Pengusaha Jatim Tak Ingin Terdampak Kericuhan di Jakarta

Kalangan pengusaha Tanah Air yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengupayakan agar kegiatan usaha tidak terpengaruh aksi-aksi pascapengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil pilpres guna meningkatkan daya saing internasional ke depan.

Pengusaha Jatim Tak Ingin Terdampak Kericuhan di Jakarta

SOLOPOS.COM - Pengusaha Jatim menggelar acara Bersatu Menguatkan Rupiah, Kamis (20/9/2018), di Surabaya. (Bisnis-Peni Widarti)

Solopos.com, SURABAYA -- Kalangan pengusaha Tanah Air yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengupayakan agar kegiatan usaha tidak terpengaruh aksi-aksi pascapengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil pilpres guna meningkatkan daya saing internasional ke depan.

Ketua Apindo Nasional Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar, kepada Bisnis, Kamis (23/5/2019), mengatakan para pengusaha di Jakarta telah mengadakan pertemuan pada 22 Mei 2019 dan sepakat untuk tidak terpengaruh dengan kericuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

"Para pengusaha bersyukur atas proses demokrasi, atas pilpres yang telah ditetapkan hasilnya oleh KPU. Kami mengharapkan agar presiden dan wakilnya yang terpilih segera mengupayakan perbaikan-perbaikan berbagai aspek kegiatan dunia usaha," ujarnya.

Dia berharap agar pengusaha-pengusaha di daerah juga tidak terpengaruh dan tetap menjalankan usaha dan tidak perlu takut untuk berinvestasi.

Pada bagian lain, Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur, Nur Cahyudi, menilai persoalan kemenangan atau kekalahan pilpres serta aksi-aksi protes ditangani dengan tepat dan cepat maka bisa menimbulkan pengaruh positif terhadap dunia usaha.

"Kalau ini ditangani dengan tepat dan cepat, dan eskalasi tidak semakin meluas, saya rasa ini akan menimbulkan pengaruh positif terhadap kepercayaan dunia usaha tentang adanya keamanan berusaha," ujarnya.

Dia mengungkapkan di wilayah Jatim sendiri hingga kini relatif kondusif sehingga tidak begitu terdampak. Selain itu, pengusaha Jatim mengklaim mampu meyakinkan kepada buyer-buyer asing bahwa kondisi Indonesia saat ini hanyalah sesaat.

"Kami terus berusaha meyakinkan kepada buyer bahwa ini hanya sesaat. Saya rasa setelah ini (ekonomi) akan ke arah yang lebih baik karena periode lalu pembangunan infrastruktur juga sudah dilakukan," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Berita Terkait

Berita Terkini

Para Selebritas Mualaf Ini untuk Kali Pertama Rayakan Lebaran

Sejumlah selebritas mualaf ini untuk kali pertama merayakan Lebaran.

Selama Ramadan, 300 PGOT Ditangkap Satpol PP Solo, 2 Eksploitasi Anak

Satpol PP Kota Solo selama Ramadan dan Hari H Lebaran menangkap sebanyak 300 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar atau PGOT di Kota Solo.

H+2 Lebaran, Arus Lalu Lintas ke Wisata Kemuning-Tawangmangu Macet Lur!  

Arus kendaraan menuju ke jalur wisata Ngargoyoso dan Tawangmangu pada H+2 Lebaran atau Sabtu (15/5/2021) mengalami kenaikan signifikan.

Bagi-Bagi Kupat Jembut di Tradisi Syawalan Khas Semarang

Dalam Bahasa Jawa, kata jembut mungkin memiliki kesan vulgar. Namun jembut di sini rupaya adalah jenis makanan.

Perahu Wisata di Waduk Kedung Ombo Kemusu Boyolali Tenggelam Diduga Kelebihan Muatan

Kecelakaan air terjadi di Waduk Kedung Ombo kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2021) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Permasalahan Pembayaran THR Banyak Dialami UMKM, Pemerintah Harus Hadir

Pemerintah harus hadir secara langsung untuk menangani masalah pembayaran THR keagamaan bagi perusahaan-perusahaan di segmen UMKM yang tidak mampu melakukan pembayaran sesuai ketentuan.

Perahu Wisata di Waduk Kedungombo Kemusu Boyolali Tenggelam, 9 Orang Hilang

Sembilan penumpang perahu wisata di Waduk Kedungombo, Kemusu, Boyolali, yang tenggelam, Sabtu (15/5/2021) hilang.

Grebeg Ketupat, Tradisi Perayaan Lebaran Khas Magelang

Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang unik di setiap daerah. Salah satunya Tradisi Grebeg Ketupat di Kabupaten Magelang.

Petugas Rutan Solo Temukan Handphone, Diduga Dilempar dari Luar Dinding Rutan

Petugas Rutan Kelas I A Solo kembali menggagalkan percobaan penyelundupan benda terlarang di dalam Rutan Solo

Ribuan Pengunjung Serbu Ndayu Park Sragen di H+2 Lebaran

Ribuan warga berlibur ke objek wisata Ndayu Park Sragen pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Terminal Sukoharjo Sepi, Hanya PO Lokal yang Beroperasi

Sepinya penumpang bus di Terminal Sukoharjo terjadi sejak pengetatan aturan perjalanan mulai 22 april-5 Mei.

Pasar Tunggu Kebangkitan Kerajinan Kuningan Juwana

Juwana merupakan Kecamatan yang menghubungkan Kota Pati dan Kota Rembang.  Di Kecamatan ini pula dikenal sebagai penghasil kerajinan kuningan, yang dikenal dengan Kuningan Juwana.