PENGUNGSI ROHINGYA : Kontras Desak Pemerintah Tak Diskriminatif Tangani Pengungsi

 Derita pengungsi Rohingya di Langsa, Aceh, Jumat (15/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rony Muharrman)

SOLOPOS.COM - Derita pengungsi Rohingya di Langsa, Aceh, Jumat (15/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rony Muharrman)

Pengungsi Rohingya terdampar di Indonesia. Kontras meminta pemerintah tak diskriminatif menangani pengungsi.

Solopos.com, JAKARTA – Nasib pengungsi Rohingya menjadi sorotan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Kontras mengkritisi permasalahan terkait skema intervensi kemanusiaan dalam penanganan pengungsi dan pencari suaka yang dicetuskan oleh pemerintah di wilayah yurisdiksi Republik Indonesia.

PromosiKota Solo Pernah Jadi Pesemaian Sastra Patriotik dan Revolusioner

“Kami menyayangkan kontradiksi pernyataan masih berlangsung di antara pengambil kebijakan, antara Kemlu, TNI serta Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dalam penanganan pengungsi dan pencari suaka,” kata Koordinator Kontras Haris Azhar dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Kontras mendesak pemerintah Indonesia tidak boleh ada diskriminasi dalam pelaksanaan prinsip non-repatriasi atau secara hukum internasional disebut dengan prinsip non-refoulment.

“Kami menyayangkan pernyataan sikap Wakil Presiden yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia hanya akan menampung pencari suaka yang berasal dari etnis Rohingya, sedangkan pengungsi Bangladesh akan segera dipulangkan ke negara asal karena dianggap hanya sebagai pengungsi ekonomi,” kata dia.

Kontras melihat urgensi Pemerintah Indonesia untuk dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya dalam pemenuhan HAM pengungsi dan pencari suaka yang berada dalam wilayah kedaulatan Indonesia, tetapi juga dalam resolusi konflik di negara asal untuk dapat melindungi HAM warga negaranya.

LSM tersebut berpendapat status pengungsi harus didapatkan melalui “Refugee Status Determination” (RSD) melalui serangkaian proses yang dilakukan oleh Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) sesuai dengan Konvensi 1951 dan Protokol 1967 mengenai Pengungsi dan Pencari Suaka. (baca: UNHCR Sarankan Indonesia Pulangkan Orang Rohingya)

Kontras juga berpendapat pernyataan Pemerintah Indonesia menyalahi aturan internasional dan Pemerintah Indonesia tidak bisa secara sepihak bahwa pencari suaka yang datang adalah yang memiliki tujuan ekonomi tanpa latar belakang ketakukan akan persekusi.

Dia mengatakan pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa penampungan bagi pengungsi dan pencari suaka memiliki standar HAM yang layak bagi kelompok rentan, perempuan, anak dan orang tua.

“Pemerintah Indonesia harus memastikan jaminan atas rasa aman, memastikan terpenuhinya hak untuk mendapatkan pendidikan bagi pencari suaka anak-anak, serta jaminan atas hak atas kesehatan,” kata Haris Azhar.

Selain itu, Pemerintah Indonesia dinilai harus memiliki skema yang tepat dan sesuai dengan prinsip kemanusiaan. Sedangkan waktu yang diberikan oleh Indonesia selama satu tahun harus secara efektif digunakan untuk memastikan keselamatan pengungsi.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Selamat! Rihanna dan A$AP Rocky Resmi Menjadi Orang Tua

Penyanyi pop Rihanna dan rapper A$AP Rocky resmi menjadi orang tua dari seorang bayi laki-laki.

PLN Sabet 4 Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Award 2022

PT PLN (Persero) berhasil menyabet 4 penghargaan pada BUMN Entrepreneurial Marketing Award 2022.

Waduh! Talut Sepanjang 35 Meter di SDN 2 Kadipiro Karanganyar Longsor

Talut pagar sepanjang 35 meter di SD Negeri 2 Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, longsor pada Jumat (20/5/2022) dini hari.

Digelar di Tawangmangu, Deklarasi CB150X Chapter Jawa Tengah Meriah

Sepeda motor sport adventure CB150X kian menjadi sorotan sebagai idaman bagi anak muda sejak diluncurkan secara Regional Jawa Tengah pada Desember lalu. 

BNI (BBNI) Akuisisi Bank Mayora

Dengan pengambilalihan itu, BNI (BBNI) memegang sebanyak 1.198 229 838 saham Bank Mayora.

Semarang, Kota Terpanas di Jawa Tengah

Semarang adalah kota terpanas di Provinsi Jawa Tengah.

IHSG Dibuka Menguat, Saham GOTO, EMTK, BUKA, dan WIRG Melejit

Saham-sahan emiten teknologi terapresiasi pagi ini yang mampu menopang penguatan IHSG.

Viral Wanita Nikah 8 Hari Langsung Diceraikan, Alasannya Jadi Sorotan

Viral kisah tragis seorang perempuan yang hanya menikah 8 hari langsung diceraikan suaminya. Kira-kira apa alasannya?

Ratusan Orang Berkumpul di Joglo Sunyan Klaten, Ada Apa?

Ratusan orang di Klaten, Jawa Tengah mengikuti Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) tahun 2022 yang digelar DPC PDIP Klaten, Jumat (20/5/2022) untuk ikut memecahkan rekor Muri dengan peserta terbanyak.

Mantan Agen Sebut Karier Johnny Depp Meredup Karena Tak Profesional

Mantan agen Johnny Depp menyebut karier aktor Hollywood itu sudah lama meredup karena sikap tidak profesionalnya.

Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

Tarif Pelanggan PLN 3.000 VA Naik, Begini Alasan Pemerintah

Kenaikan tarif listrik segmen 3.000 VA ke atas dapat menjaga keadilan dan berbagi beban. Tujuannya agar beban dari kenaikan harga energi tidak hanya menekan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Salurkan 32,34% KUR Hingga April 2022

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI terus menyiapkan banyak strategi untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Ini Daftar Wisata Candi di Klaten, dari Prambanan hingga Merak

Salah satu daya tarik Kabupaten Klaten, yakni menyimpan deretan candi bersejarah.

Ramos Horta Resmi Jadi Presiden ke-5 Timor Leste, Ini Foto Pelantikan

Sebelum terpilih menjadi Presiden Timor Leste untuk periode 2022-2027, Ramos-Horta sudah pernah terpilih menjadi Presiden Timor Leste pada periode 2007-2012

Ini Beda Cacar Monyet dan Cacar Air

Nama cacar monyet bisa jadi masih asing di telinga kita, lalu apa bedanya dengan cacar air?