Pengunjung Borobudur Diingatkan Dolanan Tradisional
Pengunjung Candi Borobudur bermain egrang di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Antara-Heru Suyitno

Solopos.com, MUNGKID — Balai Konservasi Borobudur (BKB) mengenalkan berbagai permainan tradisional kepada para pengunjung Candi Borobudur. Dolanan tradisional itu disediakan BKB di Taman Lumbini, kawasan candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

Kasi Konservasi BKB Yudi Suharsono di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/10/2019), langkah memperkenalkan aneka dolanan tradisional itu merupakan bagian dari sosialisasi Pekan Kebudayaan Nasional yang dihelat Dirjen Kebudayaan di Istora Senayan Jakarta, 7-13 Oktober 2019.

"Kami di daerah diminta untuk menyosialisasikannya kepada seluruh masyarakat adanya Pekan Kebudayaan Nasional dengan cara memperkenalkan permainan tradisional kepada masyarakat luas," katanya, Jumat (4/10/2019).

Ia mengatakan selama ini anak-anak milenial tidak lagi mengenal permainan tradisional, mereka hanya mengenal game dari gadget yang sebenarnya kurang baik bagi mata. Dalam kegiatan itu dikenalkan lima permainan tradisional, yakni gobak sodor, sondang mandah, gasing, egrang, dan lompat tali.

"Kami berupaya mengenalkan permainan tradisional, karena anak-anak sekarang tidak mengenal jenis-jenis permainan tersebut dan bagi pengunjung dewasa bisa sebagai nostalgia permainan waktu kecil," katanya. Ia mengatakan melalui kegiatan ini pihaknya berupaya membuka ruang, akses sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk mengenal kebudayaannya.

Pengunjung Candi Borobudur, Emi dari Purworejo menyambut baik dengan dikenalkannya permainan tradisional ini. "Bagus dengan dikenalkan permainan tradisional yang merupakan bagian budaya Indonesia ini. Mudah-mudahan anak-anak sekarang bisa tahu permainan zaman dulu tidak cuma handphone saja," katanya.

Ia mengatakan sangat mendukung permainan tradisional ini lebih dikenalkan pada anak-anak di kawasan cagar budaya Magelang, Jawa Tenga itu.

Pengunjung lain, Nia dari Jakarta menilai kegiatan ini bagus dan kalau perlu diperbanyak lagi lokasi permainan tradisionalnya. "Jangan hanya di satu titik saja, jadi kalau ada yang mau bermain tidak berebut," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho