Pengurus PSHT dan PSHW Wonogiri Sepakat Robohkan Tugu

Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSH Tunas Muda Winongo atau PSHW Wonogiri sepakat untuk merobohkan tugu perguruan paling lambat Minggu (2/6/2019). Langkah itu untuk menghindari terjadinya konflik antaranggota perguruan di masa yang akan datang.

Pengurus PSHT dan PSHW Wonogiri Sepakat Robohkan Tugu

SOLOPOS.COM - Para pengurus PSHT dan PSHW Wonogiri mengikuti rakor dengan forkompimda di Aula Mapolres Wonogiri, Jumat (31/5/2019). (Solopos-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Menjelang Lebaran, pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSH Tunas Muda Winongo atau PSHW Wonogiri sepakat untuk merobohkan tugu perguruan paling lambat Minggu (2/6/2019).

Langkah itu untuk menghindari terjadinya konflik antaranggota perguruan di masa yang akan datang.

Kesepakatan dituangkan dalam surat kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak seusai rapat koordinasi (rakor) forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) dengan perguruan pencak silat di Aula Mapolres Wonogiri, Jumat (31/5/2019).

Rakor dihadiri Kapolres, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati; Bupati, Joko Sutopo; Wakil Bupati (Wabup), Edy Santosa, Ketua DPRD, Setyo Sukarno; Dandim 0728/Wonogiri, Letkol (Inf) M. Heri Amrulloh, Plt. Kajari, Hendri Antoro; para pengurus PSHT, pengurus PSHW, dan jajaran Polres.

Dalam rakor itu Kapolres menyampaikan salah satu pemicu konflik antaranggota perguruan adalah tugu. Dia mencontohkan konflik yang dipicu adanya coret-coret di tugu. Masalah yang lebih besar bisa timbul ketika ada pihak yang menuduh pelaku coret-coret tersebut adalah anggota perguruan lain.

“Membongkar tugu memang tidak serta merta menyelesaikan masalah. Tapi tugu pemicu timbulnya masalah," kata Kapolres.

Dia menambhakan Peristiwa yang terjadi akibat dipicu tugu sudah banyak.

"Kalau di tingkat pengurus mungkin enggak ada masalah. Tapi yang kerap terjadi, masalah timbul di tingkat bawah. Kalau tugu tidak dibongkar dan suatu saat muncul masalah dipicu soal tugu, apa ada yang mau bertanggung jawab. Anggota saya [AKP Aditia Mulya Ramdhani] menjadi korban, apa ada yang mau mengambil peran untuk bertanggung jawab,” kata Kapolres.

Dandim, Ketua DPRD, Bupati, Wabup, dan Plt. Kajari menyerukan agar pihak perguruan mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan kelompok.

Ketua PSHT Cabang Wonogiri hasil parapatan luhur atau parluh (musyawarah besar) 2016, Joko Prihanto, menyatakan tak keberatan tugu PSHT dibongkar untuk menghindari timbulnya konflik. Hanya, dia meminta pembongkaran tidak dilaksanakan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua PSHW Cabang Wonogiri, Riyanto, mengaku kesepakatan pembongkaran tugu sudah diambil saat rakor PSHT dan unsur lainnya, beberapa hari lalu. PSHW setuju dengan langkah itu. Menurut dia tugu memang sarana paling mudah digunakan untuk memprovokasi anggota perguruan.

Hasil pendataan, tugu perguruan di Wonogiri terdapat 108 tugu yang terdiri atas 22 tugu SPHW dan 86 tugu PSHT. Tugu-tugu itu tersebar di beberapa kecamatan. Tugu tersebut tidak berizin (izin mendirikan bangunan atau IMB). Hal itu tak sesuai Pasal 11 ayat (1) huruf k Perda No. 8/2016 tentang IMB.

Berita Terkait

Berita Terkini

Bermula dari Kelas Orgasme, Warga Kanada Dideportasi

Gara-gara kelas orgasme, seorang WNA asal Kanada bernama Christopher Kyle Martin dideportasi, Minggu (9/5/2021) pukul 15.20 WITA.

Menhan Pertanyakan Kejujuran Penyingkap Mafia Alutsista

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mempertanyakan kejujuran pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie yang menyingkap mafia alutsista.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Senin 10 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Senin, 10 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga Abaikan Larangan Mudik, Ini Pemicunya Menurut MPR...

Kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pelarangan mudik dinilai berkurang, karena menurut kalangan MPR dipicunya sikap pemerintah sendiri.

Puluhan Warga Tukringin Keracunan, Wabup Karanganyar Datangi Puskesmas Karangpandan

Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mendatangi Puskesmas Karangpandan untuk mengecek kondisi puluhan warga yang keracunan.

Beredar, Surat Penonaktifan 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Beredar surat yang seolah-olahan bocoran surat penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan.

4 Zodiak Ini Konon Pendengar Terbaik

Kebanyakan orang belakangan hari ini tidak benar-benar memiliki kebiasaan sebagai pendengar yang baik, kecuali beberapa zodiak.

Apa Akibatnya Jika Tak Ikuti Aturan Baru Privasi Whatsapp?

Aplikasi perpesan anlintas platform, Whatsapp, melakukan pembaruan kebijakan privasi yang harus segera dipatuhi pengguna.

Diduga Keracunan Takjil, Puluhan Warga Tukringin Karangpandan Karanganyar Dilarikan Ke RS

Sekitar 55 warga dari dua RT di wilayah Tukringin, Desa Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, mendadak sakit diduga karena keracunan makanan.

Mantap! Belanja di Pasar Tradisional di Solo Kini Bisa Bayar Nontunai

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo melanjutkan program digitalisasi pasar dengan sistem jual beli nontunai. Sebelumnya, digitalisasi diawali pembayaran retribusi nontunai.

Tak Henti Jubir Jelaskan Bipang Ambawang Presiden

Juru bicara presiden, Fadjroel Rachman, tak henti menjelaskan perkataan Presiden Jokowi perihal bipang Ambawang yang bikin heboh masyarakat.

Menolak Jalan Impunitas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 29 April 2021. Esai ini karya St, Tri Guntur Naryawa, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.