Pengungsi Afghanistan Terancam Dideportasi dari Pakistan

Pengungsi Afghanistan Terancam Dideportasi dari Pakistan

SOLOPOS.COM - Anak-anak pengungsi Afghanistan yang tinggal di permukiman kumuh di Islamabad, Pakistan. (JIBI/Reuters/Caren Firouz)

Pengungsi Afghanistan terancam dideportasi dari Pakistan karena masa tinggal yang hampir habis.

Solopos.com, ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan memperpanjang izin tinggal bagi pengungsi Afghanistan di negara mereka selama 60 hari. Waktu ini lebih pendek dari yang pernah diperkirakan sebelumnya. Saat ini, jutaan pengungsi Afghanistan di Pakistan harus bersiap dipulangkan ke negara mereka yang dilanda krisis berkepanjangan.

"Pemerintah memberikan perpanjangan izin bagi pengungsi yang memiliki kartu identitas untuk tinggal di Pakistan selama 60 hari ke depan," demikian pengumuman yang disampaikan pemerintah Pakistan seperti dilansir Reuters, Kamis (1/2/2018).

Saat ini, ada sekitar 2,5 juta warga Afghanistan yang mengungsi di Pakistan. Sejumlah pengungsi bahkan telah menetap di Pakistan sejak invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada 1979 silam. Mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman karena situasi di Afghanistan yang tidak aman.

Beruntung, selama ini pemerintah Pakistan memberikan izin tinggal kepada pengungsi Afghanistan. Mereka diberikan kartu izin tinggal sementara yang bisa diperpanjang setiap tahun. Namun, baru-baru ini pemerintah Pakistan memutuskan hanya memperpanjang izin tinggal legal untuk para pengungsi Afghanistan selama satu bulan pada awal 2018, yang artinya berakhir pada 31 Januari 2018.

Keputusan yang telah diumumkan sejak awal Januari 2018 ini diambil lantaran pemerintah Pakistan merasa terbebani dengan keberadaan pengungsi Afghanistan. Kesulitan ekonomi menjadi salah satu alasan bagi mereka enggan memperpanjang izin tinggal para pengungsi.

"Kami tidak bisa lagi menerima keberadaan pengungsi Afghanistan. Kondisi ekonomi semakin sulit, jadi kami tidak bisa memperpanjang izin tinggal mereka di sini," kata Perdana Menteri Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi.

Menurut kabar yang beredar, pemerintah Pakistan telah meminta bantuan dari Amerika Serikat agar proses pemulangan pengungsi ke Afghanistan berjalan lancar. Namun, pengungsi Afghanistan bersikeras menetap di Pakistan. Mereka meyakini tidak ada ancaman yang mengharuskan mereka keluar dari negara itu dalam waktu dekat. Mereka merasa sedang menjadi alat untuk mengatasi perselisihan di antara kedua negara.

Beberapa waktu belakangan, hubungan diplomatik antara Pakistan dan Afghanistan disebut tengah memanas. Pemerintah kedua negara saling menuding melindungi kelompok teroris berbahaya. Saat ini, pemerintah Afghanistan tengah berupaya mengembalikan warganya yang mengungsi ke berbagai negara, termasuk Pakiskan. Namun, keterbatasan sumber daya membuat mereka mengalami kesulitan menyelesaikan masalah ini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Wow, Pelopor Batik Asal Solo Go Tik Swan Hari Ini Nampang di Google

Pada 1950-an, Swan memenuhi permintaan presiden dengan memadukan teknik batik daerah untuk memperkenalkan Batik Indonesia.

Mobil Travel Gelap Disetop Petugas Pos Makutho Solo, Penumpang Dipulangkan

Satu unit mobil elf yang diduga travel gelap dihentikan petugas di pos penyekatan Tugu Makutho Solo pada Senin (10/5/2021) pukul 23.30 WIB.

Berumur Belum 1 Bulan, AirTag Apple Sudah Kena Retas

Kurang dari sebulan sejak peluncurannya Air Tag Apple sudah bisa diretas oleh peneliti keamanan asal Jerman.

Tegas! Bupati Karanganyar Usul Penanganan Covid-19 Serahkan ke Pemda Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengusulkan penanganan Covid-19 diserahkan kepada pemda setempat.

Pemkot Jogja Ingatkan Warganya Tidak Lakukan Takbir Keliling

Pemkot Jogja melarang warganya menggelar takbir keliling. Takbir hanya boleh dilaksanakan di masjid di wilayah masing-masing.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?