Tutup Iklan

Pengusaha Batik di Kampung Batik Kauman Solo Gulung Tikar, Terpuruk Digempur Pandemi

Mayoritas pelaku usaha batik di Kampung Batik Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, gulung tikar akibat digempur pandemi Covid-19.

 Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa  (memakai topi cokelat) meminta pemilik toko batik menutup toko selama PPKM Darurat di Kampung Batik Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Senin (5/7/2021). (Solopos/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa (memakai topi cokelat) meminta pemilik toko batik menutup toko selama PPKM Darurat di Kampung Batik Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Senin (5/7/2021). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Mayoritas pelaku usaha batik di Kampung Batik Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, gulung tikar akibat digempur pandemi Covid-19.

Di satu sisi masih banyak pelaku usaha yang masih membuka toko saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kawasan Kauman dan Jl. Yos Sudarso, Solo, Senin (7/5/2021) pagi.

Pengurus Kampung Batik Kauman Solo, Gunawan Setiawan, menjelaskan jumlah pelaku batik sekitar 70 orang dan menyisakan belasan saja kemarin. Sejumlah pengusaha batik gulung tikar dengan menjual usaha atau beralih usaha.

“Mayoritas konsumen merupakan wisatawan. Kota Solo barometer batik. Sementara orang datang ke Solo terhambat adanya lockdown dan PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar],” kata dia kepada Solopos.com, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Curhat PKL Sragen Baru 3 Jam Buka Lapak Diminta Kukut Satpol PP

Menurut dia, belasan pelaku usaha yang tersisa bertahan dengan cara penjualan secara daring serta melakukan efisiensi. Namun, penjualan secara daring tidak bisa diandalkan karena banyaknya platform penjualan dengan jumlah penjual yang melimpah serta persaingan harga yang ketat.

“Kami sampaikan kepada kepegawai pembayaran gaji kami kurangi dan mereka juga mau. Yang penting cukup baik,”paparnya.

Gunawan menambahkan dampak dari PPKM Darurat bagi para pelaku usaha tidak hanya sampai 20 Juli 2021 tapi butuh lebih dari satu bulan untuk pulih.

Salah satu pelaku UMKM di Kampung Batik Kauman Solo, Marom, 34, mengatakan menghormati pemerintah dengan kebijakan PPKM Darurat. Dia akan melakukan transaksi daring dan sistem cash on delivery (COD) meskipun mayoritas para konsumen biasa datang ke lapaknya.

Baca juga: Tragis! Istri di Klaten Bunuh Diri Karena Depresi Terpapar Covid-19, Suami Menyusul Kena Serangan Jantung

Curhat pengusaha batik di sentra batik tersebut disampaikan saat Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, beserta petugas gabungan melakukan sidak di sana, Senin siang. Teguh memberikan sosialisasi dan menutup toko yang masih buka pada penerapan PPKM Darurat di Kampung Batik Kauman Solo dan kawasan Jl. Yos Sudarso, Solo.

Teguh menjelaskan masih banyak pelaku usaha yang pura-pura tidak tahu mengenai aturan dari PPKM Darurat. Lurah setempat akan mengawasi dan Satgas Penanganan Covid-19 akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha yang melanggar PPKM Darurat.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Mahasiswa UNS Solo Bikin Teh Celup dari Benalu, Kok Bisa?

Mahasiswa UNS Solo membuat penemuan unik yakni teh celup dari benalu yang kemudian diberdayakan di kalangan petani di Kemuning, Karanganyar.

Segera Dibentuk, Perbakin di Tiap Daerah di Soloraya

Sejumlah klub menembak seperti Senopati dan Mega Bintang yang hadir dalam Rakerkot itu mengusulkan perlu segera dibentuk pengurus Perbakin tingkat daerah

Pemkot Solo Belum Punya Regulasi Larangan Jualan Daging Anjing, Tapi...

Pemkot Solo hingga kini belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging anjing dan hanya fokus pada upaya mencegah penyakit menularnya.

Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Pengelola objek wisata TSTJ Solo sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.

Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Lomba menembak bertaraf internasional memperingati HUT ke-76 Brimob di Mako Brimob Boyolali di Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, tak bisa dihadiri atlet luar negeri.

Rendengan, Atraksi Wisata Inisiatif Pokdarwis Pilangsari Sragen

Para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis Siwur Emas Desa Pilangsari, Gesi, Sragen, membuat event wisata dengan nama Rendengan di hutan jati seluas hampir 1 hektare.

1.200 Santri Ikuti Ujian Munaqosah Wisuda Akbar Klaten Menghafal #5

Ketua Panitia Ujian Munaqosah Klaten Menghafal, Dhohir Subagyo, menjelaskan kegiatan itu dimaksudkan untuk membumikan Al-Qur’an.

Minyak Goreng Curah Disetop pada 2022, Pemkab Sukoharjo Tunggu Regulasi

emerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sudah mendapatkan informasi penyetopan peredaran minyak goreng curah pada 2022 dari pemerintah pusat.

Wuihhh, Warga Sragen Barter Mobil dengan 1 Pot Monstera Marmorata

Seorang pencinta tanaman hias asal Wonotolo, Gondang, Sragen, Eko Duta Flora, berani melakukan barter mobil Daihatsu Grand Max.

Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Karanganyar, Ini Sebaran Titiknya!

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Bumi Intanpari. Kali ini longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Matesih, Sabtu (27/11/201) malam.

Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja Bikin Surat Kesepakatan

Pemerintah Desa Demakijo, Karangnongko, Klaten, berinisiatif membuat  dokumen surat kesepakatan bersama (SKB) ahli waris terdampak tol solo-jogja.