Dirut PRPP, Titah Listyorini (kiri), saat mendamping Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pada acara penutupan Jateng Fair di arena PRPP, Kota Semarang, Minggu (14/7/2019) malam. (jatengprov.go.id)

Semarangpos.com, SEMARANG – Direktur Utama (Dirut) PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Titah Listyorini, mengklaim event Jateng Fair 2019 berjalan sukses. Bahkan, ia menilai pengunjung Jateng Fair tahun ini lebih banyak sekitar 30% dibanding event yang sama pada tahun lalu.

Hal itu disampaikan Titah saat acara penutupan Jateng Fair di arena PRPP, Pantai Marina, Kota Semarang, Minggu (14/7/2019) malam.

Titah mengatakan selama 17 hari digelar, yakni 28 Juni-14 Juli, Jateng Fair banyak menyedot pengunjung. Event tersebut mampu menjadi tempat rekreasi pilihan karena penyelenggaraannya bertepatan dengan masa libur sekolah.

Selain itu, gelar produk unggulan dan budaya yang digelar berjalan lancar dan menjadi momentum yang ditunggu masyarakat. Beragam pameran mulai dari pameran produk unggulan dari 32 kabupaten/ kota se- Jawa Tengah (Jateng), pameran multiproduk perusahaan, pameran SKPD Provinsi Jateng, pameran swasta multinasional dan UMKM telah disajikan. Penampilan dari sejumlah penyanyi  lokal maupun nasional pun berhasil menghibur warga Jateng, khususnya Kota Semarang.

“Terbukti Jateng Fair tahun ini dikunjungi 30 persen lebih banyak dari tahun 2018,” ujar Titah dikutip dari laman Internet resmi Pemprov Jateng, Senin (15/7/2019).

Kendati begitu, imbuh Titah, pihaknya terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan Jateng Fair 2020 mendatang semakin baik. Konsep baru akan disusun agar event tahunan tersebut lebih diminati masyarakat.

“Nampaknya kami sudah harus membuat konsep Jateng Fair untuk mulai reborn. Mengingat Jateng Fair ini telah berlangsung selama 32 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan peran serta masyarakat dibutuhkan dalam pelaksanaan Jateng Fair ke depan. Termasuk dalam hal seni, bisnis, kreasi maupun inovasi lainnya.

“Kira-kita setahun lagi kita ingin bikin Jateng Fair yang seperti apa? Apakah seperti ini? Apakah kita bisa extend lebih gede lagi dengan mengundang industri-industri yang lebih besar? Atau kita bisa mempertontonkan seluruh perkembangan dunia teknologi?” bebernya.

Ditambahkan, tema Glorious Borobudur yang diangkat tahun ini adalah sesuatu yang menarik. Banyak potensi di sekitar Borobudur yang perlu diangkat, seperti kuliner, desa wisata, kampung bahasa, dan sebagainya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten