Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Sukoharjo: EA Dikawal Ribuan Sukarelawan, Bagaimana Dengan Joswi?
Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua paslon yang akan bertarung pada Pilkada Sukoharjo 2020  mengikuti tahap pengundian nomor urut pada Kamis (24/9/2020).

Pasangan Etik Suryani-Agus Santosa (EA) atau Etik-Agus akan mengikuti pengundian nomor urut dengan pengawalan ribuan sukarelawan dan pendukungnya.

Sementara pasangan Joko Paloma Santosa-Wiwaha Aji Santosa atau Joswi memastikan tidak akan melakukan mobilisasi massa untuk mengantisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19.

Alhamdulillah! Klaster Covid-19 Bawaslu Boyolali Selesai, 103 Pasien Sembuh

Dua paslon Pilkada Sukoharjo itu bakal mengikuti tahapan pengundian nomor urut pasangan calon yang rencananya bertempat Hotel Tosan, Solo Baru, pada Kamis. Pengambilan nomor urut itu dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan pembatasan jumlah peserta.

Hanya pasangan calon, pimpinan tim pemenangan, perwakilan partai politik (parpol), dan liasion officer atau LO yang boleh masuk lokasi.

Antusiasme Tinggi

Ketua tim kampanye pasangan EA, Wawan Pribadi, mengaku tak kuasa menolak keinginan para sukarelawan dan pendukung untuk mengawal pasangan EA. Antusiasme para pendukung untuk menghadiri tahapan pengundian nomor urut paslon itu cukup tinggi.

KPU Solo Sebut Ada Kemungkinan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Pakai Kotak Suara Keliling, Setuju Lur?

“Saya tak bisa menolak dan tak kuasa menahan antusiasme sukarelawan pasangan EA. Namun, saya juga tak mengajak karena paham protokol kesehatan. Para sukarelawan wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19 seperti memakai masker dan membawa hand sanitizer,” katanya kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Wawan menyebut sukarelawan dan pendukung yang akan mengawal pasangan EA jumlahnya mencapai ribuan orang. Jumlah sukarelawan dari masing-masing kecamatan yang ikut mengawal pasangan EA sekitar 500 orang. Sehingga total jumlah sukarelawan dari 12 kecamatan sekitar 6.000 orang.

Kendati demikian, Wawan bakal berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo untuk mengantisipasi penularan Covid-19 saat pengundian nomor urut paslon.

Banyak Di Sukoharjo, Warga Terjaring Razia Masker Belepotan Saat Disuruh Lafalkan Pancasila

“Saya tak mau mengecewakan para sukarelawan dan pendukung yang ingin mengawal pasangan EA. Saya sedang berpikir untuk mengatur para sukarelawan agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Deklarasi Bersama Taat Protokol Kesehatan

Sementara itu, tim pemenangan pasangan Joswi menyerukan agar para sukarelawan dan pendukung pasangan Joswi tak perlu menghadiri tahapan pengundian nomor urut pasangan calon. Hal ini bagian dari mematuhi deklarasi bersama taat protokol kesehatan.

Hal itu juga sebagai bentuk kepatuhan terhadap maklumat Kapolri terkait pencegahan persebaran Covid-19 saat tahapan pilkada serentak. Apabila terjadi kerumunan massa saat pengundian nomor urut paslon berpotensi menjadi klaster baru Covid-19.

Soal Kasus Penganiayaan, Ketua PSHT Parluh 16 Solo: Kami Serahkan ke Polisi

Terlebih, status kejadian luar biasa (KLB) dan masa tanggap darurat Covid-19 Sukoharjo masih berlaku. “Perang terhadap Covid-19 tak boleh setengah-setengah dan harus bersama-sama. Kami tak ingin membikin masyarakat bingung. Kami mengedepankan kepentingan dan keselamatan masyarakat luas untuk tidak memobilisasi massa saat pengundian nomor urut pasangan calon,” kata ketua tim pemenangan pasangan Joswi, Eko Sapto Purnomo.

Sapto telah menginstruksikan setiap sukarelawan tidak ikut menghadiri acara pengundian nomor urut pasangan calon. Hanya pasangan calon, pimpinan tim pemenangan, dan LO yang akan menghadiri pengundian nomor urut pasangan calon.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom