Kategori: Klaten

Pengumuman! Perlintasan KA di Barat Stasiun Klaten Ditutup Mulai 9 Februari 2021, Ini Jalan Alternatifnya


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN - Perlintasan Kereta Api atau KA di jalan pintu lintasan 280, tepatnya di barat Stasiun Klaten bakal ditutup secara permanen, Selasa (9/2/2021). Penutupan itu menyusul akan beroperasinya kereta rel listrik (KRL) Solo-Jogja, 10 Februari 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, PT KAI bersama dengan Pemkab Klaten dan aparat keamanan mulai menyosialisasikan rencana penutupan perlintasan rel KA di barat Stasiun Klaten, Rabu (3/2/2021). Hal itu ditandai dengan pemasangan sejumlah spanduk penutupan perlintasan di berbagai lokasi strategis. Di antara spanduk itu berlokasi di perlintasan rel di barat Stasiun Klaten sendiri.

Spanduk disertai logo PT KAI, Ditjen Perkeretaapian, Pemkab Klaten, Polres Klaten itu bertuliskan, Pemberitahuan, Mulai Selasa, 9 Februari 2021 Perlintasan KA JPL 280 (Barat Stasiun Klaten) Ditutup. Bagi Pengguna Jalan yang Melintas Dipersilakan Menggunakan Jalan Alternatif Lain. Sesuai UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca Juga: Selain Jebres, Banjir Akibat Luapan Bengawan Solo Juga Terjadi di Sangkrah

"Sosialisasi penutupan perlintasan KA di barat Stasiun Klaten sudah dilakukan ke masyarakat kemarin. Kami juga memasang lima spanduk terkait penberitahuan itu. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Klaten dan Pemkab Klaten," kata Kepala Stasiun Klaten, Sutopo, kepada Solopos.com, Kamis (4/2/2021).

Hal senada dijelaskan Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Sudiyarsono. Penutupan perlintasan KA di barat Stasiun Klaten secara permanen otomatis akan terjadi pengalihan arus lalu lintas. Hal itu akan dikoordinasikan bersama forum lalu lintas Klaten awal pekan mendatang.

"Yang jelas, arus lalu lintas di perlintasan barat Stasiun Klaten itu akan dialihkan dan diarahkan ke Klasis dan Srago," katanya.

Sudiyarsono mengatakan penutupan perlintasan di barat Stasiun Klaten itu juga akan menambah arus lalu lintas di sejumlah jalan di Klaten. Hal itu seperti di Jl. Seruni, Jl. Borobudur, Jl. Halmahera, Jl. H. Samanhudi. "Di antara upaya yang dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas, bisa mengubah waktu siklus traffic light di Klasis," katanya.

KRL

Sebagaimana diketahui, KRL Solo-Jogja akan beroperasi, 10 Februari 2021. Nantinya, perjalanan KRL Solo-Jogja berjumlah 20 perjalanan setiap harinya. KRL Jogja-Solo akan berhenti di 11 stasiun. Masing-masing, Stasiun Jogja, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan.

Waktu tempuh KRL rata-rata mencapai 68 menit. Kecepatan maksimal KRL mencapai 90 kilometer/jam. Tarif satu kali perjalanan senilai Rp8.000. Di kondisi normal, KRL mampu mengangkut 1.600 penumpang dalam sekali perjalanan. Di tengah pandemi Covid-19, hanya mampu mengangkut 74 orang per kereta. Terdapat empat kereta di setiap trainsetnya.

Baca Juga: Puluhan Pohon di Bantul Tumbang Diterpa Hujan & Angin, 4 Orang Terluka

Tiket KRL menggunakan kartu multi trip (KMT) dari KAI Commuter atau pun kartu uang elektronik dari bank, yakni E-money Mandiri, Flazz BCA, BRIZZI, dan BNI Tap Cash. KMT dijual di seluruh stasiun senilai Rp30.000. Hal itu sudah termasuk saldo Rp10.000. Dengan adanya KRL Solo-Jogja, kereta rel diesel (KRD) Prambanan Ekspres (Prameks) relasinya diubah ke Kutoarjo-Jogja.

"Kami berharap masyatakat di Jogja-Solo dan sekitarnya dapat menggunakan transportasi publik yang semakin baik dengan hadirnya KRL," kata Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter), Wiwik Widayanti.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi