4 milimeter.

Lebih Singkat, Ini Perubahan Jam Operasional Baru Mal di Solo

Terdapat dua model pelindung wajah, yakni yang menggunakan kancing/klip dan tidak menggunakan kancing/klip. Pembuatan satu unit pelindung wajah membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.

Sudah Diajukan dan Disetujui RSST Klaten

APD alternatif ini difungsikan melindungi wajah dari percikan batuk/bersin pasien.

pengusaha konfeksi klaten
Bagas Pratondho Aji, pengusaha muda bidang konfeksi asal Wedi, Klaten, membuat APD berupa pelindung wajah bagi petugas medis di rumahnya, Rabu (25/3/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

“Saya dapat desain awalnya dari teman lama di Facebook. Kali pertama sempat gagal karena teman saya itu tak menyertakan ukuran dan dimensinya,” ungkap Bagas saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (25/3/2020).

Pada Senin (23/3/2020), Bagas mencoba membikin sendiri pelindung wajah tersebut. Desain itu kemudian diajukan ke Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten.

Asrama Haji Donohudan Disiapkan untuk Tempat Isolasi Pasien Corona di Jateng

"Kebetulan ibu saya juga perawat di sana. Di RSST Klaten itu, pelindung wajah bikinan saya dinyatakan bisa digunakan tim medis. Pukul 21.00 WIB, saya bikin lagi. Hingga Selasa [24/3/2020] pukul 02.00 WIB, saya bikin 17 APD. Terus saya share ke FB. Ternyata banyak yang meminta dari RS rujukan. Saya sampai kewalahan menerima permintaan itu," jelas Bagas.

Pengusaha muda bidang konfeksi baju dan selebor sepeda angin itu mengatakan APD bikinannya dapat digunakan berulang kali dengan cara disterilkan terlebih dahulu dengan cairan alkohol oleh RS.

Pasien Corona Meninggal Ke-3 RSUD Moewardi Warga Mojosongo Solo

Hingga sekarang, APD bikinannya sudah dipesan sejumlah RS rujukan di Jawa, seperti RSST Klaten, RS Palang Biru Gombong, RSUD Cilacap, dan RS Panti Rini Jogja.

Selain itu juga RS Panti Rapih Jogja, Jogja International Hospital (JIH), RS di Boyolali, RS di Sukoharjo, RS di Jombang (Jatim), RS di Solo, RS di Semarang, dan lainnya.

Dibagikan ke Puskesmas-Puskesmas di Klaten

“Saya sudah membuat 150-an unit pelindung wajah itu. Besok mulai didistribusikan melalui jasa antar termasuk ke puskesmas-puskesmas di Klaten," jelas dia.

Pilkades Serentak Boyolali Ditunda Demi Cegah Corona

Bagas melibatkan sukarelawan untuk membuat APD itu. ADP yang sudah jadi dibagikan secara gratis. "Saya pribadi merasa terpanggil untuk membantu para tim medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19,” katanya.

Salah seorang bidan Desa Pandes yang juga buliknya Bagas, Sri Budiyati, 53, mengatakan APD alternatif buatan keponakannya itu sangat dibutuhkan tim medis. Meski alternatif, penggunaannya bisa dilakukan berulang kali asalkan disterilkan terlebih dahulu.

“APD alternatif ini untuk melengkapi APD yang seperti pakaian astronot itu. Besok [hari ini], kami juga turut membagikan APD pelengkap ini, terutama ke puskesmas-puskesmas di Klaten,” katanya.

Darurat Corona, Tempat Hiburan Malam di Boyolali Bakal Dirazia

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona Kabupaten Klaten, Ronny Roekminto, mengatakan Pemkab Klaten sudah mengoptimalkan dana siap pakai (DSP) untuk pembelian APD bagi tim medis.

“APD yang dimiliki pemkab di saat awal mencapai 30 APD. Kami perlu menambah jumlah itu. Sumber anggarannya dari DSP di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klaten,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho