Pengunjung The New Kemukus Tembus 3.609 Orang, Areal Parkir Overload

Areal parkir The New Kemukus overload karena jumlah pengunjung tembus hingga 3.609 orang pada Kamis (5/5/2022).

 Camat dan Kapolsek Sumberlawang, Sragen, turun tangan membantu melancarkan arus lalu lintas pengunjung di pintu masuk New Kemukus, Pendem, Sumberlawang, Sragen, Kamis (5/5/2022) malam. (Istimewa/Endang Widayanti)

SOLOPOS.COM - Camat dan Kapolsek Sumberlawang, Sragen, turun tangan membantu melancarkan arus lalu lintas pengunjung di pintu masuk New Kemukus, Pendem, Sumberlawang, Sragen, Kamis (5/5/2022) malam. (Istimewa/Endang Widayanti)

Solopos.com, SRAGEN – Jumlah pengunjung The New Kemukus tembus hingga 3.609 orang pada Kamis (5/5/2022). Hal itu membuat areal parkir overload sehingga pengunjung terpaksa parkir di tepi jalan dan di depan rumah warga.

Sebanyak 500 mobil pribadi dan 650 motor memadati jalur masuk objek wisata The New Kemukus, Pendem, Sumberlawang, Sragen, sehingga membuat areal parkir overload, Kamis (5/5/2022).

PromosiPencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Dalam sehari, pengunjung di New Kemukus yang dicitrakan sebagai wisata keluarga dan religi itu membeludak mencapai 3.609 orang atau naik 265 orang (7,93%) bila dibandingkan pada kunjungan pada Rabu (4/5/2022) sebanyak 3.344 orang. Camat Sumberlawang, Sragen, Endang Widayanti, kepada Solopos.com, Jumat (6/5/2022), mengungkapkan jalur masuk menuju ke gerbang New Kemukus macet pada Kamis malam atau malam Jumat Pahing pukul 19.00 WIB-20.00 WIB.

Endang menyampaikan areal parkir di belakang Plaza Penerimaan New Kemukus dan di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Sumberlawang sampai overload. Dia menyampaikan para pengunjung sampai parkir di halaman depan rumah warga terdekat dengan New Kemukus.

“Saya bersama Muspika Sumberlawang sampai turun tangan membantu kelancaran lalu lintas. Saya dan Kapolsek sampai pesan tempat untuk parkir karena semua areal parkir penuh. Para pengunjung sampai parkir di depan rumah warga sebelum masuk Jembatan Barong. Semalam meski padat merayap masih bisa teratasi,” ujarnya.

Baca Juga: Wow, Kunjungan Wisatawan New Kemukus Kalahkan Sangiran

Endang menyebut simpangan mobil di jembatan masih bisa meski jalannya pelan. Endang mengungkapkan dari pantauan Muspika, jumlah kendaraan roda empat yang masuk New Kemukus kurang lebih 500 unit dalam sehari.

Sedangkan jumlah kendaraan roda dua yang masuk New Kemukus, ujar dia, mencapai 650-an unit. “Semua motor bisa parkir di areal lahan Pemkab Sragen dan lahan milik warga setempat. Pukul 21.00 WIB arus pengunjung sudah berkurang,” katanya.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Sragen, Prima Ady Surya, menyampaikan kepadatan pengunjung New Kemukus masih didominasi pemudik hingga Kamis malam. Dia menyebut kapasitas parkir di belakang Plaza Penerimaan hanya 50 unit mobil dan 200 unit motor.

Baca Juga: Dari Ribuan Pengunjung New Kemukus, Hanya 33 Orang yang Mau Divaksin

Areal di RTHP Sumberlawang pun, sebut Prima, kapasitasnya tidak jauh berbeda dengan yang di dalam kompleks New Kemukus. “Bagi pengunjung yang tidak mendapat lokasi parkir maka bisa parkir di lahan milik warga. Kapasitas lahan parkir memang terbatas sehingga pengunjung bisa memanfaatkan lahan parkir milik warga sebagai solusi,” ujarnya.

Prima menyebut total pengunjung New Kemukus pada Kamis itu mencapai 3.609 orang. Jumlah pengunjung itu, ujar dia, tertinggi sepanjang libur Lebaran karena sehari sebelumnya pengunjungnya sebanyak 3.344 orang.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.

Video Viral Wali Kota Gibran Punguti Sampah di CFD Solo

Aksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka memunguti sampah di kawasan CFD Solo viral di media sosial.

Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono Dimakamkan di Tanah Kelahiran Sragen

Jenazah mantan Bupati Wonogiri, Oemarsono, dimakamkan di tanah kelahiran Dukuh Cungul RT 035, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Senin (23/5/2022).

Ada Keluhan Mata, Rumah Sakit Mata Solo Siap Layani Kapan Pun

Rumah Sakit Mata, yang berada di Jl. Adi Sucipto No. 169 Solo tersebut terus berupaya memberikan layanan prima untuk masyarakat