Pengunjung memadati kolam pemandian di kompleks objek wisata Batu Seribu di Desa gentan, kecamatan Bulu, Sukoharjo, Minggu (31/7/2011). (Triyono/JIBI/SOLOPOS)

Solopos.com, SUKOHARJO - Pengembangan wisata Batu Seribu masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR). Penataan parkir di area bawah hingga pembangunan kolam keceh anak belum terealisasi lantaran keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Siti Laela mengatakan renovasi objek wisata alam Batu Seribu telah dikerjakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo secara bertahap sejak 2018 lalu.

Korea Utara Tembak Mati Pengidap Virus Corona?

Di 2018, fokus pembenahan di antaranya jalan area wisata, kolam renang, dan pintu masuk lokasi. Dalam proyek ini, pemkab mengalokasikan anggaran Rp2,143 miliar. Lalu pada 2019, Pemkab menerima kucuran bantuan anggaran dari pemerintah provinsi ( Pemprov) Jawa Tengah senilai Rp1 miliar. Anggaran ini dialoksikan untuk pembenahan area parkir, aula, gapura, kamar mandi, dan menara pandang.

"Sebenarnya masih perlu pembenahan area parkir bawah, kemudian pembangunan kolam keceh anak. Namun belum bisa kita kerjakan karena keterbatasan anggaran," kata Laela, Kamis (13/2/2020).

Laela mengatakan Pemkab tidak mengalokasikan anggaran di tahun ini untuk lanjutan pengembangan wisata alam Batu Seribu. Pemkab tengah berusaha kembali mengajukan bantuan anggaran ke Pemprov Jateng untuk pengembangan wisata tersebut.

Catat! Ini Jadwal Siaran Langsung Liga Prancis Pekan Ke-25

Menurutnya, pembenahan kawasan wisata Batu Seribu berdampak positif terhadap jumlah pengunjung yang mengalami kenaikan cukup tinggi. Mereka tak hanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo, namun pengunjung dari berbagai daerah lain di Solo Raya.

"Tahun lalu jumlah pengunjung mencapai 70.000 orang. Di hari libur pengunjung bisa mencapai 3.000 orang, dari dulu biasanya hanya 1.000 orang," kata dia.

Saat ini Batu Seribu menjadi salah satu lokasi wisata alam andalan di Kabupaten Sukoharjo. Beberapa fasilitas baru ada di Batu Seribu di antaranya panggung, Gazebo, food court yang diisi oleh warga sekitar. Tiga kolam renang yang ada juga telah direnovasi.

Baru Pulang dari Malaysia, Warga Tanimbar Maluku Diduga Terjangkit Corona

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan Pemkab serius mengembangkan kawasan Sukoharjo sisi selatan sebagai centra bussiness district (CBD) baru. Perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur terus dikerjakan guna mendukung terealisasinya pengembangan daerah. Pengembangan kawasan Sukoharjo sisi selatan ini meliputi wilayah Bulu, Nguter, Weru dan Tawangsari.

"Sukoharjo bagian selatan punya potensi wisata yang bisa dikembangkan. Di sana memiliki pesona alam yang bagus dan menarik minat pengunjung," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten