Museum Vagina (Instagram/@@vagina_museum)

Solopos.com, INGGRIS -- Pertama di dunia, Museum Vagina resmi dibuka untuk umum di London, Inggris. Museum Vagina dibangun dari hasil penggalangan dana dari masyarakat yang memperoleh 50 ribu pound sterling atau setara Rp908 juta.

Museum ini dibangun bertujuan untuk menghargai pengorbanan anatomi ginekologi. Pembangunan museum ini berawal ketika sutradara Florence Schechter menemukan banyak museum penis di dunia, salah satunya adalah Museum Penis di Islandia. Tapi tidak dengan Museum Vagina, Florence Schechter tak menemukannya.

Baca Juga: Ancaman Kerusakan Lingkungan Membayangi Warga Trenceng Ponorogo

Museum yang dibangun sejak 2017 lalu ini terbuat dari batu bata dan mortir pertama yang didedikasikan untuk vagina dan vulva.

"Museum Vagina sangat penting karena area tubuh ini sangat terstigmatisasi dan ini memiliki konsekuensi di dunia nyata, seperti orang yang terlalu malu untuk memperoleh informasi serviks," kata Schechter yang dikutip dari Liputan6.com, Minggu (17/11/2019).

Apa Saja Isinya?

Sementara itu, di dalam Museum Vagina terdapat selebaran dan informasi tentang kesehatan vagina. Tak hanya itu, di museum ini terdapat program yang berfungsi untuk mendukung seks sehat dengan melibatkan kalangan profesional medis.

Baca Juga: Densus 88 Amankan 1 Orang di Kauman Solo Lalu Geledah Rumah Indekos

Bagi Anda yang berniat untuk mencari buah tangan dari Museum Vagina, museum yang berlokasi di Camden Stables Market di Chalk Farm Road ini juga mempunyai toko yang menjual suvenir mulai dari kartu pos vulva dan anting-anting hingga cangkir Museum Vagina.

Untuk masuk ke dalam museum, tidak dikenakan tarif sama sekali alias gratis. Setiap hari buka pada pukul 10.00-18.00 tiap Senin-Sabtu, dan Minggu buka pukul 11.00-18.00 waktu setempat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten